Halsel — Memasuki hari keempat, upaya pencarian terhadap satu korban tenggelamnya longboat di perairan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, masih belum membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian sejak pagi hingga sore hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan pada hari keempat operasi SAR, tim dibagi ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.
SRU 1 menggunakan rubber boat Basarnas bersama Kapal KPLP KNP 5124 dan menyisir pesisir Desa Bibinoi dengan luas area pencarian sekitar 56 nautical mile (Nm).
SRU 2 yang menggunakan rubber boat Polairud melakukan pencarian di perairan sebelah utara Desa Bibinoi dengan area pencarian sekitar 70 Nm.
Sementara itu, SRU 3 yang terdiri dari rubber boat BPBD melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga sejauh 35 Nm.
Adapun SRU 4 yang melibatkan longboat milik masyarakat melakukan penyisiran di perairan Desa Tutupa, Sayoang, Tabapoma, Tawa, hingga perairan Desa Tomara dengan luas area pencarian sekitar 66,5 Nm.
Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIT, korban belum berhasil ditemukan.
Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada hari kelima sesuai rencana operasi.
Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Unit Siaga SAR Halsel, Polres Halsel, Polairud, Pos TNI AL, Dinas Perhubungan, KPLP, dan BPBD Halsel, Universitas Khairun Ternate, dan masyarakat setempat.
Diketahui, kecelakaan longboat di perairan Desa Bibinoi melibatkan 59 orang penumpang. Sebanyak 57 orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian, yakni Wildan (50), dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, berdomisili di Kota Ternate.



