Bunda Literasi Malut Fokus Tingkatkan Minat Baca Anak, Tekankan 10 Kabupaten/Kota Tak Sekadar Formalitas

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — Ketua Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara (Malut), Hj. Rusni Sarbin menegaskan pentingnya meningkatkan minat baca anak melalui penguatan literasi di daerah.

Hal itu disampaikan usai dirinya resmi dikukuhkan di Ballroom Bela Hotel, Kelurahan Jati, Kota Ternate, Senin (11/5).

Rusni mengatakan, pengukuhan Bunda Literasi bukan sekadar seremoni atau formalitas belaka, melainkan harus diikuti dengan kerja nyata dalam mendorong budaya literasi di tengah masyarakat.

“Dengan dikukuhkannya Bunda Literasi hari ini, maka ini bukan hanya formalitas, tetapi wajib ada langkah-langkah nyata terkait penguatan literasi,” ujarnya.

Ia menyoroti perkembangan teknologi dan penggunaan telepon genggam yang dinilai turut memengaruhi rendahnya minat baca anak-anak saat ini.

“Mungkin saat ini kita melihat dengan adanya handphone, akhirnya minat baca anak-anak menjadi minim,” katanya.

Sebagai Ketua Bunda Literasi yang baru dikukuhkan, Rusni menargetkan kolaborasi bersama Bunda Literasi kabupaten/kota, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta berbagai komunitas literasi untuk kembali mengoptimalkan budaya membaca di kalangan anak-anak.

“Kami akan bersama-sama dengan Bunda Literasi di kabupaten/kota, TBM, dan komunitas lainnya untuk bergandengan tangan mengoptimalkan kembali minat baca anak-anak,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, tingkat minat baca anak di Provinsi Maluku Utara saat ini masih berada di posisi bawah secara nasional. Karena itu, diperlukan kerja bersama agar ke depan capaian literasi daerah dapat meningkat.

“Dengan meningkatkan minat baca anak-anak, ke depan kita berharap posisi Maluku Utara bisa lebih baik. Karena membaca itu sebuah keharusan,” jelasnya.

Rusni berharap seluruh Bunda Literasi di 10 kabupaten/kota yang telah dikukuhkan dapat menjalankan tugas dengan serius dan mengesampingkan ego sektoral demi tujuan bersama meningkatkan literasi masyarakat.

“Saya berharap ini tidak dijadikan ajang formalitas. Ego-ego personal harus dilepaskan, sehingga target dan tujuan kita bersama bisa tercapai. Dengan keyakinan dan usaha, impian itu bisa terwujud,” tandasnya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Bunda Literasi Malut Fokus Tingkatkan Minat Baca Anak, Tekankan 10 Kabupaten/Kota Tak Sekadar Formalitas

Ternate — Ketua Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara (Malut), Hj. Rusni Sarbin menegaskan pentingnya meningkatkan minat baca anak melalui penguatan literasi di daerah.

Hal itu disampaikan usai dirinya resmi dikukuhkan di Ballroom Bela Hotel, Kelurahan Jati, Kota Ternate, Senin (11/5).

Rusni mengatakan, pengukuhan Bunda Literasi bukan sekadar seremoni atau formalitas belaka, melainkan harus diikuti dengan kerja nyata dalam mendorong budaya literasi di tengah masyarakat.

“Dengan dikukuhkannya Bunda Literasi hari ini, maka ini bukan hanya formalitas, tetapi wajib ada langkah-langkah nyata terkait penguatan literasi,” ujarnya.

Ia menyoroti perkembangan teknologi dan penggunaan telepon genggam yang dinilai turut memengaruhi rendahnya minat baca anak-anak saat ini.

“Mungkin saat ini kita melihat dengan adanya handphone, akhirnya minat baca anak-anak menjadi minim,” katanya.

Sebagai Ketua Bunda Literasi yang baru dikukuhkan, Rusni menargetkan kolaborasi bersama Bunda Literasi kabupaten/kota, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta berbagai komunitas literasi untuk kembali mengoptimalkan budaya membaca di kalangan anak-anak.

“Kami akan bersama-sama dengan Bunda Literasi di kabupaten/kota, TBM, dan komunitas lainnya untuk bergandengan tangan mengoptimalkan kembali minat baca anak-anak,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, tingkat minat baca anak di Provinsi Maluku Utara saat ini masih berada di posisi bawah secara nasional. Karena itu, diperlukan kerja bersama agar ke depan capaian literasi daerah dapat meningkat.

“Dengan meningkatkan minat baca anak-anak, ke depan kita berharap posisi Maluku Utara bisa lebih baik. Karena membaca itu sebuah keharusan,” jelasnya.

Rusni berharap seluruh Bunda Literasi di 10 kabupaten/kota yang telah dikukuhkan dapat menjalankan tugas dengan serius dan mengesampingkan ego sektoral demi tujuan bersama meningkatkan literasi masyarakat.

“Saya berharap ini tidak dijadikan ajang formalitas. Ego-ego personal harus dilepaskan, sehingga target dan tujuan kita bersama bisa tercapai. Dengan keyakinan dan usaha, impian itu bisa terwujud,” tandasnya.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan