back to top

Unkhair Kukuhkan 34 Insinyur, Rektor: Profesi Insinyur Penentu Arah Pembangunan Bangsa

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — 34 insinyur resmi dikukuhkan sebagai lulusan Program Studi Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Khairun (Fatek-Unkhair), bertempat di Aula Nuku, Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Jumat (19/4).

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, mengatakan, pengukuhan insinyur merupakan langkah penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang berintegritas, kompeten, dan beretika di tengah tantangan globalisasi, revolusi industri, serta pesatnya perkembangan teknologi.

Menurut dia insinyur memiliki peran vital dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks.

“Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum strategis bagi institusi dan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Peran insinyur, kata Prof. Abdullah, saat ini tidak hanya dituntut unggul secara teknis, tetapi juga harus memiliki integritas moral, pembaruan keilmuan yang berkelanjutan, serta kepedulian terhadap keselamatan publik, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Prof. Abdullah, menambahkan, Unkhair berkomitmen untuk terus memperkuat penyelenggaraan Program Profesi Insinyur (PPI) melalui peningkatan kualitas kurikulum, penguatan jejaring dengan dunia industri dan asosiasi profesi, serta penjaminan mutu yang berkelanjutan.

Prof. Abdullah, berharap para insinyur yang baru dikukuhkan dapat menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem pendidikan profesi keinsinyuran yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

“Amanah profesi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dan dedikasi, sekaligus mampu menjadi teladan serta inspirasi bagi generasi insinyur berikutnya,” harap Rektor.

Adapun Dekan Fakultas Teknik Unkhair, Endah Harisun, menyampaikan bahwa Program Profesi Insinyur Unkhair, merupakan satu-satunya di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Hingga kini, Endah menambahkan Fakultas Teknik Unkhair, telah mengukuhkan hampir 60 insinyur profesional, sebagai kontribusi nyata universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di Indonesia bagian timur.

Ketua PII Maluku Utara, Moch. Husnullah Pangeran, menyebut Program Profesi Insinyur menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, karena dunia kerja dan industri tidak lagi cukup dijawab dengan ijazah akademik semata.

Melalui Program Profesi Insinyur, menurutnya para sarjana teknik, dan sarjana terapan dipersiapkan untuk berkompetisi secara sehat dan profesional, baik di tingkat nasional maupun global.

Gelar Insinyur, tambah Husnullah, bukan sekadar simbol akademik, melainkan bentuk tanggung jawab profesional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Melalui mekanisme sertifikasi berjenjang hingga pengakuan internasional seperti ASEAN Engineer dan APEC Engineer, PII memastikan insinyur Indonesia, termasuk di Maluku Utara, memiliki daya saing global, serta peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Unkhair Kukuhkan 34 Insinyur, Rektor: Profesi Insinyur Penentu Arah Pembangunan Bangsa

Imalut.com

Ternate — 34 insinyur resmi dikukuhkan sebagai lulusan Program Studi Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Khairun (Fatek-Unkhair), bertempat di Aula Nuku, Rektorat, Kampus II Unkhair, Ternate, Jumat (19/4).

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, mengatakan, pengukuhan insinyur merupakan langkah penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang berintegritas, kompeten, dan beretika di tengah tantangan globalisasi, revolusi industri, serta pesatnya perkembangan teknologi.

Menurut dia insinyur memiliki peran vital dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks.

“Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum strategis bagi institusi dan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Peran insinyur, kata Prof. Abdullah, saat ini tidak hanya dituntut unggul secara teknis, tetapi juga harus memiliki integritas moral, pembaruan keilmuan yang berkelanjutan, serta kepedulian terhadap keselamatan publik, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Prof. Abdullah, menambahkan, Unkhair berkomitmen untuk terus memperkuat penyelenggaraan Program Profesi Insinyur (PPI) melalui peningkatan kualitas kurikulum, penguatan jejaring dengan dunia industri dan asosiasi profesi, serta penjaminan mutu yang berkelanjutan.

Prof. Abdullah, berharap para insinyur yang baru dikukuhkan dapat menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem pendidikan profesi keinsinyuran yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

“Amanah profesi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dan dedikasi, sekaligus mampu menjadi teladan serta inspirasi bagi generasi insinyur berikutnya,” harap Rektor.

Adapun Dekan Fakultas Teknik Unkhair, Endah Harisun, menyampaikan bahwa Program Profesi Insinyur Unkhair, merupakan satu-satunya di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Hingga kini, Endah menambahkan Fakultas Teknik Unkhair, telah mengukuhkan hampir 60 insinyur profesional, sebagai kontribusi nyata universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di Indonesia bagian timur.

Ketua PII Maluku Utara, Moch. Husnullah Pangeran, menyebut Program Profesi Insinyur menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, karena dunia kerja dan industri tidak lagi cukup dijawab dengan ijazah akademik semata.

Melalui Program Profesi Insinyur, menurutnya para sarjana teknik, dan sarjana terapan dipersiapkan untuk berkompetisi secara sehat dan profesional, baik di tingkat nasional maupun global.

Gelar Insinyur, tambah Husnullah, bukan sekadar simbol akademik, melainkan bentuk tanggung jawab profesional sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Melalui mekanisme sertifikasi berjenjang hingga pengakuan internasional seperti ASEAN Engineer dan APEC Engineer, PII memastikan insinyur Indonesia, termasuk di Maluku Utara, memiliki daya saing global, serta peran strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!