Ini Oknum yang Diduga Dalang Kejahatan Perbankan di BPRS Saruma Sejahtera

Bagikan :

TERPOPULER

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk...

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

BACA JUGA

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Halsel – Kejahatan Perbankan di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejahtera diduga merugikan Pemda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Miliaran Rupiah.

BPRS Saruma Sejahtera merupakan Bank Daerah milik Pemda Halsel yang dibiayai melalui penyertaan Modal. Jumlah Penyertaan Modal oleh Pemda ke BPRS Saruma Sejahtera dari mulai didirikan pada 2018 hingga 2023 telah mencapai Rp.20 Miliar.

Kejahatan Perbankan ini dibeberkan oleh Bupati Halsel, Usman Sidik kepada sejumlah wartawan saat diwawancarai di kantor Inspektorat, Selasa (06/06/23).

Kata Bupati Usman Sidik, Kejahatan perbankan diduga dilakukan oleh Direktur Utama BPRS Saruma Sejahtera, Ichwan Rahmat.

Bupati Usman Sidik mengaku, telah memberhentikan sementara Dua Direksi, Direktur Utama, Ichwan Rahmat dan salah satu Direksi Rustam Mohdar, di BPRS Saruma Sejahtera atas dugaan kasus kejahatan perbankan di Bank milik Pemda itu.

Usman Sidik menjelaskan, Kejahatan Per-Bank-an yang dilakukan oknum-oknum di BPRS Saruma Sejahtera dengan memberikan kredit kepada Debitur tanpa turun melihat dan menilai langsung barang yang menjadi jaminan kredit tersebut.

Dalam proses kredit tersebut pihak Bank diduga membantu menutupi kredit Macet dari 8 Perusahaan milik salah satu debitur.

“Akhirnya sekarang mereka (Pihak BPRS Saruma Sejahtera) susah mencari barang yang menjadi jaminan kredit dari debitur itu karena pada saat proseswal kredit mereka tidak turun melihat dan menilai langsung barang yang dijadikan jaminan itu,” tutur Usman Sidik.

Debitur tersebut melakukan proses pinjaman kurang lebih Rp 17 Miliar, Pada 2020, yang saat ini menjadi kredit macet, karena mulai 2021 sudah tidak lagi membayar angsuran ke pihak BPRS Saruma Sejahtera.

“Dari kurang lebih Rp. 17 Miliar itu tinggal Rp 15 Miliar karena sisanya sudah dikembalikan (disetor kembali ke Pihak Bank oleh debitur) sehingga sisanya Rp. 15 Miliar,” ungkap orang nomor 1 Halsel ini.

Selain Direktur Utama BPRS Saruma Sejahtera, Ichwan Rahmat, ada keterlibatan oknum pejabat lingkup Halsel yang diberi kuasa oleh Bupati sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) BPRS Saruma Sejahtera.

Oknum pejabat yang diberi kuasa PSP itu dianggap telah menyalahgunakan kuasa yang diberikan kepadanya karena diduga ikut terlibat atas apa yang dilakukan oleh Direktur Utama BPRS Ichwan Rahmat.

Bahkan, Tambah Bupati, Oknum-oknum itu diduga mengambil uang deposit Rp. 10 miliar itu dengan cara menghilangkannya secara administrasi.

Bupati menegaskan, kasus dugaan kejahatan perbankan ini akan diproses hukum, akan tetapi masih menunggu hasil audit yang sementara jalan untuk mengetahui pasti besaran kerugian uang negara.

Bupati yang kembali diwawancarai saat kunjungannya di BPRS Saruma Sejahtera pada Rabu 7 Juni 2023, kembali menegaskan bahwa dirinya telah memberhentikan secara permanen dan tidak terhormat Direktur Utama BPRS Saruma Sejahtera, Ichwan Rahmat.

Pasalnya, Ichwan Rahmat dan kelompoknya diketahui telah mengambil uang Deposit Rp 10 Miliar dengan cara menghilangkannya secara administrasi itu untuk dijadikan uang jaminan kredit macet dari Debitur pemilik 8 perusahaan itu.

“Debitur itu namanya Ibu Leni,” Ucap Usman Sidik yang juga Politisi PKB ini.

Tak hanya itu, tambah Politisi PKB ini, Oknum-oknum tersebut diduga sengaja menerbitkan surat perjanjian yang sangat menguntungkan pihak Debitur kredit macet itu.

