Rahasia Terbongkar Setelah Petugas Melakukan Penertiban Sejumlah Lapak

Bagikan :

TERPOPULER

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

BACA JUGA

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Ternate — Setelah sekian lama tertutup rapi, kini misteri dibalik berdirinya sejumlah lapak diatas lahan Terminal Ternate terbongkar saat petugas gabungan dari beberapa OPD melakukan penertiban.

Sejumlah lapak yang berdiri diatas lahan Terminal Ternate, yang digunakan oleh puluhan pedagang sendal, sepatu, pakaian, dan sembako, serta tukang servis Headphone, ternyata tidak memiliki ijin yang jelas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Lingkungan, Dinas PUPR Kota Ternate, Rosita Tauda, saat dikonfirmasi awak media usai melakukan penertiban lapak, Rabu, 16 Febuari 2022.

Rosita menyampaikan bahwa perencanaan awal pembangunan Terminal ini tidak seperti yang dilihat saat ini.

“Karena dalam perencanaan untuk tata ruang Terminal itu ada di sebelah barat untuk pembangunan lapak, dan itu hanya di ijinkan untuk penjualan kuliner bukan yang lain,” terangnya.

Lanjut Rosita, entah apa yang terjadi hingga ada pembanguan lapak di sebelah Selatan Terminal, tepatnya didepan rusunawa dan setelah penertiban barulah terkuak bahwa para pedagang asongan ini membangun atas ijin Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate.

Rosita mengaku, sejauh ini pihaknya selaku penanggungjawab tata ruang dan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Ternate, tidak pernah diberitahukan ataupun mendapatkan laporan secara resmi, baik itu dalam bentuk lisan maupun tertulis dari Dinas terkait.

Sementara terkait dengan penertiban ini dikeluhkan oleh salah satu pedagang asongan enggan dipublis namanya. Ia menyampaikan bahwa bangunan ini dibangun bukan atas kemauan pedagang, namun mereka membangun karena ada ijin dari pihak Dinas Perhubungan Kota Ternate.

Ia mengaku bahwa mereka (para pedagang) ini juga dikenakan biaya berupa tagihan pajak senilai Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) per bulan.

“Tagihan ini tiap bulannya dibayarkan langsung ke Dinas Perhubungan,” bebernya.

Sembari menyampaikan keluhannya ke awak media, pedagang tersebut pun menunjukkan bukti pembayaran berupa selembar kertas kwitansi, dimana bukti tersebut tertera tanggal, bulan dan tahun pembayaran, serta nilai pembayaran tagihan pajak tersebut yang ditanda tangani oleh Bendahara penerima, diatas stempel Dinas Perhubungan Kota Ternate.

“Saya merasa kesal karena tagihan untuk bulan ini masa tenggangnya belum selesai tapi, Dinas terkait telah melakukan pembongkaran lapak saya tanpa ada pemberitahuan secara resmi,” tutupnya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum...

BERITA UTAMA

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

REKOMENDASI

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS 8 Kelurahan Tabona

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia Wisuda Bertentangan dengan Mekanisme Internal

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

IKLAN

Rahasia Terbongkar Setelah Petugas Melakukan Penertiban Sejumlah Lapak

Ternate — Setelah sekian lama tertutup rapi, kini misteri dibalik berdirinya sejumlah lapak diatas lahan Terminal Ternate terbongkar saat petugas gabungan dari beberapa OPD melakukan penertiban.

Sejumlah lapak yang berdiri diatas lahan Terminal Ternate, yang digunakan oleh puluhan pedagang sendal, sepatu, pakaian, dan sembako, serta tukang servis Headphone, ternyata tidak memiliki ijin yang jelas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Lingkungan, Dinas PUPR Kota Ternate, Rosita Tauda, saat dikonfirmasi awak media usai melakukan penertiban lapak, Rabu, 16 Febuari 2022.

Rosita menyampaikan bahwa perencanaan awal pembangunan Terminal ini tidak seperti yang dilihat saat ini.

“Karena dalam perencanaan untuk tata ruang Terminal itu ada di sebelah barat untuk pembangunan lapak, dan itu hanya di ijinkan untuk penjualan kuliner bukan yang lain,” terangnya.

Lanjut Rosita, entah apa yang terjadi hingga ada pembanguan lapak di sebelah Selatan Terminal, tepatnya didepan rusunawa dan setelah penertiban barulah terkuak bahwa para pedagang asongan ini membangun atas ijin Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate.

Rosita mengaku, sejauh ini pihaknya selaku penanggungjawab tata ruang dan lingkungan pada Dinas PUPR Kota Ternate, tidak pernah diberitahukan ataupun mendapatkan laporan secara resmi, baik itu dalam bentuk lisan maupun tertulis dari Dinas terkait.

Sementara terkait dengan penertiban ini dikeluhkan oleh salah satu pedagang asongan enggan dipublis namanya. Ia menyampaikan bahwa bangunan ini dibangun bukan atas kemauan pedagang, namun mereka membangun karena ada ijin dari pihak Dinas Perhubungan Kota Ternate.

Ia mengaku bahwa mereka (para pedagang) ini juga dikenakan biaya berupa tagihan pajak senilai Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) per bulan.

“Tagihan ini tiap bulannya dibayarkan langsung ke Dinas Perhubungan,” bebernya.

Sembari menyampaikan keluhannya ke awak media, pedagang tersebut pun menunjukkan bukti pembayaran berupa selembar kertas kwitansi, dimana bukti tersebut tertera tanggal, bulan dan tahun pembayaran, serta nilai pembayaran tagihan pajak tersebut yang ditanda tangani oleh Bendahara penerima, diatas stempel Dinas Perhubungan Kota Ternate.

“Saya merasa kesal karena tagihan untuk bulan ini masa tenggangnya belum selesai tapi, Dinas terkait telah melakukan pembongkaran lapak saya tanpa ada pemberitahuan secara resmi,” tutupnya.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Dua Caleg Tumbang di PSU TPS...

Ternate - Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kota Ternate, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 8, Kelurahan Tabona,...

Pudir III AIKOM Nilai Kebijakan Panitia...

Ternate - Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Ilham Djufri ST.,M.Kom menyatakan sikap bakal tidak mengikuti pelaksanaan wisuda Akdemi Ilmu Komputer (AIKOM) Ternate, yang diselenggarakan...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Iklan

error: Content is protected !!