Peringati Hari Lahir Pancasila, LMND Halut Gelar Aksi, Ini Tuntutannya

Bagikan :

TERPOPULER

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

BACA JUGA

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Tobelo – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Halmahera Utara (Halut), gelar aksi peringati hari lahir Pancasila 1 Juni 2023, Kamis (01/06).

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, pada pukul 02.00 Wit, massa aksi berkumpul di kampus Uniera sambil melakukan orasi, selanjutnya massa aksi berjalan menuju rute aksi, yakni Perempatan Pelabuhan Halut, Depan Galaxy, dan Bundaran Hibualamo.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Lofri Karianga, mengatakan Pancasila merupakan landasan bagi semua aktifitas kemasyarakatan, keagamaan, dan kebudayaan di Indonesia. Selain itu, kata dia, Pancasila juga merupakan simbol integrasi dan kesatuan bangsa indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama dan adat istiadat.

Tanpa Pancasila, menurutnya, indonesia tidak akan memiliki landasan yang kokoh untuk menjalankan kebijakan dan mengelola kepentingan yang beragam di dalam negeri.

“Namun Pancasila juga telah menjadi obyek kontroversi dalam sejarah Indonesia. Karena sejatinya tujuan dari Pancasila adalah lebih memenuhi kebutuhan manusia dan lebih menyelamatkan manusia,” pungkasnya

[the_ad id=”3193″]

Lofri bilang, jika dilihat, dunia pendidikan hari ini tidak lagi dipandang sebagai lembaga intelektual untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun direduksi hanya sebagai komoditi. Konsekuensi dunia pendidikan semakin mahal, karena institusi pendidikannya beroperasi untuk memaksimalkan keuntungan, sehingga pendidikan hanya untuk mereka yang memiliki uang tetapi menutup ruang bagi mereka yang memiliki ekonomi lemah.

“Sistem yang kemudian diberlakukan di setiap Universitas di Indonesia ialah menjadikan pendidikan sebagai sarana privatisasi untuk melakukan akumulasi kekayaan, sehingga hal tersebut sama saja telah melakukan penghianatan terhadap konstitusi (Mencerdaskan Kehidupan Bangsa),” tegasnya.

Belum lagi, kata Lofri, kondisi ekonomi yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini, bahwa perekonomian yang sebelumnya di atur atas dasar kesepakatan bersama demi kemakmuran sebuah bangsa, namun pada realitanya tidak lagi dijalankan sesuai dengan yang sudah diamanatkan dalam konstitusi kita, yakni UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi ; bumi, air, udara, dan segala sesuatu yang terkandung di dalam negara di kelola oleh negara dan diperuntukkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Akan tetapi semua ini hanyalah sebuah ilusi yang tidak pernah dijalankan oleh pemerintah kita hari ini, baik dari tingkat nasional bahkan sampai ke tingkat lokal itu sendiri,” sesalnya.

Dalam aksi tersebut EK-LMND Halut juga menyatakan sikap yakni ;

  1. Cabut RUU Ciptaker no 02 tahun 2022
  2. Menggratiskan biaya pendidikan selama 4 semester baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.
  3. Tingkatkan kualitas pendidikan di Halut
  4. Naikan harga komoditi petani, (cengkeh, pala, kopra).

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum...

BERITA UTAMA

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

REKOMENDASI

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

IKLAN

Peringati Hari Lahir Pancasila, LMND Halut Gelar Aksi, Ini Tuntutannya

Tobelo – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Halmahera Utara (Halut), gelar aksi peringati hari lahir Pancasila 1 Juni 2023, Kamis (01/06).

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, pada pukul 02.00 Wit, massa aksi berkumpul di kampus Uniera sambil melakukan orasi, selanjutnya massa aksi berjalan menuju rute aksi, yakni Perempatan Pelabuhan Halut, Depan Galaxy, dan Bundaran Hibualamo.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Lofri Karianga, mengatakan Pancasila merupakan landasan bagi semua aktifitas kemasyarakatan, keagamaan, dan kebudayaan di Indonesia. Selain itu, kata dia, Pancasila juga merupakan simbol integrasi dan kesatuan bangsa indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama dan adat istiadat.

Tanpa Pancasila, menurutnya, indonesia tidak akan memiliki landasan yang kokoh untuk menjalankan kebijakan dan mengelola kepentingan yang beragam di dalam negeri.

“Namun Pancasila juga telah menjadi obyek kontroversi dalam sejarah Indonesia. Karena sejatinya tujuan dari Pancasila adalah lebih memenuhi kebutuhan manusia dan lebih menyelamatkan manusia,” pungkasnya

[the_ad id=”3193″]

Lofri bilang, jika dilihat, dunia pendidikan hari ini tidak lagi dipandang sebagai lembaga intelektual untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun direduksi hanya sebagai komoditi. Konsekuensi dunia pendidikan semakin mahal, karena institusi pendidikannya beroperasi untuk memaksimalkan keuntungan, sehingga pendidikan hanya untuk mereka yang memiliki uang tetapi menutup ruang bagi mereka yang memiliki ekonomi lemah.

“Sistem yang kemudian diberlakukan di setiap Universitas di Indonesia ialah menjadikan pendidikan sebagai sarana privatisasi untuk melakukan akumulasi kekayaan, sehingga hal tersebut sama saja telah melakukan penghianatan terhadap konstitusi (Mencerdaskan Kehidupan Bangsa),” tegasnya.

Belum lagi, kata Lofri, kondisi ekonomi yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini, bahwa perekonomian yang sebelumnya di atur atas dasar kesepakatan bersama demi kemakmuran sebuah bangsa, namun pada realitanya tidak lagi dijalankan sesuai dengan yang sudah diamanatkan dalam konstitusi kita, yakni UUD 1945 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi ; bumi, air, udara, dan segala sesuatu yang terkandung di dalam negara di kelola oleh negara dan diperuntukkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Akan tetapi semua ini hanyalah sebuah ilusi yang tidak pernah dijalankan oleh pemerintah kita hari ini, baik dari tingkat nasional bahkan sampai ke tingkat lokal itu sendiri,” sesalnya.

Dalam aksi tersebut EK-LMND Halut juga menyatakan sikap yakni ;

  1. Cabut RUU Ciptaker no 02 tahun 2022
  2. Menggratiskan biaya pendidikan selama 4 semester baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.
  3. Tingkatkan kualitas pendidikan di Halut
  4. Naikan harga komoditi petani, (cengkeh, pala, kopra).

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Iklan

error: Content is protected !!