Dimana salah satu poin dalam surat perjanjian itu, berbunyi bahwa pihak Bank tidak boleh menyita barang dari Debitur kreditadminstrasi dengan jaminan uang Rp. 10 Miliar yang notabenenya diduga uang Deposit Pemda yang raib secara adminstrasi itu.

Menurut Politisi PKB ini, uang Deposito Pemda Halsel itu berjumlah 16 Miliar. Dimana 10 Miliar itu sudah dijadikan jaminan Debitur bermasalah itu. Sementara Rp. 6 Miliar itu juga dideposit tanpa sepengetahuan Bupati sebagai Pemegang saham terbesar (99 Persen) di BPRS Saruma Sejahtera itu.

“Deposit Pemda itu awalnya Rp. 10 Miliar, terakhir ternyata ada tambahan Deposito Rp. 6 Miliar tetapi itu tanpa sepengetahuan saya sebagai Bupati,” terang Politisi PKB kelahiran desa Orimakurunga ini.

Pria kelahiran desa Orimakurunga ini bilang, Meskipun ada dugaan kejahatan perbankan yang dilakukan sejumlah oknum direksi BPRS Saruma Sejahtera, dipastikan pelayanan di Bank itu tetap berjalan dengan lancar.

“Uang rakyat tetap aman, yang bermasalah itu Deposit pemda yang diambil untuk menjadi jaminan Debitur yang kredit macet itu dan pelayanan nasabah tetap berjalan normal karena BPRS saat ini dijalankan oleh Komisaris Utama dan anggota Komisaris lainnya,” ucapnya.

“Selain itu, salah satu direksi Rustam Mohdar, yang kemarin (selasa) diberhentikan sementara, hari ini telah diaktifkan kembali untuk membantu tetap berjalannya BPRS Saruma Sejahtera. Yang diberhentikan permanen itu Direktur Utamanya, Ichwan Rahmat,” tandasnya. (Fi)

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

BERITA UTAMA

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Sidang Kasus Dugaan Suap AGK, Tujuh...

Ternate - Pengadilan Negeri (PN) Ternate gelar sidang kedua atas kasus dugaan suap mantan gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), dengan agenda...

REKOMENDASI

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Usai Proses Penilaian Akhir Tahun Pelajaran...

Halsel - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Halmahera Selatan, laksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah proses penilaian akhir tahun pelajaran 2023-2024. Plt Kepala MAN 1...

SNPMB-SNBT Tahun 2024 Diumumkan Besok

Ternate - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2024, resmi diumumkan besok, Kamis, 13 Juni 2024. Hasil pengumuman...

IKLAN

Ini Oknum yang Diduga Dalang Kejahatan Perbankan di BPRS Saruma Sejahtera

Halsel – Kejahatan Perbankan di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejahtera diduga merugikan Pemda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Miliaran Rupiah.

BPRS Saruma Sejahtera merupakan Bank Daerah milik Pemda Halsel yang dibiayai melalui penyertaan Modal. Jumlah Penyertaan Modal oleh Pemda ke BPRS Saruma Sejahtera dari mulai didirikan pada 2018 hingga 2023 telah mencapai Rp.20 Miliar.

Kejahatan Perbankan ini dibeberkan oleh Bupati Halsel, Usman Sidik kepada sejumlah wartawan saat diwawancarai di kantor Inspektorat, Selasa (06/06/23).

Kata Bupati Usman Sidik, Kejahatan perbankan diduga dilakukan oleh Direktur Utama BPRS Saruma Sejahtera, Ichwan Rahmat.

Bupati Usman Sidik mengaku, telah memberhentikan sementara Dua Direksi, Direktur Utama, Ichwan Rahmat dan salah satu Direksi Rustam Mohdar, di BPRS Saruma Sejahtera atas dugaan kasus kejahatan perbankan di Bank milik Pemda itu.

Usman Sidik menjelaskan, Kejahatan Per-Bank-an yang dilakukan oknum-oknum di BPRS Saruma Sejahtera dengan memberikan kredit kepada Debitur tanpa turun melihat dan menilai langsung barang yang menjadi jaminan kredit tersebut.

Dalam proses kredit tersebut pihak Bank diduga membantu menutupi kredit Macet dari 8 Perusahaan milik salah satu debitur.

“Akhirnya sekarang mereka (Pihak BPRS Saruma Sejahtera) susah mencari barang yang menjadi jaminan kredit dari debitur itu karena pada saat proseswal kredit mereka tidak turun melihat dan menilai langsung barang yang dijadikan jaminan itu,” tutur Usman Sidik.

