Pantau Kestabilan Harga Barang di Bulan Ramadhan, Bupati Usman Sidik Sidak di Pasar Labuha

Bagikan :

TERPOPULER

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

BACA JUGA

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Labuha – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), terus melakukan Sidak di Pasar dan pertokoan, Senin (11/04/22). Sidak tersebut bertujuan memantau kestabilan harga dan stok bahan pokok, Barito (Bawang, Rica, Tomat) dan barang lainnya di Bulan Suci Ramadhan Tahun 2022.

Pantauan media ini, sidak dipimpin langsung oleh Bupati Halsel, Usman Sidik didampingi Sekda, Saiful Turuy, Kapolres AKBP. Herry Poerwanto dan sejumlah Kepala SKPD beserta sejumlh Anggota Satpol PP, turun langsung memantau harga barang di Pasar Labuha, Pertokoan di desa Labuha.

Dalam Sidak tersebut, Bupati Usman Sidik bertanya langsung kepada pedagang serta pemilik toko tentang harga bahan pokok di bulan Ramadhan ini, dan meminta agar pedagang tidak menaikan harga barang terlalu tinggi dari harga sebelumnya.

Selain itu, Ia juga meminta agar Pedagang tidak menjual barang yang sudah kadaluarsa kepada warga, sebab bisa membahayakan kesehatan.

“jangan jual lagi barang yang sudah kadaluarsa ya, nanti orang bisa keracunan,” tegasnya.

Ditanyai Bupati tentang harga barang di bulan suci ramadhan ini, sejumlah pedagang di pasar Labuha mangaku, ada jenis barang yang mengalami kenaikan harga seperti Tomat, akan tetapi tidak terlalu sinifikan, dan ada juga barang yang justru turun harga seperti rica Kariba dan rica Nona

“Iya ada yang naik harga tapi tidak terlalu tinggi, seperti tomat, biasa harganya Rp. 10.000 sampai 15.000 perkilo gram sebelum Ramadhan dan di bulan ramadhan ini naik Rp. 20. perkilo gram. tapi rica karibo dan rica nona itu turun harga, rica karibo sebelum puasa itu harga Rp. 80.000 di bulan puasa turun 60.000 perkilo gram, sedangkan rica nona dari Rp. 100.000 turun 80.000 perkilo gram di blan puasa ini.” ucap salah satu pedagang pasar Labuha saat ditanyai Bupati.

Ibu paruh baya itu juga menambahkan, kenaikan harga tomat diakibatkan kekurangan stok tomat sementara permintaannya melonjak di bulan ramadhan ini. “Stok dari petani di bacan kurang jadi dorng jual mahal ke torang pedagang, sementara stok dari luar yang biasa diambil dari manado juga sekarang kurang yang masuk ke bacan jadi harganya naik,” terangnya.

Kenaikan harga barang juga, didapati pada jenis barang seperti beras dan Minyak kelapa. Dimana Harga beras eceran yang biasa dijual Rp. 14.000 menjadi 15.000 perkilo gram. “Beras itu naik hanya Rp. 1.000 saja perkilo gram, tapi Minyak kelapa yang naik harga sekitar Rp 4.000 perkilo gram. ini karena Kita (Peadagang eceran) juga ambil dengan harga yang makin mahal di Toko yang menjadi langganan,” tutur pedagang lainnya di pasar Labuha.

Sementara itu pemilik Toko yang biasanya tempat pedagang di pasar Labuha membeli barang, Toko Eka, di desa Labuha, membenarkan bahwa harga barang berupa minyak kelapa bukan hanya naikharga tetapi juga sedikit mengalami kelangkaan.

“Iya sekarang ini minyak goreng Bimoli saja sudah susah dan kita hanya dapat minyak curah itupun harganya naik terus dari Rp. 200.000 lebih, naik 300.000 sampai sekarang 400.000 lebih, kita beli di manado,” ungkap pemilik Toko Eka yang disapa Pak Haji. (Fi)

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

BERITA UTAMA

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Sidang Kasus Dugaan Suap AGK, Tujuh...

Ternate - Pengadilan Negeri (PN) Ternate gelar sidang kedua atas kasus dugaan suap mantan gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), dengan agenda...

REKOMENDASI

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk...

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Usai Proses Penilaian Akhir Tahun Pelajaran...

