Halut — Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Dukono, Halmahera Utara (Halut), usai terjadi erupsi pada Jumat (8/5).
Kedua korban ditemukan pada Minggu (10/5) sekitar pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E atau sekitar 13 meter ke arah utara dari titik awal sinyal darurat (distress signal) yang pertama kali diterima Basarnas Command Centre (BCC).
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Keduanya diketahui terhimpit batu besar dengan posisi saling berpelukan.
“Korban ditemukan pada satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” ujar Iwan dalam keterangan resminya, Minggu (10/5).
Usai ditemukan, Tim SAR Gabungan mengevakuasi kantong jenazah dari bibir kawah Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya.
Proses evakuasi berlangsung dalam cuaca hujan dan kondisi medan yang dinilai sangat berbahaya.
Jenazah kedua korban tiba di posko induk sekitar pukul 17.43 WIT sebelum selanjutnya dibawa ke RSUD Tobelo untuk autopsi.
Iwan menyebut seluruh personel SAR tetap bekerja maksimal meski menghadapi risiko tinggi di lapangan.
“Walaupun hujan dan kondisi lapangan sangat berisiko, tim tetap bekerja tanpa mengenal lelah hingga korban berhasil dievakuasi,” katanya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Iwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pencarian dan evakuasi, mulai dari Pemkab Halut, TNI-Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat.
Sebelumnya, Kantor SAR Ternate menerima laporan dari Basarnas Command Center terkait sinyal darurat (SOS) yang dipancarkan perangkat Garmin pada 8 Mei 2026 dari kawasan Gunung Dukono.
Informasi tersebut kemudian diperkuat laporan Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono.
Berdasarkan data yang diterima tim SAR, para korban terdiri dari Heng dan Sha — WNA asal Singapura, dan Angel, WNI.


