Halteng – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 11 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang diproduksi di kawasan industri terpadu tersebut.
Sebanyak 11 proyek hilirisasi yang diresmikan terdiri atas empat proyek industri yang telah rampung dan mulai memasuki tahap komersialisasi, serta tujuh proyek industri baru yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru di Kawasan Weda Bay Industrial Park,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menyebut perkembangan industri hilirisasi di kawasan IWIP merupakan capaian yang patut dibanggakan. Ia sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian dan perlindungan terhadap investasi yang masuk ke Indonesia.
“Apa yang dihasilkan dalam beberapa tahun ini sungguh sesuatu yang patut kita banggakan. Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen pemerintah RI untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari manapun yang ditanamkan di bumi Indonesia,” tegasnya.
Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menjelaskan, dari total 11 proyek tersebut, empat proyek telah selesai dibangun dan memasuki tahap komersialisasi. Nilai investasi untuk empat proyek tersebut mencapai US$3,4 miliar.
“Dari 11 itu, Bapak Presiden, empat proyek sudah selesai dan baru selesai dan melakukan seremoni komersial dan juga ekspor senilai US$3,4 miliar yang sudah selesai,” ujar Rosan.
Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Menko PMK Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Hadir pula Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BGN Sudaryono, dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.



