Ternate – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku Utara memperkuat kapasitas jajaran humas melalui Bimbingan Teknis Penguatan Kehumasan dan Pemberitaan Pemasyarakatan, Kamis (1/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Ternate, tersebut diarahkan untuk mewujudkan komunikasi publik yang profesional, aktual, akurat, dan berintegritas.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Bagus Kurniawan, mengatakan humas memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi, kepercayaan publik, serta menjaga reputasi organisasi, terutama di tengah derasnya arus informasi di ruang digital.
Menurutnya, fungsi humas tidak sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung antara organisasi dan publik sekaligus mata dan telinga pimpinan dalam memantau perkembangan opini publik.
“Humas itu sangat penting. Humas berperan dalam menghadapi krisis, strategi komunikasi, kepercayaan publik, dan reputasi organisasi,” ujar Bagus.
Ia menekankan, perkembangan teknologi digital menuntut jajaran humas mampu memproduksi konten publik yang informatif dan edukatif. Konten tersebut dapat dikemas dalam bentuk infografis, foto, video maupun informasi yang disebarluaskan melalui media sosial dan situs resmi organisasi.
Bagus juga mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan memanfaatkan media sosial untuk mengangkat berbagai program dan kegiatan positif yang berlangsung di lingkungan Pemasyarakatan.
Ia mencontohkan kegiatan pembuatan Tenun Donggala di Rutan Donggala yang dapat dikemas sebagai konten pembinaan sekaligus menjadi ciri khas UPT.
“Gunakanlah media sosial ini untuk menjaga reputasi kita. Banyak kegiatan di Lapas dan Unit Pelaksana Teknis lainnya yang bisa membuat citra Pemasyarakatan kembali baik,” katanya.
Bagus menambahkan, kemampuan merespons situasi krisis menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pengelola humas. Kecepatan dan ketepatan dalam menyampaikan informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat ketika organisasi menghadapi persoalan di ruang publik.
Selain penguatan kapasitas internal, ia mendorong jajaran Pemasyarakatan memperkuat kemitraan dengan media massa. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas penyebarluasan informasi terkait program dan capaian Pemasyarakatan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Bagus berharap wawasan dan keterampilan jajaran humas semakin meningkat, terutama dalam produksi konten digital, fotografi, produksi dan penyuntingan video, serta penyampaian informasi secara cepat dan tepat.
“Inti peran Humas adalah menjaga komunikasi, kepercayaan, dan reputasi organisasi, terutama ketika mengalami krisis di ruang publik dan digital,” pungkasnya.