Halsel - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Halmahera Selatan, laksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah proses penilaian akhir tahun pelajaran 2023-2024. Plt Kepala MAN 1...

SNPMB-SNBT Tahun 2024 Diumumkan Besok

Ternate - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2024, resmi diumumkan besok, Kamis, 13 Juni 2024. Hasil pengumuman...

IKLAN

Pantau Kestabilan Harga Barang di Bulan Ramadhan, Bupati Usman Sidik Sidak di Pasar Labuha

Labuha – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), terus melakukan Sidak di Pasar dan pertokoan, Senin (11/04/22). Sidak tersebut bertujuan memantau kestabilan harga dan stok bahan pokok, Barito (Bawang, Rica, Tomat) dan barang lainnya di Bulan Suci Ramadhan Tahun 2022.

Pantauan media ini, sidak dipimpin langsung oleh Bupati Halsel, Usman Sidik didampingi Sekda, Saiful Turuy, Kapolres AKBP. Herry Poerwanto dan sejumlah Kepala SKPD beserta sejumlh Anggota Satpol PP, turun langsung memantau harga barang di Pasar Labuha, Pertokoan di desa Labuha.

Dalam Sidak tersebut, Bupati Usman Sidik bertanya langsung kepada pedagang serta pemilik toko tentang harga bahan pokok di bulan Ramadhan ini, dan meminta agar pedagang tidak menaikan harga barang terlalu tinggi dari harga sebelumnya.

Selain itu, Ia juga meminta agar Pedagang tidak menjual barang yang sudah kadaluarsa kepada warga, sebab bisa membahayakan kesehatan.

“jangan jual lagi barang yang sudah kadaluarsa ya, nanti orang bisa keracunan,” tegasnya.

Ditanyai Bupati tentang harga barang di bulan suci ramadhan ini, sejumlah pedagang di pasar Labuha mangaku, ada jenis barang yang mengalami kenaikan harga seperti Tomat, akan tetapi tidak terlalu sinifikan, dan ada juga barang yang justru turun harga seperti rica Kariba dan rica Nona

“Iya ada yang naik harga tapi tidak terlalu tinggi, seperti tomat, biasa harganya Rp. 10.000 sampai 15.000 perkilo gram sebelum Ramadhan dan di bulan ramadhan ini naik Rp. 20. perkilo gram. tapi rica karibo dan rica nona itu turun harga, rica karibo sebelum puasa itu harga Rp. 80.000 di bulan puasa turun 60.000 perkilo gram, sedangkan rica nona dari Rp. 100.000 turun 80.000 perkilo gram di blan puasa ini.” ucap salah satu pedagang pasar Labuha saat ditanyai Bupati.

Ibu paruh baya itu juga menambahkan, kenaikan harga tomat diakibatkan kekurangan stok tomat sementara permintaannya melonjak di bulan ramadhan ini. “Stok dari petani di bacan kurang jadi dorng jual mahal ke torang pedagang, sementara stok dari luar yang biasa diambil dari manado juga sekarang kurang yang masuk ke bacan jadi harganya naik,” terangnya.

Kenaikan harga barang juga, didapati pada jenis barang seperti beras dan Minyak kelapa. Dimana Harga beras eceran yang biasa dijual Rp. 14.000 menjadi 15.000 perkilo gram. “Beras itu naik hanya Rp. 1.000 saja perkilo gram, tapi Minyak kelapa yang naik harga sekitar Rp 4.000 perkilo gram. ini karena Kita (Peadagang eceran) juga ambil dengan harga yang makin mahal di Toko yang menjadi langganan,” tutur pedagang lainnya di pasar Labuha.

Sementara itu pemilik Toko yang biasanya tempat pedagang di pasar Labuha membeli barang, Toko Eka, di desa Labuha, membenarkan bahwa harga barang berupa minyak kelapa bukan hanya naikharga tetapi juga sedikit mengalami kelangkaan.

“Iya sekarang ini minyak goreng Bimoli saja sudah susah dan kita hanya dapat minyak curah itupun harganya naik terus dari Rp. 200.000 lebih, naik 300.000 sampai sekarang 400.000 lebih, kita beli di manado,” ungkap pemilik Toko Eka yang disapa Pak Haji. (Fi)

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Iklan

error: Content is protected !!