Ternate — Polres Ternate bersama Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dan International Organization for Migration (IOM) menggelar koordinasi Program Kampanye Informasi Publik tentang Migrasi Aman bagi awak kapal perikanan dan masyarakat pesisir, Senin (2/3).
Kegiatan berlangsung di Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate dan Markas Polres Ternate sebagai bagian dari upaya pencegahan kejahatan lintas negara, khususnya pelintas batas ilegal dan penyelundupan orang (people smuggling) di wilayah hukum Polda Maluku Utara.
Program ini diselenggarakan IOM di wilayah Maluku Utara dengan penanggung jawab Kombes Pol Juara Silalahi dari Divhubinter Set NCB.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan IOM Muh Asdar dan Zico Pestalozzi, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Eva Suryaman, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, serta Kepala PPN Ternate Kamarudin.
Kombes Pol Juara Silalahi menjelaskan, kampanye ini bertujuan memberikan edukasi kepada awak kapal perikanan dan masyarakat pesisir agar tidak melakukan penangkapan ikan di wilayah negara lain maupun terlibat dalam penyelundupan manusia.
Ia menegaskan, sinergi Divhubinter Polri dan IOM merupakan langkah preventif untuk menekan kejahatan transnasional. Pasalnya, masih ditemukan kasus nelayan yang menangkap ikan di perairan Australia dan terindikasi terlibat dalam penyelundupan orang.
Menurutnya, kampanye migrasi aman ini menjadi perhatian pimpinan sebagai langkah konkret mencegah penyelundupan manusia dan praktik illegal fishing di perairan negara lain.
Ia juga meminta apabila ditemukan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penanganannya dilakukan secara profesional hingga tahap P-21.
Selama dua hari, tim melaksanakan sesi kampanye langsung di PPN Ternate dengan menyasar awak kapal dan masyarakat pesisir.
Sementara itu, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan di Maluku Utara relatif aman dan kondusif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir sempat ditemukan kapal asing asal Filipina yang memasuki perairan Maluku Utara untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal.
“Sinergi dan penguatan pengawasan menjadi langkah penting dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia,” ujarnya.
Kepala PPN Ternate Kamarudin menambahkan, mayoritas kapal perikanan asal Maluku Utara berukuran kecil dan jarang melaut hingga ke perairan Australia.
“Jika terdapat nelayan asal Maluku Utara di wilayah lain, diduga yang bersangkutan merupakan anak buah kapal dari kapal yang berasal dari luar daerah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, awak kapal perikanan dan masyarakat pesisir di Ternate diharapkan semakin memahami pentingnya migrasi yang aman dan tidak terlibat dalam aktivitas melanggar hukum, demi menjaga keamanan wilayah serta nama baik Indonesia di tingkat internasional.



