SMA Alkhairaat Ternate Buka Pendaftaran SPMB 2026 Secara Luring, Sediakan Kuota 75 Siswa

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — SMA Alkhairaat Kota Ternate resmi membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.

Berbeda dengan sekolah negeri yang menerapkan pendaftaran secara daring, sekolah swasta ini membuka proses penerimaan peserta didik baru secara luring (offline).

Kepala SMA Alkhairaat Kota Ternate, Nadra Alkatiri, mengatakan bahwa sistem SPMB tahun 2026 yang diterapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalami sejumlah perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran SPMB untuk SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, dilakukan secara daring dan luring. Namun pada tahun 2026, sekolah negeri hanya membuka pendaftaran secara online, sementara sekolah swasta dilakukan secara offline,” ungkap Nadra saat ditemui, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, SMA Alkhairaat Ternate membuka pendaftaran dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026.

“Apabila kuota pada gelombang pertama belum terpenuhi, maka kami akan membuka gelombang kedua yang berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Agustus 2026,” tambahnya.

Menurut Nadra, sekolah yang dipimpinnya menyediakan tiga rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung sebanyak 75 siswa.

Ia juga menegaskan bahwa SMA Alkhairaat Ternate tidak menerapkan sistem penerimaan berdasarkan jalur zonasi, prestasi, domisili, maupun mutasi sebagaimana yang berlaku di sejumlah SMA dan SMK negeri.

“Kami membuka kesempatan bagi peserta didik dari mana saja untuk mendaftar dan menjadi bagian dari SMA Alkhairaat Kota Ternate,” ujarnya.

Nadra berharap kebijakan dan regulasi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan dampak positif bagi sekolah-sekolah swasta.

“Mudah-mudahan aturan yang diterapkan pemerintah dapat membantu sekolah swasta memenuhi kuota peserta didik sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” tutupnya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

SMA Alkhairaat Ternate Buka Pendaftaran SPMB 2026 Secara Luring, Sediakan Kuota 75 Siswa

Ternate — SMA Alkhairaat Kota Ternate resmi membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.

Berbeda dengan sekolah negeri yang menerapkan pendaftaran secara daring, sekolah swasta ini membuka proses penerimaan peserta didik baru secara luring (offline).

Kepala SMA Alkhairaat Kota Ternate, Nadra Alkatiri, mengatakan bahwa sistem SPMB tahun 2026 yang diterapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalami sejumlah perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran SPMB untuk SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, dilakukan secara daring dan luring. Namun pada tahun 2026, sekolah negeri hanya membuka pendaftaran secara online, sementara sekolah swasta dilakukan secara offline,” ungkap Nadra saat ditemui, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, SMA Alkhairaat Ternate membuka pendaftaran dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026.

“Apabila kuota pada gelombang pertama belum terpenuhi, maka kami akan membuka gelombang kedua yang berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Agustus 2026,” tambahnya.

Menurut Nadra, sekolah yang dipimpinnya menyediakan tiga rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung sebanyak 75 siswa.

Ia juga menegaskan bahwa SMA Alkhairaat Ternate tidak menerapkan sistem penerimaan berdasarkan jalur zonasi, prestasi, domisili, maupun mutasi sebagaimana yang berlaku di sejumlah SMA dan SMK negeri.

“Kami membuka kesempatan bagi peserta didik dari mana saja untuk mendaftar dan menjadi bagian dari SMA Alkhairaat Kota Ternate,” ujarnya.

Nadra berharap kebijakan dan regulasi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan dampak positif bagi sekolah-sekolah swasta.

“Mudah-mudahan aturan yang diterapkan pemerintah dapat membantu sekolah swasta memenuhi kuota peserta didik sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” tutupnya.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan