Kasus HIV/AIDS di Ternate Masih Tinggi, Nurlaela Desak Pemkot Perkuat Edukasi dan Pendampingan

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate – Anggota DPRD Kota Ternate dari daerah pemilihan Ternate Tengah, Nurlaela Syarif, menyoroti penanganan tiga penyakit menular yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Ternate, yakni HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria.

Sorotan tersebut disampaikan Nurlaela usai melakukan reses dan menyerap aspirasi di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) di Kecamatan Ternate Tengah, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, ketiga penyakit tersebut kerap dikelompokkan dalam perhatian layanan kesehatan karena angka kasusnya masih cukup tinggi dan membutuhkan strategi penanganan terpadu.

“Data kumulatif HIV/AIDS di Kota Ternate saat ini berkisar 800 kasus. Secara persentase masih berada di angka 3 persen, padahal target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 harus turun menjadi 1 persen,” kata Nurlaela.

Dari hasil reses di salah satu puskesmas di Ternate Tengah, ditemukan jumlah pasien HIV mencapai 98 orang. Sebanyak 71 pasien masih menjalani pengobatan, 16 orang berstatus lost to follow-up (LFU), dan tujuh orang meninggal dunia.

Selain itu, Nurlaela juga menemukan adanya kekosongan obat Benzathine Penicillin yang digunakan untuk pengobatan sifilis.

Politisi Partai NasDem itu menilai penyebaran HIV/AIDS perlu menjadi kewaspadaan bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan seluruh warga Kota Ternate.

“Harus ada kewaspadaan kolektif karena data menunjukkan penderita HIV/AIDS usia 15-39 tahun sangat tinggi, yakni mencapai 88 orang. Sementara usia 40-50 tahun sebanyak 10 orang,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya edukasi, sosialisasi, dan pendampingan terhadap kelompok rentan, terutama terkait perilaku seksual berisiko dan penularan pada kelompok lelaki sesama lelaki (LSL).

Nurlaela juga menyoroti tingginya kasus infeksi menular seksual (IMS) di kalangan remaja dan dewasa muda di Kota Ternate.

Menurut dia, sejumlah kasus ditemukan dengan keluhan kencing bernanah yang menjadi indikasi IMS.

Ia meminta pemerintah dan tenaga kesehatan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga perilaku seksual, tidak berganti pasangan, penggunaan kondom, hingga vaksinasi untuk mencegah penularan penyakit.

“Pasien IMS biasanya akan menjalani skrining HIV. Jika hasil awal negatif, pemeriksaan diulang tiga bulan kemudian. Jika positif, dilanjutkan pemeriksaan reagen tahap dua dan tiga untuk memastikan diagnosis,” jelasnya.

Nurlaela yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Ternate berharap seluruh fasilitas kesehatan dan Dinas Kesehatan dapat memperkuat kerja sama dengan komunitas pendamping, seperti Yayasan Partisipasi Muda (YPM), Batamang Plus, ZIP, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Manado.

Ia juga mendorong pelibatan jaringan kelurahan, dasawisma, hingga institusi pendidikan dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular di Kota Ternate.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Kasus HIV/AIDS di Ternate Masih Tinggi, Nurlaela Desak Pemkot Perkuat Edukasi dan Pendampingan

Ternate – Anggota DPRD Kota Ternate dari daerah pemilihan Ternate Tengah, Nurlaela Syarif, menyoroti penanganan tiga penyakit menular yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Ternate, yakni HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria.

Sorotan tersebut disampaikan Nurlaela usai melakukan reses dan menyerap aspirasi di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) di Kecamatan Ternate Tengah, Kamis (14/5/2026).

Menurut dia, ketiga penyakit tersebut kerap dikelompokkan dalam perhatian layanan kesehatan karena angka kasusnya masih cukup tinggi dan membutuhkan strategi penanganan terpadu.

“Data kumulatif HIV/AIDS di Kota Ternate saat ini berkisar 800 kasus. Secara persentase masih berada di angka 3 persen, padahal target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 harus turun menjadi 1 persen,” kata Nurlaela.

Dari hasil reses di salah satu puskesmas di Ternate Tengah, ditemukan jumlah pasien HIV mencapai 98 orang. Sebanyak 71 pasien masih menjalani pengobatan, 16 orang berstatus lost to follow-up (LFU), dan tujuh orang meninggal dunia.

Selain itu, Nurlaela juga menemukan adanya kekosongan obat Benzathine Penicillin yang digunakan untuk pengobatan sifilis.

Politisi Partai NasDem itu menilai penyebaran HIV/AIDS perlu menjadi kewaspadaan bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan seluruh warga Kota Ternate.

“Harus ada kewaspadaan kolektif karena data menunjukkan penderita HIV/AIDS usia 15-39 tahun sangat tinggi, yakni mencapai 88 orang. Sementara usia 40-50 tahun sebanyak 10 orang,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya edukasi, sosialisasi, dan pendampingan terhadap kelompok rentan, terutama terkait perilaku seksual berisiko dan penularan pada kelompok lelaki sesama lelaki (LSL).

Nurlaela juga menyoroti tingginya kasus infeksi menular seksual (IMS) di kalangan remaja dan dewasa muda di Kota Ternate.

Menurut dia, sejumlah kasus ditemukan dengan keluhan kencing bernanah yang menjadi indikasi IMS.

Ia meminta pemerintah dan tenaga kesehatan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga perilaku seksual, tidak berganti pasangan, penggunaan kondom, hingga vaksinasi untuk mencegah penularan penyakit.

“Pasien IMS biasanya akan menjalani skrining HIV. Jika hasil awal negatif, pemeriksaan diulang tiga bulan kemudian. Jika positif, dilanjutkan pemeriksaan reagen tahap dua dan tiga untuk memastikan diagnosis,” jelasnya.

Nurlaela yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Ternate berharap seluruh fasilitas kesehatan dan Dinas Kesehatan dapat memperkuat kerja sama dengan komunitas pendamping, seperti Yayasan Partisipasi Muda (YPM), Batamang Plus, ZIP, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Manado.

Ia juga mendorong pelibatan jaringan kelurahan, dasawisma, hingga institusi pendidikan dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular di Kota Ternate.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan