Gegara Kopi SKPD, Pengusaha Kopi Menjerit, FAM dinilai Nepotisme

Bagikan :

TERPOPULER

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk...

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

BACA JUGA

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sanana — Sebut saja Babang, pria yang menjadi Owner Kedai Kopi yang terletak di tepi pantai, mengeluhkan sikap pilih kasih Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsi Mus atau FAM menyangkut Kopi SKPD.
Babang menilai ada Nepotisme dalam Program Kopi SKPD.

”Harusnya jika ingin mengenalkan Kopi Sula, kemudian membina. pelaku usaha, termasuk Petani Kopi dan Penjual Kopi itu dilakukan terhadap semua, bukan hanya pihak tertentu.
Justeru yang dilakukan FAM saat ini secara perlahan membunuh pengusaha Kopi yang ada di Sanana”, ungkap Babang kepada Pewarta, Senin (13/9).

Babang menggambarkan, Pengusaha Kopi yang digandeng Ningsih, itu bisa membeli Kopi dengan harga 50K/kg, bahkan jika dia mau bisa 100K/kg, karena pangsa pasar dia jelas, marketnya sudah ada, sementara Kami?
Pria ini mengaku heran, kemarin saat membeli Kopi, biasa dia mendapatkan harga sekitar 30-35K/kg kini sudah diangka 40K/kg, dia mencurigai ini akibat persaingan yang tidak sehat oleh Rumah Kopi yang ’diendorse’ Bupati FAM.

”Kita semua UMKM, jika mau melakukan pembinaan harusnya semua, bukan dipilih berdasarkan kedekatan dengan Bupati”, sesal Babang.

Babang mengaku sedih, selama ini Pemda seperti kurang perhatian terhadap para pelaku usaha mikro, padahal para pelaku usaha selama ini sudah sangat patuh terhadap aturan Pemda, termasuk soal Pajak dan jam buka-tutup dimasa pandemi.

”Kita ini yang harusnya diperhatikan, karena perputaran ekonomi di Sula ini ujung tombaknya ada di Kita, UMKM dan para pelaku usaha kecil dan menengah, jika kemudian sikap Bupati seperti ini, maka cepat atau lambat kami akan punah”, ujarnya.

Jika ada langkah penertiban harga Kopi, seperti diatur HET-nya, tentu semua pihak akan merasa nyaman, baik pelaku usaha kedai kopi, petani kopi juga penikmat kopi di Sula.

”Harga Kopi meningkat karena ada yang memonopoli harga, saya dapat info ini langsung dari petani Kopi di Desa Sama”, ujar Babang.

Kasihan, jika kita mengikuti ritme mereka yang difasilitasi Ibu Bupati, maka satu pilihan untuk kami adalah menaikkan harga kopi, itu sama saja membunuh, karena hampir dipastikan pelanggan kami akan lari, untuk itu kami sangat berharap ada kebijaksanaan dari Pemda khususnya dari Ibu Bupati, tutup Babang.

Sementara itu, sesuai pemberitaan media ini sebelumnya, pelaku usaha kopi dengan label Fina Gahu mengaku diarahkan Bupati Fifian Adeningsi Mus untuk menjual Kopi di SKPD Pemda Sula.
Kaka Fau Ilham, Owner Kedai Kopi Fina Gahu mengaku jika setiap SKPD wajib ambil Kopi di kedai Kopi miliknya dengan sistem delivery.
Hal itu yang kemudian menimbulkan persaingan yang tidak sehat antar penjual Kopi di Kota Sanana, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul).

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

BERITA UTAMA

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Sidang Kasus Dugaan Suap AGK, Tujuh...

Ternate - Pengadilan Negeri (PN) Ternate gelar sidang kedua atas kasus dugaan suap mantan gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), dengan agenda...

REKOMENDASI

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Usai Proses Penilaian Akhir Tahun Pelajaran...

Halsel - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Halmahera Selatan, laksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah proses penilaian akhir tahun pelajaran 2023-2024. Plt Kepala MAN 1...

SNPMB-SNBT Tahun 2024 Diumumkan Besok

Ternate - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2024, resmi diumumkan besok, Kamis, 13 Juni 2024. Hasil pengumuman...

IKLAN

Gegara Kopi SKPD, Pengusaha Kopi Menjerit, FAM dinilai Nepotisme

Sanana — Sebut saja Babang, pria yang menjadi Owner Kedai Kopi yang terletak di tepi pantai, mengeluhkan sikap pilih kasih Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsi Mus atau FAM menyangkut Kopi SKPD.
Babang menilai ada Nepotisme dalam Program Kopi SKPD.

”Harusnya jika ingin mengenalkan Kopi Sula, kemudian membina. pelaku usaha, termasuk Petani Kopi dan Penjual Kopi itu dilakukan terhadap semua, bukan hanya pihak tertentu.
Justeru yang dilakukan FAM saat ini secara perlahan membunuh pengusaha Kopi yang ada di Sanana”, ungkap Babang kepada Pewarta, Senin (13/9).

Babang menggambarkan, Pengusaha Kopi yang digandeng Ningsih, itu bisa membeli Kopi dengan harga 50K/kg, bahkan jika dia mau bisa 100K/kg, karena pangsa pasar dia jelas, marketnya sudah ada, sementara Kami?
Pria ini mengaku heran, kemarin saat membeli Kopi, biasa dia mendapatkan harga sekitar 30-35K/kg kini sudah diangka 40K/kg, dia mencurigai ini akibat persaingan yang tidak sehat oleh Rumah Kopi yang ’diendorse’ Bupati FAM.

”Kita semua UMKM, jika mau melakukan pembinaan harusnya semua, bukan dipilih berdasarkan kedekatan dengan Bupati”, sesal Babang.

Babang mengaku sedih, selama ini Pemda seperti kurang perhatian terhadap para pelaku usaha mikro, padahal para pelaku usaha selama ini sudah sangat patuh terhadap aturan Pemda, termasuk soal Pajak dan jam buka-tutup dimasa pandemi.

”Kita ini yang harusnya diperhatikan, karena perputaran ekonomi di Sula ini ujung tombaknya ada di Kita, UMKM dan para pelaku usaha kecil dan menengah, jika kemudian sikap Bupati seperti ini, maka cepat atau lambat kami akan punah”, ujarnya.

Jika ada langkah penertiban harga Kopi, seperti diatur HET-nya, tentu semua pihak akan merasa nyaman, baik pelaku usaha kedai kopi, petani kopi juga penikmat kopi di Sula.

”Harga Kopi meningkat karena ada yang memonopoli harga, saya dapat info ini langsung dari petani Kopi di Desa Sama”, ujar Babang.

Kasihan, jika kita mengikuti ritme mereka yang difasilitasi Ibu Bupati, maka satu pilihan untuk kami adalah menaikkan harga kopi, itu sama saja membunuh, karena hampir dipastikan pelanggan kami akan lari, untuk itu kami sangat berharap ada kebijaksanaan dari Pemda khususnya dari Ibu Bupati, tutup Babang.

Sementara itu, sesuai pemberitaan media ini sebelumnya, pelaku usaha kopi dengan label Fina Gahu mengaku diarahkan Bupati Fifian Adeningsi Mus untuk menjual Kopi di SKPD Pemda Sula.
Kaka Fau Ilham, Owner Kedai Kopi Fina Gahu mengaku jika setiap SKPD wajib ambil Kopi di kedai Kopi miliknya dengan sistem delivery.
Hal itu yang kemudian menimbulkan persaingan yang tidak sehat antar penjual Kopi di Kota Sanana, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul).

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Iklan

error: Content is protected !!