Ternate – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara menggandeng distributor lokal untuk menggelar pasar pangan murah secara bergilir di Kota Ternate mulai pekan depan.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung dua kali sepekan, setiap Jumat dan Sabtu, dengan menyasar sejumlah kelurahan secara bergantian, di antaranya Kelurahan Ubo-Ubo, Bastiong, dan Kelurahan Kalumata.
Distributor komoditas bawang, cabai, dan tomat di Kota Ternate, Nurjaya Ibrahim mengatakan program pangan murah merupakan respon langsung atas lonjakan harga kebutuhan pokok belakangan ini.
“BI meminta kami sebagai distributor untuk terus menggelar pangan murah demi menekan harga di tingkat pasar dan mengendalikan inflasi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (02/7).
Nurjaya yang juga anggota DPRD Kota Ternate, optimisti intervensi pasar secara rutin dan akan memaksa harga komoditas di pasar konvensional ikut turun. Ketika masyarakat mendapatkan alternatif belanja yang lebih murah, para pedagang pasar mau tidak mau harus menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.
“Kalau masyarakat rutin berbelanja di pasar murah setiap minggu, permintaan di pasar umum akan berkurang. Kondisi itu otomatis mendorong pedagang pasar menyesuaikan harga mereka,” kata Nurjaya.
Ia ditunjuk oleh Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara karena jaringan distribusi miliknya dinilai kuat dan mampu melakukan intervensi harga secara tepat saat terjadi gejolak pasokan.
Dalam program ini, komoditas yang disediakan tidak hanya bawang, cabai, dan tomat, tetapi juga kebutuhan pokok lain seperti beras kemasan 5 kilogram, gula pasir, dan minyak goreng.
“Harapan kami masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus program ini menjadi instrumen efektif pengendalian inflasi,” harap srikandi Gerindra itu.


