Kolaborasi Gerakan Pangan Murah, Nurjaya Ibrahim Berharap Stabilkan Harga Pangan

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate – Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurjaya Ibrahim, kembali menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Ternate.

Aksi strategis ini merupakan bentuk kolaborasi antara ID-FOOD, Bank Indonesia, dan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang disambut antusias oleh warga ini dipusatkan di dua titik strategis, yakni Kelurahan Sasa dan Kelurahan Ubo-Ubo.

Nurjaya, yang juga berperan sebagai salah satu distributor dalam kegiatan ini, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons atas tren kenaikan harga bahan pokok di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, dalam beberapa waktu terakhir.

“Mengingat kondisi ekonomi dan lonjakan harga pangan saat ini, kita perlu melakukan aksi nyata. Tujuannya jelas, agar masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu, mendapatkan akses pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong dibandingkan harga pasar maupun ritel,” ujar Nurjaya, Sabtu (11/7).

Untuk menjamin keterjangkauan, harga yang ditawarkan dalam GPM ini dipatok di bawah harga pasar. Berikut adalah daftar komoditas yang tersedia:

Komoditas harga Beras SPHP Rp55.000 /karung, Cabai Rawit Rp60.000 /kg, Bawang Merah Rp45.000 /kg, Bawang Putih Rp45.000 /kg, Tomat Rp20.000 /kg, Gula Pasir Rp18.500 /kg, Minyak Kita Rp15.700 /liter, Cabai Keriting Rp30.000 /kg.

Setiap titik lokasi GPM menyediakan pasokan sebanyak 1 ton beras SPHP, 200 dus minyak goreng, serta masing-masing 100 kg untuk gula, bawang, cabai, dan tomat.

Sebagai keterwakilan dari ID-FOOD Pusat, memberikan apresiasi setingginya atas sinergi lintas sektor yang berjalan lancar. Ia menilai kolaborasi ini sangat krusial, terlebih di tengah keterbatasan anggaran program pemerintah daerah.

Menurutnya, efisiensi yang dilakukan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara tahun ini membuat program pasar murah pemerintah belum dapat terealisasi secara maksimal.

Selain itu, srikandi Partai Gerindra, ini mengatakan aksi ini juga bagian dari tamparan untuk seluruh kalangan khususnya distributor untuk mempertimbangkan sisi kemanusiaan dalam berbisnis.

“Kami berupaya mendatangkan pasokan langsung dari distributor dan pemasok utama. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu menstabilkan harga pangan di tingkat lokal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas dan menjadi contoh bagi seluruh distributor agar jangan hanya memikirkan keuntungan saja melain sisi kemanusiaan juga di pikirkan,” tutupnya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Kolaborasi Gerakan Pangan Murah, Nurjaya Ibrahim Berharap Stabilkan Harga Pangan

Ternate – Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurjaya Ibrahim, kembali menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Ternate.

Aksi strategis ini merupakan bentuk kolaborasi antara ID-FOOD, Bank Indonesia, dan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang disambut antusias oleh warga ini dipusatkan di dua titik strategis, yakni Kelurahan Sasa dan Kelurahan Ubo-Ubo.

Nurjaya, yang juga berperan sebagai salah satu distributor dalam kegiatan ini, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons atas tren kenaikan harga bahan pokok di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, dalam beberapa waktu terakhir.

“Mengingat kondisi ekonomi dan lonjakan harga pangan saat ini, kita perlu melakukan aksi nyata. Tujuannya jelas, agar masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu, mendapatkan akses pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong dibandingkan harga pasar maupun ritel,” ujar Nurjaya, Sabtu (11/7).

Untuk menjamin keterjangkauan, harga yang ditawarkan dalam GPM ini dipatok di bawah harga pasar. Berikut adalah daftar komoditas yang tersedia:

Komoditas harga Beras SPHP Rp55.000 /karung, Cabai Rawit Rp60.000 /kg, Bawang Merah Rp45.000 /kg, Bawang Putih Rp45.000 /kg, Tomat Rp20.000 /kg, Gula Pasir Rp18.500 /kg, Minyak Kita Rp15.700 /liter, Cabai Keriting Rp30.000 /kg.

Setiap titik lokasi GPM menyediakan pasokan sebanyak 1 ton beras SPHP, 200 dus minyak goreng, serta masing-masing 100 kg untuk gula, bawang, cabai, dan tomat.

Sebagai keterwakilan dari ID-FOOD Pusat, memberikan apresiasi setingginya atas sinergi lintas sektor yang berjalan lancar. Ia menilai kolaborasi ini sangat krusial, terlebih di tengah keterbatasan anggaran program pemerintah daerah.

Menurutnya, efisiensi yang dilakukan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara tahun ini membuat program pasar murah pemerintah belum dapat terealisasi secara maksimal.

Selain itu, srikandi Partai Gerindra, ini mengatakan aksi ini juga bagian dari tamparan untuk seluruh kalangan khususnya distributor untuk mempertimbangkan sisi kemanusiaan dalam berbisnis.

“Kami berupaya mendatangkan pasokan langsung dari distributor dan pemasok utama. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu menstabilkan harga pangan di tingkat lokal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas dan menjadi contoh bagi seluruh distributor agar jangan hanya memikirkan keuntungan saja melain sisi kemanusiaan juga di pikirkan,” tutupnya.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan