10 Tahun, Camat Kayoa dan Mantan Kades Guruapin di Duga Lakukan Pungli

Bagikan :

TERPOPULER

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk...

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

BACA JUGA

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk Tidak Terlibat Persoalan Judi

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman Mangrove

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Halsel – Dugaan Pungutan Liar (Pungli) Marak terjadi diberbagai tempat lingkup Pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), kali ini dugaan Pungli itu terjadi di pasar Guruapin Kayoa, yang dengan sengaja di lakukan oleh Mantan Kepala Desa Guruapin dan Camat Kayoa selama 10 tahun berlangsung.

Salah satu pedagang pasar Kayoa Guruapin, yang tidak mau Namanya di publis, pada awak media, Kamis (09/11) kemarin, menyampaikan hampir 10 Tahun berlangsung ini, penarikan retribusi tahunan loss pasar kayoa guruapin itu dilakukan oleh pihak kecamatan dan mantan kepala Desa.

“Penyetoran retribusi pertahun itu, pedagang langsung yang setor ke pihak kecamatan dan saya secara pribadi kemarin-kemarin itu saya setor di Camat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Guruapin baru, Rina Hamid, saat di konfirmasi awak media, menyampaikan bahwa masalah dan kondisi pasar tersebut pihak nya belum mengetahui jelas, entah itu di ambil alih oleh Disperindag kabupaten halmahera selatan ataukah dari pihak camat.

Sementara, pihak Disperindag Halsel, melalui bendahara barang, Asri Umakamea, yang di percayakan untuk turun langsung di lapangan, pihaknya menemukan bahwa setoran retribusi pedagang tidak masuk di Disperindag Halmahera Selatan, tetapi masuk di pemerintah desa sebelumnya dan pihak kecamatan.

“Saat kami turun di pasar dan kami kumpulkan pedagang lalu kami tanyakan soal retribusi selama ini di buat tidak, sementara retribusi pasar disini kosong untuk di Dinas. Nah, dari situ mulailah para pedagang keluhkan dan terbuka, bahwa retribusi selama ini selalu di kasih, tapi di kasihnya di Pemdes lama dan camat, dan kami pun di bagi-bagi siapa yang setor di Kades, dan siapa yang wajib setor di Camat,” terangnya.

Asri juga menyampaikan bahwa, berdasarkan laporan pedagang, Pihak kapala Desa sebelumnya dan kepala wilayah kecamatan (Camat) Menyampaikan kepada pedangan bahwa dari hasil penarikan retribusi itu akan langsung di setor ke Disperindag Halsel tetapi kenyataanya tidak ada sama sekali, selain itu, sejumlah pedagang setempat juga keluhkan untuk kembali rehab bangunan pasar tersebut, namun karena Retribusi selama ini tidak masuk di Dinas maka harus di selesaikan dulu masalah ini.

Hal yang senada disampaikan, Kepala UPTD Pasar Guruapin, Ratna, saat di hibungi awak Media imalut.com, menyampaikan pembayaran retribusi pedagang di pasar Guruapin tahun 2023 itu di tagih langsung oleh mantan kades Guruapin dan Camat Kayoa. Sementara retribusi yang di ambil per bulan 150 ribu.

Ratna pun, Menyampaikan penarikan retribusi itu mulai dari tahun 2015 sampai pada tahun 2023 saat ini. Retribusi yang di maksudkan adalah retribusi pedagang tokoh.

“Untuk Pembayaran Retribusi di tahun 2023 ini baru 3 bulan berjalan, sementara data pedangan tokoh yang aktif sebanyak 33 pedagang dan untuk pedagang barito belum di data, karena mereka (pedagang Barito) maunya minta di lengkapi dulu fasilitas baru nantinya bisa di tarik retribusi,” terang Ratna

Perlu di ketahui, hingga berita ini terpublish pihak kecamatan dalam hal ini pak Camat Kayoa ketika di konfirmasi melalui Via watsap xxxxxxx41181 tidak menanggapinya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

BERITA UTAMA

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Sidang Kasus Dugaan Suap AGK, Tujuh...

Ternate - Pengadilan Negeri (PN) Ternate gelar sidang kedua atas kasus dugaan suap mantan gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), dengan agenda...

REKOMENDASI

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman Mangrove

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk Tidak Terlibat Persoalan Judi

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Usai Proses Penilaian Akhir Tahun Pelajaran...

