Ternate – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di Kota Ternate terus berjalan. Hingga minggu kedua, tepatnya 11 Agustus 2026, sebanyak 55 dari 133 SD/MI sederajat di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Ternate telah melaksanakan imunisasi bagi siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes, mengatakan BIAS merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada anak usia sekolah melalui imunisasi lanjutan sesuai dengan ketentuan program imunisasi nasional.
“Pelaksanaan BIAS merupakan salah satu upaya memberikan perlindungan kepada anak usia sekolah melalui imunisasi lanjutan sesuai dengan ketentuan program imunisasi nasional,” ujar Fathiyah, kepada media ini, Kamis (27/8)
Dari pelaksanaan yang telah berlangsung, tercatat sebanyak 876 siswa kelas 1 telah mendapatkan imunisasi campak atau sekitar 23 persen dari sasaran. Sementara imunisasi HPV untuk 483 siswi kelas 5 atau sekitar 26 persen juga telah diberikan.
Sejumlah wilayah bahkan telah menuntaskan pelaksanaan BIAS di seluruh sekolah sasaran. Di wilayah kerja Puskesmas Hiri, misalnya, seluruh empat SD yang menjadi sasaran telah melaksanakan BIAS sejak 3 hingga 6 Agustus 2026.
Capaian imunisasi campak kelas 1 di wilayah tersebut mencapai 92 persen, sedangkan imunisasi HPV kelas 5 mencapai 81 persen.
Hal serupa dilakukan Puskesmas Mayau yang menaungi enam SD. Seluruh sekolah telah melaksanakan BIAS pada 3–11 Agustus 2026. Capaian imunisasi campak kelas 1 mencapai 68 persen, sementara HPV kelas 5 mencapai 95 persen.
Secara keseluruhan, pelaksanaan BIAS hingga 11 Agustus 2026 telah dilakukan oleh 9 Puskesmas. Sementara Puskesmas Jambula dan Puskesmas Sulamadaha dijadwalkan mulai melaksanakan BIAS pada 19 Agustus 2026.
Dinkes Kota Ternate menilai capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi pihak sekolah, guru serta orang tua siswa.
Namun, pelaksanaan BIAS masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah masih adanya siswa yang tidak hadir ketika imunisasi dilaksanakan karena sakit, izin maupun alasan lainnya.
Selain itu, persetujuan orang tua juga belum sepenuhnya diperoleh. Dinkes mencatat sekitar 11,9 persen siswa dari 55 sekolah yang telah melaksanakan BIAS menolak mendapatkan imunisasi, baik campak maupun HPV.
Fathiyah mengatakan pelaksanaan BIAS masih berlangsung sepanjang Agustus 2026 untuk seluruh SD/MI sederajat di Kota Ternate. Dinas Kesehatan menargetkan cakupan imunisasi terus meningkat sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity dapat terbentuk.
Untuk mencapai target tersebut, Dinkes juga terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada orang tua mengenai manfaat serta keamanan imunisasi.
“Diharapkan melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan seluruh pihak, semakin banyak anak usia sekolah mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya.



