back to top

Puskesmas Kalumata Tangani 35 Kasus Suspek Campak

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate – Puskesmas Kalumata, Kota Ternate, Maluku Utara, tangani 35 kasus Suspek Campak di Wilayah Kota Ternate Selatan.

“Kasus suspek campak mulai dari Januari 2024 sampai Mei 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kalumata total 35 kasus,” ucap Fathimah S.K.M sebagai Petugas Surveilans Puskesmas Kakumata, saat di wawancarai awak media, Selasa (04/06).

 

Fathimah menyampaikan bahwa cara penanganan kasus campak oleh pihanya yakni, perberlakuan Posyandu di masing-masing kelurahan, Pemberian imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapat imunisasi, baik campak maupun imunisasi lainnya, Penyuluhan di dalam gedung dan posyandu, Pengobatan pasien dengan gejala campak dan pemberian vitamin A, serta Isolasi pasien campak.

“Isolasi campak ini dengan menganjurkan agar tidak keluar rumah selama masa penularan 7 hari,” kata Dia.

“Harapannya agar masyarakat mau ke posyandu dan puskesmas untuk memberikan imunisasi pada anaknya mulai dari usia 0-2 tahun secara lengkap dan tepat waktu sehingga terhindar dari Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I),” pinta Fathimah.

Sekedar diketahui, Kasus Campak atau yang dikenal di Kota Ternate dengan penyakit sarampa saat ini merebak di Kota Ternate bahkan sudah menjadi Kasus Luar Biasa (KLB).

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Puskesmas Kalumata Tangani 35 Kasus Suspek Campak

Imalut.com

Ternate – Puskesmas Kalumata, Kota Ternate, Maluku Utara, tangani 35 kasus Suspek Campak di Wilayah Kota Ternate Selatan.

“Kasus suspek campak mulai dari Januari 2024 sampai Mei 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kalumata total 35 kasus,” ucap Fathimah S.K.M sebagai Petugas Surveilans Puskesmas Kakumata, saat di wawancarai awak media, Selasa (04/06).

 

Fathimah menyampaikan bahwa cara penanganan kasus campak oleh pihanya yakni, perberlakuan Posyandu di masing-masing kelurahan, Pemberian imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapat imunisasi, baik campak maupun imunisasi lainnya, Penyuluhan di dalam gedung dan posyandu, Pengobatan pasien dengan gejala campak dan pemberian vitamin A, serta Isolasi pasien campak.

“Isolasi campak ini dengan menganjurkan agar tidak keluar rumah selama masa penularan 7 hari,” kata Dia.

“Harapannya agar masyarakat mau ke posyandu dan puskesmas untuk memberikan imunisasi pada anaknya mulai dari usia 0-2 tahun secara lengkap dan tepat waktu sehingga terhindar dari Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I),” pinta Fathimah.

Sekedar diketahui, Kasus Campak atau yang dikenal di Kota Ternate dengan penyakit sarampa saat ini merebak di Kota Ternate bahkan sudah menjadi Kasus Luar Biasa (KLB).

Tim Redaksi

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!