Halsel - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Halmahera Selatan, laksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah proses penilaian akhir tahun pelajaran 2023-2024. Plt Kepala MAN 1...

SNPMB-SNBT Tahun 2024 Diumumkan Besok

Ternate - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2024, resmi diumumkan besok, Kamis, 13 Juni 2024. Hasil pengumuman...

IKLAN

10 Tahun, Camat Kayoa dan Mantan Kades Guruapin di Duga Lakukan Pungli

Halsel – Dugaan Pungutan Liar (Pungli) Marak terjadi diberbagai tempat lingkup Pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), kali ini dugaan Pungli itu terjadi di pasar Guruapin Kayoa, yang dengan sengaja di lakukan oleh Mantan Kepala Desa Guruapin dan Camat Kayoa selama 10 tahun berlangsung.

Salah satu pedagang pasar Kayoa Guruapin, yang tidak mau Namanya di publis, pada awak media, Kamis (09/11) kemarin, menyampaikan hampir 10 Tahun berlangsung ini, penarikan retribusi tahunan loss pasar kayoa guruapin itu dilakukan oleh pihak kecamatan dan mantan kepala Desa.

“Penyetoran retribusi pertahun itu, pedagang langsung yang setor ke pihak kecamatan dan saya secara pribadi kemarin-kemarin itu saya setor di Camat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Guruapin baru, Rina Hamid, saat di konfirmasi awak media, menyampaikan bahwa masalah dan kondisi pasar tersebut pihak nya belum mengetahui jelas, entah itu di ambil alih oleh Disperindag kabupaten halmahera selatan ataukah dari pihak camat.

Sementara, pihak Disperindag Halsel, melalui bendahara barang, Asri Umakamea, yang di percayakan untuk turun langsung di lapangan, pihaknya menemukan bahwa setoran retribusi pedagang tidak masuk di Disperindag Halmahera Selatan, tetapi masuk di pemerintah desa sebelumnya dan pihak kecamatan.

“Saat kami turun di pasar dan kami kumpulkan pedagang lalu kami tanyakan soal retribusi selama ini di buat tidak, sementara retribusi pasar disini kosong untuk di Dinas. Nah, dari situ mulailah para pedagang keluhkan dan terbuka, bahwa retribusi selama ini selalu di kasih, tapi di kasihnya di Pemdes lama dan camat, dan kami pun di bagi-bagi siapa yang setor di Kades, dan siapa yang wajib setor di Camat,” terangnya.

Asri juga menyampaikan bahwa, berdasarkan laporan pedagang, Pihak kapala Desa sebelumnya dan kepala wilayah kecamatan (Camat) Menyampaikan kepada pedangan bahwa dari hasil penarikan retribusi itu akan langsung di setor ke Disperindag Halsel tetapi kenyataanya tidak ada sama sekali, selain itu, sejumlah pedagang setempat juga keluhkan untuk kembali rehab bangunan pasar tersebut, namun karena Retribusi selama ini tidak masuk di Dinas maka harus di selesaikan dulu masalah ini.

Hal yang senada disampaikan, Kepala UPTD Pasar Guruapin, Ratna, saat di hibungi awak Media imalut.com, menyampaikan pembayaran retribusi pedagang di pasar Guruapin tahun 2023 itu di tagih langsung oleh mantan kades Guruapin dan Camat Kayoa. Sementara retribusi yang di ambil per bulan 150 ribu.

Ratna pun, Menyampaikan penarikan retribusi itu mulai dari tahun 2015 sampai pada tahun 2023 saat ini. Retribusi yang di maksudkan adalah retribusi pedagang tokoh.

“Untuk Pembayaran Retribusi di tahun 2023 ini baru 3 bulan berjalan, sementara data pedangan tokoh yang aktif sebanyak 33 pedagang dan untuk pedagang barito belum di data, karena mereka (pedagang Barito) maunya minta di lengkapi dulu fasilitas baru nantinya bisa di tarik retribusi,” terang Ratna

Perlu di ketahui, hingga berita ini terpublish pihak kecamatan dalam hal ini pak Camat Kayoa ketika di konfirmasi melalui Via watsap xxxxxxx41181 tidak menanggapinya.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk...

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Iklan

error: Content is protected !!