May Day 2023, GPM dan Buruh akan Demo di Lingkar Tambang PT. IWIP

Bagikan :

TERPOPULER

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

BACA JUGA

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Weda – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halmahera Tengah (Hal-Teng), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPM Maluku Utara (Malut), berencana memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023 mendatang.

Peringatan hari buruh ini juga DPC GPM Hal-Teng dan DPD GPM Malut akan menggandeng para buruh, guna menggelar aksi besar-besaran di wilayah lingkar tambang PT. Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Ketua DPC GPM Hal-Teng, Sahril Hairun, kepada media ini Jum’at (28/4) menyampaikan bahwa peringatan hari buruh, yang akan digelar pihaknya ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP GPM. Dimana DPP GPM telah menginstruksikan agar seluruh kader GPM se-Indonesia, baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei nanti.

Dengan adanya instruksi tersebut, kata Sahril, maka DPC GPM Hal-Teng beserta DPD GPM Malut akan mengkonsolidasikan seluruh pengurus dan anggota DPC serta OKP dan Ormas yang ada di wilayah Malut khususnya di Kab. Hal-Teng, serta serikat buruh dan juga seluruh buruh yang ada di wilayah lingkar tambang untuk menduduki areal tambang PT. IWIP.

“Kami akan menggelar aksi menjemput May Day pada 1 Mei mendatang dan akan menduduki wilayah lingkar tambang PT. IWIP, guna menuntut hak-hak para buruh, diantaranya upah buruh, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) buruh secara sepihak tanpa alasan yang pasti, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dan hak-hak buruh perempuan,” bebernya.

[the_ad id=”3193″]

Sahril menambahkan, GPM dan seluruh serikat buruh juga akan mendesak Pemerintah Pusat, untuk mencabut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor; 5 Tahun 2023. Hal ini dikarenakan Permenaker RI tersebut dinilai merugikan buruh, karena telah membolehkan Industri Padat Karya berorentasi ekspor untuk melakukan pemotongan upah buruh hingga 25 persen.

Sementara Ketua DPD GPM Malut, Sartono Halek, menegaskan bahwa pihaknya juga akan mendesak kepada Pemerintah, melalui kementerian ESDM, komisi VII DPR RI dan Presiden Republik Indonesia, agar segera mencabut sejumlah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Malut yang dinilai bermasalah karena terus melakukan perampasan dan atau penyerobotan lahan milik masyarakat.

Sartono juga mendesak agar Pemerintah dan DPR harus segera mencabut Undang-undang Cipta Kerja yang dinilai telah merugikan buruh, sebab secara substansi Undang-undang Cipta kerja masih sama dengan Omnibus Law Cipta kerja yang ditolak oleh sejumlah gerakan buruh, rakyat, dan mahasiswa.

“Adapun isu yang diangkat pada May Day 2023 mendatang yakni, cabut Omnibus Law Cipta Kerja Nomor: 6 Tahun 2023, dimana ada 9 poin UU Cipta kerja yang diangkat, mulai dari Upah Minimum tidak dirundingkan dengan serikat buruh, Outsoucing seumur hidup untuk semua jenis pekerjaan yang disebut “Perbudakan Moderen” hingga jam kerja 12 jam,” tutup Sartono.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum...

BERITA UTAMA

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

REKOMENDASI

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

IKLAN

May Day 2023, GPM dan Buruh akan Demo di Lingkar Tambang PT. IWIP

Weda – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halmahera Tengah (Hal-Teng), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPM Maluku Utara (Malut), berencana memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023 mendatang.

Peringatan hari buruh ini juga DPC GPM Hal-Teng dan DPD GPM Malut akan menggandeng para buruh, guna menggelar aksi besar-besaran di wilayah lingkar tambang PT. Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Ketua DPC GPM Hal-Teng, Sahril Hairun, kepada media ini Jum’at (28/4) menyampaikan bahwa peringatan hari buruh, yang akan digelar pihaknya ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP GPM. Dimana DPP GPM telah menginstruksikan agar seluruh kader GPM se-Indonesia, baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei nanti.

Dengan adanya instruksi tersebut, kata Sahril, maka DPC GPM Hal-Teng beserta DPD GPM Malut akan mengkonsolidasikan seluruh pengurus dan anggota DPC serta OKP dan Ormas yang ada di wilayah Malut khususnya di Kab. Hal-Teng, serta serikat buruh dan juga seluruh buruh yang ada di wilayah lingkar tambang untuk menduduki areal tambang PT. IWIP.

“Kami akan menggelar aksi menjemput May Day pada 1 Mei mendatang dan akan menduduki wilayah lingkar tambang PT. IWIP, guna menuntut hak-hak para buruh, diantaranya upah buruh, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) buruh secara sepihak tanpa alasan yang pasti, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dan hak-hak buruh perempuan,” bebernya.

[the_ad id=”3193″]

Sahril menambahkan, GPM dan seluruh serikat buruh juga akan mendesak Pemerintah Pusat, untuk mencabut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor; 5 Tahun 2023. Hal ini dikarenakan Permenaker RI tersebut dinilai merugikan buruh, karena telah membolehkan Industri Padat Karya berorentasi ekspor untuk melakukan pemotongan upah buruh hingga 25 persen.

Sementara Ketua DPD GPM Malut, Sartono Halek, menegaskan bahwa pihaknya juga akan mendesak kepada Pemerintah, melalui kementerian ESDM, komisi VII DPR RI dan Presiden Republik Indonesia, agar segera mencabut sejumlah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Malut yang dinilai bermasalah karena terus melakukan perampasan dan atau penyerobotan lahan milik masyarakat.

Sartono juga mendesak agar Pemerintah dan DPR harus segera mencabut Undang-undang Cipta Kerja yang dinilai telah merugikan buruh, sebab secara substansi Undang-undang Cipta kerja masih sama dengan Omnibus Law Cipta kerja yang ditolak oleh sejumlah gerakan buruh, rakyat, dan mahasiswa.

“Adapun isu yang diangkat pada May Day 2023 mendatang yakni, cabut Omnibus Law Cipta Kerja Nomor: 6 Tahun 2023, dimana ada 9 poin UU Cipta kerja yang diangkat, mulai dari Upah Minimum tidak dirundingkan dengan serikat buruh, Outsoucing seumur hidup untuk semua jenis pekerjaan yang disebut “Perbudakan Moderen” hingga jam kerja 12 jam,” tutup Sartono.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Iklan

error: Content is protected !!