back to top

Disperindagkop Halsel Sebut Harga Bahan Pokok di Halsel Terbilang Normal

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Labuha, – Dinas Perdagangan Halsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) akan terus melakukan pengawasan harga bahan pokok, disetiap hari.

Kepala Disperindagkop Halsel, Soadri Ingratubun melalui rilis yang disampaikan Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan kepada imalut.com Sabtu  (06/05/23), mengatakan, secara umum pemantauan beberapa wilayah Pasar Tradisional di Kabupaten Halmahera Selatan masih terkendali dan stabil.

[the_ad id=”3193″]

Soadri mengaku, pihaknya akan terus memantau lokasi monitoring di dua titik pasar tradisional yaitu Pasar Labuha dan Pasar Tuwokona  dimulai pada 5 Mei 2023. Hasil Monitoring itu, lanjut Soadri, akan disampaikan kepada Bupati.

“Data Hasil Monitoring harga bahan pokok dan barang penting lainnya sudah kami sampaikan kepada Bupati kemarin dan dilaporkan berkala kepada Menteri Perdagangan serta Mendagri setiap hari Jumat Minggu berjalan” ungkapnya

“Adapaun untuk beberapa harga komoditi di pasar tradisional wilayah Labuha dan Towukona, yang naik sedikit dari harga Minggu lalu seperti cabe merah nona Minggu lalu seharga Rp 60.000/Kg, Minggu ini seharga Rp 70.000/Kg (14%), tomat dari harga Rp 15.000 ke Rp 20.000 (25%), Bawang merah dari harga Rp 50.000 ke Rp 60.000 (0%), Kol seharga Rp 20.000/Kg ke Rp 25.000/Kg (0,2%), kentang seharga Rp 25.000/Kg ke Rp 30.000/Kg (0,17%), Rempah Ketumbar seharg Rp 60.000/Kg ke Rp 70.000/Kg (14%),” terangnya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Disperindagkop Halsel Sebut Harga Bahan Pokok di Halsel Terbilang Normal

Imalut.com

Labuha, – Dinas Perdagangan Halsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) akan terus melakukan pengawasan harga bahan pokok, disetiap hari.

Kepala Disperindagkop Halsel, Soadri Ingratubun melalui rilis yang disampaikan Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan kepada imalut.com Sabtu  (06/05/23), mengatakan, secara umum pemantauan beberapa wilayah Pasar Tradisional di Kabupaten Halmahera Selatan masih terkendali dan stabil.

[the_ad id=”3193″]

Soadri mengaku, pihaknya akan terus memantau lokasi monitoring di dua titik pasar tradisional yaitu Pasar Labuha dan Pasar Tuwokona  dimulai pada 5 Mei 2023. Hasil Monitoring itu, lanjut Soadri, akan disampaikan kepada Bupati.

“Data Hasil Monitoring harga bahan pokok dan barang penting lainnya sudah kami sampaikan kepada Bupati kemarin dan dilaporkan berkala kepada Menteri Perdagangan serta Mendagri setiap hari Jumat Minggu berjalan” ungkapnya

“Adapaun untuk beberapa harga komoditi di pasar tradisional wilayah Labuha dan Towukona, yang naik sedikit dari harga Minggu lalu seperti cabe merah nona Minggu lalu seharga Rp 60.000/Kg, Minggu ini seharga Rp 70.000/Kg (14%), tomat dari harga Rp 15.000 ke Rp 20.000 (25%), Bawang merah dari harga Rp 50.000 ke Rp 60.000 (0%), Kol seharga Rp 20.000/Kg ke Rp 25.000/Kg (0,2%), kentang seharga Rp 25.000/Kg ke Rp 30.000/Kg (0,17%), Rempah Ketumbar seharg Rp 60.000/Kg ke Rp 70.000/Kg (14%),” terangnya.

Tim Redaksi

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!