Ternate — Pemerintah Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, kembali mengusulkan sejumlah program dan kegiatan untuk tahun anggaran 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Lurah Akehuda, Hj Farida Saleh, mengatakan usulan yang disampaikan relatif terbatas. Hal itu disebabkan masih banyak program yang diusulkan pada tahun-tahun sebelumnya belum terealisasi.
“Pada Musrenbang 2026 untuk perencanaan 2027, kami hanya menambahkan beberapa item. Usulan sebelumnya masih banyak yang belum direalisasikan,” kata Farida saat ditemui, Kamis (29/1).
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran membuat pemerintah kelurahan harus memilah usulan prioritas. Untuk tahun 2027, pihaknya hanya mengusulkan program fisik prasarana (fipras), sementara program pemberdayaan masyarakat belum dapat diusulkan.
“Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, banyak usulan harus dipilah. Kami hanya mengusulkan fipras, sedangkan pemberdayaan belum bisa,” ujarnya.
Ia berharap kondisi keuangan daerah dapat membaik sehingga usulan yang tertunda dapat direalisasikan. Namun, Farida mengakui tidak semua usulan dapat diwujudkan dalam waktu bersamaan.
Farida juga mengungkapkan kekecewaannya karena tidak satu pun usulan Kelurahan Akehuda masuk dalam APBD tahun 2026.
“Sebagai lurah, saya sangat kecewa karena di 2026 tidak ada satu pun usulan yang terealisasi di Akehuda. Saya berharap ada perubahan sehingga APBD ke depan bisa menyentuh wilayah kami,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan banjir masih menjadi masalah serius di Akehuda. Setiap musim hujan, sejumlah wilayah tergenang hingga memaksa warga mengungsi. Bahkan, beberapa lansia di RT 05 harus dievakuasi dari rumah mereka.
“Banjir sudah sering terjadi, bahkan menjadi perhatian nasional. Namun, sampai sekarang belum ada perhatian serius terhadap perbaikan drainase atau selokan,” ujar Farida.



