Ake Gaale Terancam, Pansus RTRW dan Warga Bergerak Selamatkan Sumber Air Ternate

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — Upaya penyelamatan lingkungan dan krisis air bersih di Kota Ternate kembali mengemuka.

Panitia Khusus (Pansus) Revisi RTRW DPRD Kota Ternate menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komunitas Save Ake Gaale, Selasa (19/5), guna membahas langkah strategis perlindungan kawasan sumber air terbesar di kota tersebut.

Dalam forum itu, Komunitas Save Ake Gaale menyerahkan sejumlah rekomendasi kepada Pansus RTRW.

Sedikitnya ada enam poin utama yang didorong untuk dimasukkan dalam kebijakan penataan ruang Kota Ternate.

Anggota Pansus Revisi RTRW, Sartini Hanafi, mengatakan usulan tersebut menitikberatkan pada perlindungan kawasan mata air Ake Gaale sebagai kawasan lindung sekaligus ruang terbuka hijau (RTH).

“Usulan pertama adalah mendesak pemerintah menetapkan kawasan sumber air Ake Gaale sebagai RTH Kota Ternate. Ini penting agar fungsi lahan tidak berubah menjadi kawasan komersial yang dapat merusak daerah resapan air,” kata Sartini.

Selain itu, komunitas juga meminta penataan menyeluruh kawasan Hutan Sagu dan Kali Ake Gaale melalui skema pembebasan lahan permukiman warga secara adil.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan ekosistem alami di sekitar mata air serta mengurangi pencemaran limbah domestik.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD untuk pembangunan sumur resapan di wilayah tangkapan air Ake Gaale.

Infrastruktur ini dianggap krusial guna menjaga kestabilan debit mata air saat musim kemarau.

Di sektor pesisir, Save Ake Gaale turut mengusulkan pembangunan tanggul pantai dan breakwater atau pemecah ombak.

Infrastruktur tersebut diyakini mampu melindungi kawasan sumber air dari ancaman abrasi, cuaca ekstrem, hingga intrusi air laut yang dapat merusak kualitas air tanah.

“Pembangunan breakwater sangat penting untuk meredam energi gelombang laut dan mencegah masuknya air asin ke sumber air tawar,” ujar Sartini, legislator dari Dapil Ternate Utara.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Save Ake Gaale, Muhammad Suhud, menegaskan pentingnya keberpihakan anggaran daerah terhadap konservasi kawasan resapan air.

Komunitas juga mendorong optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Perumda Ake Gaale.

Dana tersebut diharapkan dapat dialokasikan secara rutin untuk pemeliharaan kawasan dan program konservasi lingkungan.

Pansus RTRW DPRD Kota Ternate disebut menerima seluruh rangkaian usulan tersebut. Penataan terpadu antara konservasi lingkungan, penguatan infrastruktur pesisir, dan dukungan pendanaan dinilai menjadi kunci mencegah krisis air bersih di Kota Ternate pada masa mendatang.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Ake Gaale Terancam, Pansus RTRW dan Warga Bergerak Selamatkan Sumber Air Ternate

Ternate — Upaya penyelamatan lingkungan dan krisis air bersih di Kota Ternate kembali mengemuka.

Panitia Khusus (Pansus) Revisi RTRW DPRD Kota Ternate menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komunitas Save Ake Gaale, Selasa (19/5), guna membahas langkah strategis perlindungan kawasan sumber air terbesar di kota tersebut.

Dalam forum itu, Komunitas Save Ake Gaale menyerahkan sejumlah rekomendasi kepada Pansus RTRW.

Sedikitnya ada enam poin utama yang didorong untuk dimasukkan dalam kebijakan penataan ruang Kota Ternate.

Anggota Pansus Revisi RTRW, Sartini Hanafi, mengatakan usulan tersebut menitikberatkan pada perlindungan kawasan mata air Ake Gaale sebagai kawasan lindung sekaligus ruang terbuka hijau (RTH).

“Usulan pertama adalah mendesak pemerintah menetapkan kawasan sumber air Ake Gaale sebagai RTH Kota Ternate. Ini penting agar fungsi lahan tidak berubah menjadi kawasan komersial yang dapat merusak daerah resapan air,” kata Sartini.

Selain itu, komunitas juga meminta penataan menyeluruh kawasan Hutan Sagu dan Kali Ake Gaale melalui skema pembebasan lahan permukiman warga secara adil.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan ekosistem alami di sekitar mata air serta mengurangi pencemaran limbah domestik.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diminta mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD untuk pembangunan sumur resapan di wilayah tangkapan air Ake Gaale.

Infrastruktur ini dianggap krusial guna menjaga kestabilan debit mata air saat musim kemarau.

Di sektor pesisir, Save Ake Gaale turut mengusulkan pembangunan tanggul pantai dan breakwater atau pemecah ombak.

Infrastruktur tersebut diyakini mampu melindungi kawasan sumber air dari ancaman abrasi, cuaca ekstrem, hingga intrusi air laut yang dapat merusak kualitas air tanah.

“Pembangunan breakwater sangat penting untuk meredam energi gelombang laut dan mencegah masuknya air asin ke sumber air tawar,” ujar Sartini, legislator dari Dapil Ternate Utara.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Save Ake Gaale, Muhammad Suhud, menegaskan pentingnya keberpihakan anggaran daerah terhadap konservasi kawasan resapan air.

Komunitas juga mendorong optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Perumda Ake Gaale.

Dana tersebut diharapkan dapat dialokasikan secara rutin untuk pemeliharaan kawasan dan program konservasi lingkungan.

Pansus RTRW DPRD Kota Ternate disebut menerima seluruh rangkaian usulan tersebut. Penataan terpadu antara konservasi lingkungan, penguatan infrastruktur pesisir, dan dukungan pendanaan dinilai menjadi kunci mencegah krisis air bersih di Kota Ternate pada masa mendatang.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan