Ternate – Berdasarkan keputusan Gubernur Maluku Utara, dr. Rosita Alkatiri, resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Chasan Boesoirie.
Mengemban amanah tersebut, dr. Rosita menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Rabu (29/4), ia menyampaikan bahwa tanggung jawab ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk pengabdian bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berdaya saing.
“RSUD Chasan Boesoirie bukan hanya institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang pengabdian bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, manajemen, hingga masyarakat, untuk bersinergi agar rumah sakit ini terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan publik secara optimal,” jelas dr. Rosita.
Ia menambahkan, visi rumah sakit sebagai institusi unggulan dalam pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan penelitian menuju Maluku Utara yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan harus diwujudkan melalui kerja kolektif yang terukur dan berkesinambungan.
Menurut dia, tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks menuntut pendekatan kolaboratif lintas sektor, bukan lagi parsial. Budaya kerja yang saling mendukung menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang maksimal.
“Rumah sakit besar lahir dari kolaborasi yang besar pula. Semua pihak memiliki peran penting dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan manusiawi,” tambah alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tersebut.
Dalam masa kepemimpinannya, dr. Rosita menetapkan sejumlah prioritas strategis, di antaranya penguatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, pembenahan tata kelola internal, serta peningkatan disiplin dan budaya kerja profesional.
Selain itu, manajemen juga akan fokus pada optimalisasi kompetensi sumber daya manusia serta penguatan peran rumah sakit sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan penelitian kesehatan di Maluku Utara.
Tak hanya itu. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan akomodatif, baik di lingkungan internal maupun dengan masyarakat luas, guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit.
“Kami menyadari bahwa membangun pelayanan kesehatan unggul membutuhkan proses dan dukungan bersama. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci bagi kemajuan RSUD Chasan Boesoirie,” terangnya.
Di akhir pernyataannya, dr. Rosita mengajak seluruh jajaran untuk menjaga integritas dan ketulusan dalam melayani.
“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal sistem dan fasilitas, tetapi juga tentang hati. Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis RSUD Chasan Boesoirie dapat terus tumbuh menjadi rumah sakit rujukan yang unggul, terpercaya, dan membanggakan di Maluku Utara,” pungkasnya.