Debitur tersebut melakukan proses pinjaman kurang lebih Rp 17 Miliar, Pada 2020, yang saat ini menjadi kredit macet, karena mulai 2021 sudah tidak lagi membayar angsuran ke pihak BPRS Saruma Sejahtera.

“Dari kurang lebih Rp. 17 Miliar itu tinggal Rp 15 Miliar karena sisanya sudah dikembalikan (disetor kembali ke Pihak Bank oleh debitur) sehingga sisanya Rp. 15 Miliar,” ungkap orang nomor 1 Halsel ini.

Selain Direktur Utama BPRS Saruma Sejahtera, Ichwan Rahmat, ada keterlibatan oknum pejabat lingkup Halsel yang diberi kuasa oleh Bupati sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) BPRS Saruma Sejahtera.

Oknum pejabat yang diberi kuasa PSP itu dianggap telah menyalahgunakan kuasa yang diberikan kepadanya karena diduga ikut terlibat atas apa yang dilakukan oleh Direktur Utama BPRS Ichwan Rahmat.

Bahkan, Tambah Bupati, Oknum-oknum itu diduga mengambil uang deposit Rp. 10 miliar itu dengan cara menghilangkannya secara administrasi.

Bupati menegaskan, kasus dugaan kejahatan perbankan ini akan diproses hukum, akan tetapi masih menunggu hasil audit yang sementara jalan untuk mengetahui pasti besaran kerugian uang negara.

Bupati yang kembali diwawancarai saat kunjungannya di BPRS Saruma Sejahtera pada Rabu 7 Juni 2023, kembali menegaskan bahwa dirinya telah memberhentikan secara permanen dan tidak terhormat Direktur Utama BPRS Saruma Sejahtera, Ichwan Rahmat.

Pasalnya, Ichwan Rahmat dan kelompoknya diketahui telah mengambil uang Deposit Rp 10 Miliar dengan cara menghilangkannya secara administrasi itu untuk dijadikan uang jaminan kredit macet dari Debitur pemilik 8 perusahaan itu.

“Debitur itu namanya Ibu Leni,” Ucap Usman Sidik yang juga Politisi PKB ini.

Tak hanya itu, tambah Politisi PKB ini, Oknum-oknum tersebut diduga sengaja menerbitkan surat perjanjian yang sangat menguntungkan pihak Debitur kredit macet itu.

Dimana salah satu poin dalam surat perjanjian itu, berbunyi bahwa pihak Bank tidak boleh menyita barang dari Debitur kreditadminstrasi dengan jaminan uang Rp. 10 Miliar yang notabenenya diduga uang Deposit Pemda yang raib secara adminstrasi itu.

Menurut Politisi PKB ini, uang Deposito Pemda Halsel itu berjumlah 16 Miliar. Dimana 10 Miliar itu sudah dijadikan jaminan Debitur bermasalah itu. Sementara Rp. 6 Miliar itu juga dideposit tanpa sepengetahuan Bupati sebagai Pemegang saham terbesar (99 Persen) di BPRS Saruma Sejahtera itu.

“Deposit Pemda itu awalnya Rp. 10 Miliar, terakhir ternyata ada tambahan Deposito Rp. 6 Miliar tetapi itu tanpa sepengetahuan saya sebagai Bupati,” terang Politisi PKB kelahiran desa Orimakurunga ini.

Pria kelahiran desa Orimakurunga ini bilang, Meskipun ada dugaan kejahatan perbankan yang dilakukan sejumlah oknum direksi BPRS Saruma Sejahtera, dipastikan pelayanan di Bank itu tetap berjalan dengan lancar.

“Uang rakyat tetap aman, yang bermasalah itu Deposit pemda yang diambil untuk menjadi jaminan Debitur yang kredit macet itu dan pelayanan nasabah tetap berjalan normal karena BPRS saat ini dijalankan oleh Komisaris Utama dan anggota Komisaris lainnya,” ucapnya.

“Selain itu, salah satu direksi Rustam Mohdar, yang kemarin (selasa) diberhentikan sementara, hari ini telah diaktifkan kembali untuk membantu tetap berjalannya BPRS Saruma Sejahtera. Yang diberhentikan permanen itu Direktur Utamanya, Ichwan Rahmat,” tandasnya. (Fi)

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Iklan

error: Content is protected !!