Ternate – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku Utara menggelar aksi damai sebagai respons atas pemberitaan yang menyebut adanya rencana penggabungan (merger) antara Partai NasDem dan Partai Gerindra, Rabu (15/4).
Aksi dipusatkan di Sekretariat DPW NasDem Maluku Utara, Kelurahan Kampung Makassar Timur, Ternate Tengah, Kota Ternate.
Ketua DPW NasDem Maluku Utara, Husni Bopeng, menegaskan bahwa isu merger tersebut tidak berdasar dan bukan merupakan sikap resmi partai.
Ia menyebut pemberitaan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan kader hingga ke daerah.
“NasDem telah berdiri hampir 15 tahun dengan ideologi restorasi yang jelas. Tidak benar jika disebut akan melebur dengan partai lain,” kata Husni.
Ia juga membantah kabar yang menyebut Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, bertemu dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, untuk membahas penggabungan partai.
“Itu tidak benar dan tidak dapat diterima,” ujarnya.
Selain substansi pemberitaan, Husni turut menyoroti penggambaran visual terhadap Surya Paloh yang dinilai tidak pantas dan menyinggung kader partai.
Menurutnya, kader NasDem di daerah menilai pemberitaan tersebut berpotensi menggiring opini publik yang merugikan citra partai.
Terkait langkah lanjutan, Husni menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem tengah mempertimbangkan langkah hukum.
Sebelumnya, DPW NasDem DKI Jakarta telah mendatangi pihak media terkait dan menerima permintaan maaf. Namun demikian, kader di Maluku Utara menilai permintaan maaf tersebut belum cukup dan mendorong agar persoalan ini ditindaklanjuti secara hukum.
Aksi damai ini disebut sebagai bentuk solidaritas kader daerah sekaligus penegasan sikap penolakan terhadap pemberitaan yang dianggap merugikan partai.


