Ternate — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kota Ternate.
Madrasah tersebut menggelar Gebyar HUT Kemerdekaan dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Gebyar diawali dengan aksi bakti sosial berupa pembersihan rumah ibadah, Masjid Heku, Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Kamis (13/8).
Kepala MTs Negeri 1 Kota Ternate, Hj. Lily Suratmi, mengatakan kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus bentuk kepedulian warga madrasah terhadap lingkungan sekitar.
“Rumah ibadah yang terdekat dengan MTs Negeri 1 Kota Ternate adalah Masjid Heku. Kami mulai membersihkan masjid pukul 07.00 WIT dan selesai sekitar pukul 08.30 WIT. Setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan Gebyar HUT Kemerdekaan ke-81,” tuturnya.
Usai bakti sosial, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang dikemas secara sederhana dan meriah. Untuk siswa, lomba yang digelar meliputi hafalan Undang-Undang Dasar 1945, vokal solo khusus lagu nasional, serta lomba menghias kelas bertema “Pesona Merah Putih”.
Sementara itu, guru dan staf turut ambil bagian dalam lomba menyanyi berantai dengan lagu-lagu nasional.
Lily menjelaskan, pemilihan jenis lomba disesuaikan dengan keterbatasan waktu.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga madrasah untuk bersantai, mempererat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.
“Berhubung keterbatasan waktu, kami memilih lomba-lomba yang rileks dan bisa diikuti bersama untuk turut memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81,” katanya.
Gebyar tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu. Sementara puncak rangkaian kegiatan akan dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT Kemerdekaan pada 17 Agustus 2026, yang dilanjutkan dengan penilaian lomba menghias kelas.
Maknai Kemerdekaan dengan Prestasi
Di sela pembukaan Gebyar, Lily juga mengajak sejumlah siswa menyampaikan pandangan mereka mengenai makna kemerdekaan. Para siswa memberikan jawaban sesuai pemahaman masing-masing.
Menurut Lily, sebagian siswa memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan untuk beraktivitas dan menjalankan rutinitas tanpa tekanan dari pihak lain.
Namun, ia menegaskan bahwa makna kemerdekaan bagi generasi muda saat ini tidak lagi sebatas perjuangan mengusir penjajah. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
“Untuk siswa, kemerdekaan adalah kebebasan untuk mengembangkan potensi diri, terus belajar meraih prestasi terbaik, serta menjadi murid yang berakhlak mulia,” tegasnya.
Ia berharap momentum HUT Kemerdekaan ke-81 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh warga madrasah untuk terus memperbaiki diri dan menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.
Khusus bagi siswa, Lily mendorong agar semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kesungguhan belajar sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.
“Para siswa harus terus memperbaiki diri dan meningkatkan semangat belajar agar menjadi siswa yang berilmu dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Sementara kepada para guru dan tenaga kependidikan, ia mendorong agar terus berkreasi dan berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik sesuai kebutuhan belajar siswa.
“Saya berharap para guru terus bergerak dan berinovasi dalam memberikan pelayanan pendidikan, sehingga para siswa mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka,” pungkasnya.


