Ternate – Pedagang daun pandan bersama mahasiswa menggelar aksi protes di depan Pasar Higienis, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (24/4).
Dalam aksi tersebut, massa memblokir jalan utama di depan pasar sambil menghamburkan daun pandan ke badan jalan sebagai bentuk protes.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIT itu sempat memicu kemacetan arus lalu lintas. Aparat dari Polres Ternate dan Satuan Lalu Lintas kemudian turun tangan untuk melakukan penertiban dan mengurai kepadatan kendaraan.
Salah satu pedagang, Yati, mendesak Pemerintah Kota Ternate segera mengevaluasi kebijakan relokasi yang dinilai merugikan pedagang kecil. Ia berharap aktivitas jual beli dapat kembali normal tanpa mengorbankan mata pencaharian mereka.
“Kami ingin ditempatkan di dalam pasar, bukan di luar. Kami tetap membayar retribusi, tapi justru dipindahkan ke Kampung Makassar Timur. Ini tentu memengaruhi pendapatan kami,” ujarnya.
Yati juga menilai kebijakan tersebut belum diterapkan secara adil. Ia menuding masih ada perlakuan yang tidak merata dalam penataan pedagang.
“Kalau aturan ditegakkan, harusnya berlaku untuk semua. Jangan hanya yang punya uang ditempatkan di lokasi strategis, sementara yang lain tersisih,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Disperindag Kota Ternate, Mansur P. Mahli, menegaskan pihaknya berkomitmen menata pedagang tanpa diskriminasi.
“Pada prinsipnya, penataan dilakukan tanpa tebang pilih,” ucapnya.


