Mahasiswa Hukum Unkhair Gelar Campozola Fest, Angkat Film Lokal Ternate

Bagikan :

TERPOPULER

Layanan Air PDAM Ake Gaale Tak...

BACA JUGA

Ternate — Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar “Campozola Fest” bertema The First Vibration di pelataran parkir Benteng Oranje, Jumat (22/5) malam.

Kegiatan yang diinisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Fakultas Hukum Unkhair itu menjadi wadah kreativitas mahasiswa di bidang seni dan budaya di Maluku Utara.

Ketua panitia, Fathal Mubin M Putra, mengatakan festival tersebut bertujuan mendorong mahasiswa agar terus kreatif serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi era Society 5.0, tanpa meninggalkan nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman modern.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tetap produktif berkarya sekaligus ikut melestarikan budaya daerah,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara itu, panitia juga menampilkan film lokal Ternate berjudul Karya Ada Industri Tidak yang disertai sesi talkshow bersama Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif.

Nurlaela mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membuka ruang dialog antara generasi muda, seni, dan kebudayaan.

“Terima kasih sudah mengundang kami dalam talkshow bertajuk ‘Film Lokal Ternate: Karya Ada Industri Tidak’. Ini menunjukkan bahwa anak muda tidak alergi terhadap politik dan siap berkolaborasi dalam pelestarian cagar budaya serta pemajuan kebudayaan di Kota Ternate maupun Maluku Utara,” kata Nurlaela.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate itu menilai generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kebudayaan dan pelestarian sejarah.

Menurut dia, modernisasi menjadi tantangan tersendiri karena mulai mengikis nilai budaya dan sejarah lokal.

Karena itu, ia mendorong anak muda untuk lebih aktif menghasilkan karya kreatif, termasuk film lokal yang mengangkat tema sejarah dan budaya Ternate.

Selain Nurlaela, talkshow tersebut juga menghadirkan Ketua Gekrafs Maluku Utara, Imran Guraci, serta sineas Win Ilyas.

Keduanya membahas tantangan industri film lokal dan pentingnya dukungan terhadap sineas muda agar mampu menghasilkan karya yang menjadi kebanggaan daerah.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Mahasiswa Hukum Unkhair Gelar Campozola Fest, Angkat Film Lokal Ternate

Ternate — Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar “Campozola Fest” bertema The First Vibration di pelataran parkir Benteng Oranje, Jumat (22/5) malam.

Kegiatan yang diinisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Fakultas Hukum Unkhair itu menjadi wadah kreativitas mahasiswa di bidang seni dan budaya di Maluku Utara.

Ketua panitia, Fathal Mubin M Putra, mengatakan festival tersebut bertujuan mendorong mahasiswa agar terus kreatif serta meningkatkan kapasitas dalam menghadapi era Society 5.0, tanpa meninggalkan nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman modern.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tetap produktif berkarya sekaligus ikut melestarikan budaya daerah,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara itu, panitia juga menampilkan film lokal Ternate berjudul Karya Ada Industri Tidak yang disertai sesi talkshow bersama Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif.

Nurlaela mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membuka ruang dialog antara generasi muda, seni, dan kebudayaan.

“Terima kasih sudah mengundang kami dalam talkshow bertajuk ‘Film Lokal Ternate: Karya Ada Industri Tidak’. Ini menunjukkan bahwa anak muda tidak alergi terhadap politik dan siap berkolaborasi dalam pelestarian cagar budaya serta pemajuan kebudayaan di Kota Ternate maupun Maluku Utara,” kata Nurlaela.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate itu menilai generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kebudayaan dan pelestarian sejarah.

Menurut dia, modernisasi menjadi tantangan tersendiri karena mulai mengikis nilai budaya dan sejarah lokal.

Karena itu, ia mendorong anak muda untuk lebih aktif menghasilkan karya kreatif, termasuk film lokal yang mengangkat tema sejarah dan budaya Ternate.

Selain Nurlaela, talkshow tersebut juga menghadirkan Ketua Gekrafs Maluku Utara, Imran Guraci, serta sineas Win Ilyas.

Keduanya membahas tantangan industri film lokal dan pentingnya dukungan terhadap sineas muda agar mampu menghasilkan karya yang menjadi kebanggaan daerah.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan