Akademisi STAI Al-Khairaat Labuha Minta Disdik Halsel Perhatikan PKBM

Bagikan :

TERPOPULER

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

BACA JUGA

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Labuha – Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairaat Labuha, M. Kasim Faisal, S.Pd, M.Pd, kembali meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), agar serius memperhatikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang ada di Halsel.

Permintaan Akademisi tersebut berkaitan dengan adanya edaran Pemerintah daerah (Pemda), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel, mengenai perbaikan administrasi dan peningkatan SDM di setiap desa yang menerangkan tentang struktur pemerintahan desa (KAUR), harus minimal berijazah SMA/Sederajat.

Menurut, Kasim, dari hasil informasi serta diskusi secara alami dan penyampaian langsung dari masyarakat, bahwasannya ada dugaan praktek manipulasi dokumen ijazah paket C, oleh beberapa KAUR pemerintahan desa guna memenuhi syarat, untuk diangkat sebagai staf desa. Olehnya itu, DPMD Halsel, dalam hal ini telah mengeluarkan edaran sesuai dengan UU Desa nomor 6 tahun 2014 tentang pengelolaan administrasi desa dan jajarannya secara organisatoris serta tata kelola keuangan desa secara menyeluruh.

Selain itu data observasi menemukan bahwa terdapat dugaan oknum KAUR yang diduga ingin memanipulasi dokumen ijazah paket C, dimana latar belakang pendidikannya secara formal hanya sebatas Sekolah Dasar,” bebernya.

Lebih lanjut, Kasim, menjelaskan jika kita merujuk ke sistem pendidikan Nasional lamanya pendidikan paket C menjadi 3 tahun apabila dalam kasusnya peserta didik lulus SMP, namun tidak melanjutkan ke jenjang SMA.

Namun apabila sudah menjalani pendidikan selama satu tahun dan atau kelas X dan memiliki raport, namun tidak melanjutkan ke kelas XI, maka pada kasus ini siswa berhak mengikuti program paket C selama 2 tahun. Sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nasional Nomor: 21 tahun 2009, tentang ujian Nasional program paket A, program paket B dan program paket C.

Olehnya itu, Kasim, meminta dalam hal edaran tersebut Disdik Halsel, lebih mengoptimalkan dan mengawasi PKBM yang ada di wilayah Halsel, pasalnya ada dugaan oknum kepala desa yang menggunakan ijazah paket sebagai syarat Cakades pada Pilkades tahun 2023 lalu, dimana ijazah paket tersebut tidak terdaftar di pangkalan data pendidikan,” tutupnya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum...

BERITA UTAMA

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

REKOMENDASI

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

IKLAN

Akademisi STAI Al-Khairaat Labuha Minta Disdik Halsel Perhatikan PKBM

Labuha – Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairaat Labuha, M. Kasim Faisal, S.Pd, M.Pd, kembali meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), agar serius memperhatikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang ada di Halsel.

Permintaan Akademisi tersebut berkaitan dengan adanya edaran Pemerintah daerah (Pemda), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel, mengenai perbaikan administrasi dan peningkatan SDM di setiap desa yang menerangkan tentang struktur pemerintahan desa (KAUR), harus minimal berijazah SMA/Sederajat.

Menurut, Kasim, dari hasil informasi serta diskusi secara alami dan penyampaian langsung dari masyarakat, bahwasannya ada dugaan praktek manipulasi dokumen ijazah paket C, oleh beberapa KAUR pemerintahan desa guna memenuhi syarat, untuk diangkat sebagai staf desa. Olehnya itu, DPMD Halsel, dalam hal ini telah mengeluarkan edaran sesuai dengan UU Desa nomor 6 tahun 2014 tentang pengelolaan administrasi desa dan jajarannya secara organisatoris serta tata kelola keuangan desa secara menyeluruh.

Selain itu data observasi menemukan bahwa terdapat dugaan oknum KAUR yang diduga ingin memanipulasi dokumen ijazah paket C, dimana latar belakang pendidikannya secara formal hanya sebatas Sekolah Dasar,” bebernya.

Lebih lanjut, Kasim, menjelaskan jika kita merujuk ke sistem pendidikan Nasional lamanya pendidikan paket C menjadi 3 tahun apabila dalam kasusnya peserta didik lulus SMP, namun tidak melanjutkan ke jenjang SMA.

Namun apabila sudah menjalani pendidikan selama satu tahun dan atau kelas X dan memiliki raport, namun tidak melanjutkan ke kelas XI, maka pada kasus ini siswa berhak mengikuti program paket C selama 2 tahun. Sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nasional Nomor: 21 tahun 2009, tentang ujian Nasional program paket A, program paket B dan program paket C.

Olehnya itu, Kasim, meminta dalam hal edaran tersebut Disdik Halsel, lebih mengoptimalkan dan mengawasi PKBM yang ada di wilayah Halsel, pasalnya ada dugaan oknum kepala desa yang menggunakan ijazah paket sebagai syarat Cakades pada Pilkades tahun 2023 lalu, dimana ijazah paket tersebut tidak terdaftar di pangkalan data pendidikan,” tutupnya.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Iklan

error: Content is protected !!