Ternate – SMP Muhammadiyah 1 Ternate berkomitmen mencegah anak putus sekolah melalui program kunjungan rumah (home visit) dan pembebasan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi siswa kurang mampu.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Ternate, Taib M. Zen, mengatakan pihak sekolah telah menginstruksikan seluruh wali kelas agar segera mendeteksi dan menangani siswa yang berpotensi berhenti sekolah, terutama mereka yang mulai jarang hadir dalam kegiatan belajar mengajar.
“Mulai tahun ajaran 2026 ini, kami menargetkan tidak ada anak usia sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Ternate yang putus sekolah. Jika ada indikasi siswa mulai tidak hadir, saya mewajibkan para wali kelas untuk segera melakukan kunjungan rumah guna mencari tahu akar kendala yang dihadapi,” ujarnya, Selasa (27/10).
Menurut Taib, kondisi ekonomi keluarga dan aktivitas pekerjaan orang tua yang dipengaruhi musim menjadi sejumlah faktor yang dapat menghambat kehadiran siswa di sekolah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak sekolah mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan orang tua melalui kunjungan rumah dan komunikasi intensif.
Taib menyebutkan, upaya yang dilakukan selama dua hingga tiga pekan terakhir mulai menunjukkan hasil positif. Para orang tua dinilai semakin memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka.
“Alhamdulillah, dari laporan bapak dan ibu guru sekitar dua hingga tiga minggu terakhir, pendekatan berkesinambungan ini berhasil membangun kesadaran para orang tua. Mereka kini semakin memahami bahwa pendidikan anak jauh lebih penting. Kasus beberapa siswa yang sempat terkendala sebelumnya sudah berhasil kita selesaikan,” katanya.
Selain melakukan pendampingan terhadap siswa yang berisiko putus sekolah, SMP Muhammadiyah 1 Ternate juga memberikan bantuan melalui kebijakan pembebasan biaya SPP.
Saat ini, sebanyak 30 siswa dari keluarga kurang mampu telah menerima manfaat pembebasan SPP. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan siswa tetap melanjutkan pendidikan.
Melalui langkah tersebut, pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat memperoleh akses pendidikan yang berkelanjutan tanpa terkendala persoalan ekonomi, sekaligus memperkuat upaya pencegahan putus sekolah di Kota Ternate.



