Soal Keluhan Pasien BPJS Terkait Layanan di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, Ini penjelasannya

Bagikan :

TERPOPULER

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk...

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

BACA JUGA

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Ternate – Direktur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dr. Alwia Assagaf angkat bicara soal keluhan pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari pihak Rumah Sakit tersebut.

Sebelumnya pada media ini, keluarga pasien peserta BPJS menguluhkan soal pembayaran obat di apotik meskipun telah menyodorkan bukti kepesertaan BPJS, juga pergantian uang oleh loket layanan aduan yang memakan waktu 2 sampai 3 hari, yang dinilai sangat merepokan dan menyusahkan, apalagi pasien yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Hal tersebut kemudian diklarifikasi oleh Direktur RSUD Dr. H. Chasan dr. Alwia Assagaf. Kepada awak media, Senin (15/05). Menurutnya terkait masalah pemberlakuan pergantian uang oleh loket layanan aduan rumah sakit itu di sebabkan karena rumah sakit terjadi kekosongan obat.

[the_ad id=”3193″]

Alwia menjelaskan, bahwa saat ini RSUD Dr. H. Chasan Bosoeri tidak bisa melakukan pembelian obat kepada distributor (Vendor) selain Kimia farma apotik, karena telah di kunci oleh distributor akibat hutang yang belum terbayar.

“Ada 63 vendor yang rumah sakit berhutang obat di perbakalan farmasi, karena memang anggaran kita sangat terbatas. Untuk biaya BPJS yang di bayarkan ke kami setiap bulan, itu di bayarkan untuk jasa layanan, operasional dengan banyaknya kegiatan yang harus di selesaikan,” terangnya.

Dikatakan, setiap bulan pihaknya melakukan pembayaran ke Vendor obat atau perbakalan farmasi terkait hutang barulah dibuka kuncinya, kemudian baru pihaknya berbelanja segala kebutuhan dengan sistem cast atau pembayaran tunai.

“di bayar sedikit-sedikit karena keuangan terbatas. Untuk Kimia Farma Apotik sebagai hutang paling besar, kurang lebih per April 2023 kemarin itu 14 miliar,” sebutnya.

Alwia juga menjelaskan, bahwa setiap pelayanan di kimia Farma Apotik adalah pembelian resep bukan bayar anfrak obat, maka setiap pelayanan, pasien BPJS mengambil resepnya di kimia Farma apotik, nanti yang bayar pihak rumah sakit, meski dengan cara dicicil sedikit demi sedikit.

“Makanya pasien di berikan resep untuk pengambilan obat itu di beli dulu, selain apotik rumah sakit tidak ada, maka harus di beli di apotik lain, dan pihak apotik memberikan kwitansi untuk di bawah ke rumah sakit dalam hal ini di loket, baru di mintai nomor hp, nama dan kwitansi, lalu kemudian kami dari rumah sakit mengganti sebanyak yang pasien belanja obat di luar tadi, karena ini peserta BPJS,” ujar Alwia.

Alwia bilang, pasien seharusnya tidak mengeluarkan biaya, hanya saja ketersediaan obat di RSUD terbatas akibat di kunci oleh apotik.

“Jadi saya mohon maaf kepada masyarakat, ini seharusnya tidak terjadi, tapi apa boleh buat, kita diperhadapkan dengan kondisi seperti ini, jadi mohon perhatiannya juga,” imbuhnya

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

BERITA UTAMA

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Sidang Kasus Dugaan Suap AGK, Tujuh...

Ternate - Pengadilan Negeri (PN) Ternate gelar sidang kedua atas kasus dugaan suap mantan gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), dengan agenda...

REKOMENDASI

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Usai Proses Penilaian Akhir Tahun Pelajaran...

Halsel - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Halmahera Selatan, laksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah proses penilaian akhir tahun pelajaran 2023-2024. Plt Kepala MAN 1...

SNPMB-SNBT Tahun 2024 Diumumkan Besok

Ternate - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2024, resmi diumumkan besok, Kamis, 13 Juni 2024. Hasil pengumuman...

IKLAN

Soal Keluhan Pasien BPJS Terkait Layanan di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, Ini penjelasannya

Ternate – Direktur RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie dr. Alwia Assagaf angkat bicara soal keluhan pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari pihak Rumah Sakit tersebut.

Sebelumnya pada media ini, keluarga pasien peserta BPJS menguluhkan soal pembayaran obat di apotik meskipun telah menyodorkan bukti kepesertaan BPJS, juga pergantian uang oleh loket layanan aduan yang memakan waktu 2 sampai 3 hari, yang dinilai sangat merepokan dan menyusahkan, apalagi pasien yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Hal tersebut kemudian diklarifikasi oleh Direktur RSUD Dr. H. Chasan dr. Alwia Assagaf. Kepada awak media, Senin (15/05). Menurutnya terkait masalah pemberlakuan pergantian uang oleh loket layanan aduan rumah sakit itu di sebabkan karena rumah sakit terjadi kekosongan obat.

[the_ad id=”3193″]

Alwia menjelaskan, bahwa saat ini RSUD Dr. H. Chasan Bosoeri tidak bisa melakukan pembelian obat kepada distributor (Vendor) selain Kimia farma apotik, karena telah di kunci oleh distributor akibat hutang yang belum terbayar.

“Ada 63 vendor yang rumah sakit berhutang obat di perbakalan farmasi, karena memang anggaran kita sangat terbatas. Untuk biaya BPJS yang di bayarkan ke kami setiap bulan, itu di bayarkan untuk jasa layanan, operasional dengan banyaknya kegiatan yang harus di selesaikan,” terangnya.

Dikatakan, setiap bulan pihaknya melakukan pembayaran ke Vendor obat atau perbakalan farmasi terkait hutang barulah dibuka kuncinya, kemudian baru pihaknya berbelanja segala kebutuhan dengan sistem cast atau pembayaran tunai.

“di bayar sedikit-sedikit karena keuangan terbatas. Untuk Kimia Farma Apotik sebagai hutang paling besar, kurang lebih per April 2023 kemarin itu 14 miliar,” sebutnya.

Alwia juga menjelaskan, bahwa setiap pelayanan di kimia Farma Apotik adalah pembelian resep bukan bayar anfrak obat, maka setiap pelayanan, pasien BPJS mengambil resepnya di kimia Farma apotik, nanti yang bayar pihak rumah sakit, meski dengan cara dicicil sedikit demi sedikit.

“Makanya pasien di berikan resep untuk pengambilan obat itu di beli dulu, selain apotik rumah sakit tidak ada, maka harus di beli di apotik lain, dan pihak apotik memberikan kwitansi untuk di bawah ke rumah sakit dalam hal ini di loket, baru di mintai nomor hp, nama dan kwitansi, lalu kemudian kami dari rumah sakit mengganti sebanyak yang pasien belanja obat di luar tadi, karena ini peserta BPJS,” ujar Alwia.

Alwia bilang, pasien seharusnya tidak mengeluarkan biaya, hanya saja ketersediaan obat di RSUD terbatas akibat di kunci oleh apotik.

“Jadi saya mohon maaf kepada masyarakat, ini seharusnya tidak terjadi, tapi apa boleh buat, kita diperhadapkan dengan kondisi seperti ini, jadi mohon perhatiannya juga,” imbuhnya

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Iklan

error: Content is protected !!