Pasokan Cakalang di Ternate Menurun, Ini Penjelasan PPN

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — Pasokan ikan cakalang di Kota Ternate, Maluku Utara, mengalami penurunan. Kondisi itu terlihat dari volume ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate yang menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala PPN Ternate Amirullah Sjahir mengatakan, cakalang merupakan komoditas utama yang mendominasi aktivitas pendaratan ikan di pelabuhan tersebut.

“Jadi ini sumber utamanya ikan cakalang. Ikan cakalang ini juga jadi sumber utama di PPN Ternate,” kata Amirullah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/8/).

Menurut dia, PPN Ternate menjalankan fungsi kepelabuhanan, termasuk melakukan pendataan terhadap hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di pelabuhan.

Berdasarkan pemantauan saat ini, volume pendaratan ikan di PPN Ternate tercatat menurun dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Dari aspek yang kita lihat sekarang, kondisi pendaratan ikan atau volumenya agak jauh berkurang atau telah menurun dibanding periode-periode sebelumnya,” ungkapnya.

Amirullah mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pola konsumsi masyarakat Kota Ternate cukup spesifik. Cakalang menjadi salah satu jenis ikan yang paling banyak diminati masyarakat.

“Kalau kita lihat terkait dengan inflasi tadi, pola hidup masyarakat di Kota Ternate lebih mengonsumsi ikan cakalang. Artinya masyarakat Kota Ternate lebih spesifik, memang doyan ikan cakalang,” jelasnya.

Meski volume cakalang yang didaratkan menurun, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut tetap tinggi. Dengan demikian, pasokan harus tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Ikan cakalang ini jadi kebutuhan yang harus tetap ada. Tetapi dari volume yang didaratkan juga agak berkurang sekarang. Artinya kebutuhan tetap disuplai, tapi jumlahnya kurang,” terangnya.

Lebih lanjut, Amirullah menjelaskan penangkapan cakalang di wilayah Ternate memiliki karakteristik tersendiri. Nelayan umumnya mengandalkan alat tangkap pole and line atau pancing ulur untuk menangkap komoditas tersebut.

Dia menuturkan penurunan hasil tangkapan tidak disebabkan oleh satu faktor. Sejumlah aspek teknis dan kondisi di lapangan turut memengaruhi produktivitas nelayan.

“Banyak faktor yang berpengaruh, seperti faktor teknis, faktor alam, faktor ketersediaan umpan, dan faktor operasional,” ungkapnya.

Penurunan pendaratan tersebut membuat ketersediaan cakalang di pasar perlu mendapat perhatian. Pasalnya, komoditas ini tidak hanya menjadi sumber protein bagi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan dinamika harga dan inflasi di Kota Ternate.

Amirullah mengatakan PPN Ternate akan terus menjalankan fungsi pendataan hasil tangkapan sebagai bagian dari pemantauan aktivitas perikanan dan kondisi pendaratan ikan di wilayah tersebut.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Pasokan Cakalang di Ternate Menurun, Ini Penjelasan PPN

Ternate — Pasokan ikan cakalang di Kota Ternate, Maluku Utara, mengalami penurunan. Kondisi itu terlihat dari volume ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate yang menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala PPN Ternate Amirullah Sjahir mengatakan, cakalang merupakan komoditas utama yang mendominasi aktivitas pendaratan ikan di pelabuhan tersebut.

“Jadi ini sumber utamanya ikan cakalang. Ikan cakalang ini juga jadi sumber utama di PPN Ternate,” kata Amirullah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/8/).

Menurut dia, PPN Ternate menjalankan fungsi kepelabuhanan, termasuk melakukan pendataan terhadap hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di pelabuhan.

Berdasarkan pemantauan saat ini, volume pendaratan ikan di PPN Ternate tercatat menurun dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Dari aspek yang kita lihat sekarang, kondisi pendaratan ikan atau volumenya agak jauh berkurang atau telah menurun dibanding periode-periode sebelumnya,” ungkapnya.

Amirullah mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pola konsumsi masyarakat Kota Ternate cukup spesifik. Cakalang menjadi salah satu jenis ikan yang paling banyak diminati masyarakat.

“Kalau kita lihat terkait dengan inflasi tadi, pola hidup masyarakat di Kota Ternate lebih mengonsumsi ikan cakalang. Artinya masyarakat Kota Ternate lebih spesifik, memang doyan ikan cakalang,” jelasnya.

Meski volume cakalang yang didaratkan menurun, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut tetap tinggi. Dengan demikian, pasokan harus tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Ikan cakalang ini jadi kebutuhan yang harus tetap ada. Tetapi dari volume yang didaratkan juga agak berkurang sekarang. Artinya kebutuhan tetap disuplai, tapi jumlahnya kurang,” terangnya.

Lebih lanjut, Amirullah menjelaskan penangkapan cakalang di wilayah Ternate memiliki karakteristik tersendiri. Nelayan umumnya mengandalkan alat tangkap pole and line atau pancing ulur untuk menangkap komoditas tersebut.

Dia menuturkan penurunan hasil tangkapan tidak disebabkan oleh satu faktor. Sejumlah aspek teknis dan kondisi di lapangan turut memengaruhi produktivitas nelayan.

“Banyak faktor yang berpengaruh, seperti faktor teknis, faktor alam, faktor ketersediaan umpan, dan faktor operasional,” ungkapnya.

Penurunan pendaratan tersebut membuat ketersediaan cakalang di pasar perlu mendapat perhatian. Pasalnya, komoditas ini tidak hanya menjadi sumber protein bagi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan dinamika harga dan inflasi di Kota Ternate.

Amirullah mengatakan PPN Ternate akan terus menjalankan fungsi pendataan hasil tangkapan sebagai bagian dari pemantauan aktivitas perikanan dan kondisi pendaratan ikan di wilayah tersebut.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan