back to top

Enam Calon Dekan FEB Unkhair Paparkan Visi dan Program Kerja

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (FEB Unkhair) Ternate, Maluku Utara, menggelar paparan visi, misi, dan program kerja enam calon dekan periode 2026–2030 di Aula FEB, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan ini digelar setelah seluruh bakal calon dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Paparan tersebut menjadi forum resmi bagi calon dekan menyampaikan arah kebijakan dan gagasan pengembangan fakultas, sekaligus menyerap aspirasi sivitas akademika yang akan disampaikan kepada Rektor Unkhair sebagai bahan pertimbangan penetapan dekan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Unkhair, Abdul Kadir Kamaluddin, mengatakan kehadiran pimpinan universitas dalam forum ini bertujuan memastikan aspirasi fakultas tersampaikan secara utuh kepada Rektor.

Menurut dia, mekanisme pengangkatan dekan oleh Rektor bukanlah kebijakan baru, melainkan hasil regulasi yang telah disepakati melalui Senat Universitas dan terus disesuaikan dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi.

“Proses ini perlu disikapi secara bijak, tanpa saling menyalahkan, dan dijadikan momentum untuk membangun fakultas dan universitas ke arah yang lebih baik,” kata Abdul.

Ketua Panitia Penjaringan Calon Dekan FEB Unkhair, Rahmat Sabuhari, menjelaskan masa jabatan Dekan FEB periode 2022–2026 akan berakhir pada 31 Januari 2026. Karena itu, panitia dibentuk untuk menyiapkan calon dekan periode berikutnya guna menjamin keberlanjutan tata kelola fakultas.

Dari sembilan bakal calon yang mendaftar, enam orang dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui verifikasi dokumen. Keenamnya adalah Sulfi Abdul Haji, Johan Fahri, Prince Charles Heston Runtunuwu, Dwi Permatasari, Suwito, dan Muhsin N. Bailusy.
Nama-nama tersebut kemudian diserahkan kepada Senat FEB Unkhair untuk ditetapkan sebagai calon dekan.

Anggota Senat FEB yang mewakili Ketua Senat, Nurdin I. Muhammad, menyatakan rapat senat terbuka diperluas dinyatakan sah. Rapat tersebut tidak mensyaratkan kuorum kehadiran karena bersifat terbuka.

Berdasarkan berita acara hasil seleksi administrasi yang mengacu pada Peraturan Rektor Unkhair Nomor 2 Tahun 2025, keenam calon dinyatakan berhak mengikuti tahapan pemaparan visi dan program kerja.

Dalam paparan pertama, Sulfi Abdul Haji menyoroti perlunya percepatan budaya tata kelola di FEB Unkhair, terutama pada integrasi administrasi, pengelolaan sumber daya manusia, serta pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia mengusung visi pengembangan budaya kolaborasi dan inovasi berkelanjutan menuju FEB yang unggul dan berdaya saing internasional.

Johan Fahri menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan fakultas dengan visi Rektor Unkhair dalam kerangka Rencana Induk Pengembangan dan rencana strategis universitas.

Ia mendorong penguatan zona integritas, tata kelola BLU, internasionalisasi melalui kelas bilingual, serta pengembangan program pascasarjana untuk meningkatkan reputasi akademik dan pendapatan fakultas.

Prince Charles Heston Runtunuwu mengusung tema Be Smart Together sebagai komitmen membangun FEB yang inovatif dan adaptif melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika. Fokus utamanya mencakup penguatan pendidikan berbasis teknologi, riset terapan, tata kelola yang transparan, serta pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dwi Permatasari menekankan pentingnya hubungan harmonis antar sivitas akademika sebagai fondasi penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia mengidentifikasi persoalan ruang aspirasi, etika akademik, fasilitas literasi, hingga beban administrasi dosen.

Sebagai solusi, ia menawarkan tujuh pilar program strategis, termasuk pembentukan komisi etik dan penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa.

Suwito mengusung agenda transformasi FEB menuju unggul dan berdaya saing global dengan menitikberatkan pada pemenuhan standar akreditasi LAMEMBA, percepatan sertifikasi ISO, integrasi sistem smart campus, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menargetkan mayoritas program studi meraih akreditasi unggul dan peningkatan publikasi ilmiah.

Sementara itu, Muhsin N. Bailusy, dekan petahana, menegaskan visinya menjadikan FEB Unkhair sebagai fakultas bereputasi internasional berbasis kepulauan dan kemajemukan.

Ia menyoroti pentingnya penguatan kerja sama internasional, penjaminan mutu, optimalisasi BLU, serta pengembangan kurikulum berbasis outcome-based education, riset bereputasi, dan prestasi mahasiswa sebagai indikator daya saing fakultas.

Paparan visi dan program kerja ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi kepemimpinan FEB Unkhair periode 2026–2030 sebelum Rektor menetapkan dekan terpilih.*

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Enam Calon Dekan FEB Unkhair Paparkan Visi dan Program Kerja

Imalut.com

Ternate — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (FEB Unkhair) Ternate, Maluku Utara, menggelar paparan visi, misi, dan program kerja enam calon dekan periode 2026–2030 di Aula FEB, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan ini digelar setelah seluruh bakal calon dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Paparan tersebut menjadi forum resmi bagi calon dekan menyampaikan arah kebijakan dan gagasan pengembangan fakultas, sekaligus menyerap aspirasi sivitas akademika yang akan disampaikan kepada Rektor Unkhair sebagai bahan pertimbangan penetapan dekan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Unkhair, Abdul Kadir Kamaluddin, mengatakan kehadiran pimpinan universitas dalam forum ini bertujuan memastikan aspirasi fakultas tersampaikan secara utuh kepada Rektor.

Menurut dia, mekanisme pengangkatan dekan oleh Rektor bukanlah kebijakan baru, melainkan hasil regulasi yang telah disepakati melalui Senat Universitas dan terus disesuaikan dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi.

“Proses ini perlu disikapi secara bijak, tanpa saling menyalahkan, dan dijadikan momentum untuk membangun fakultas dan universitas ke arah yang lebih baik,” kata Abdul.

Ketua Panitia Penjaringan Calon Dekan FEB Unkhair, Rahmat Sabuhari, menjelaskan masa jabatan Dekan FEB periode 2022–2026 akan berakhir pada 31 Januari 2026. Karena itu, panitia dibentuk untuk menyiapkan calon dekan periode berikutnya guna menjamin keberlanjutan tata kelola fakultas.

Dari sembilan bakal calon yang mendaftar, enam orang dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui verifikasi dokumen. Keenamnya adalah Sulfi Abdul Haji, Johan Fahri, Prince Charles Heston Runtunuwu, Dwi Permatasari, Suwito, dan Muhsin N. Bailusy.
Nama-nama tersebut kemudian diserahkan kepada Senat FEB Unkhair untuk ditetapkan sebagai calon dekan.

Anggota Senat FEB yang mewakili Ketua Senat, Nurdin I. Muhammad, menyatakan rapat senat terbuka diperluas dinyatakan sah. Rapat tersebut tidak mensyaratkan kuorum kehadiran karena bersifat terbuka.

Berdasarkan berita acara hasil seleksi administrasi yang mengacu pada Peraturan Rektor Unkhair Nomor 2 Tahun 2025, keenam calon dinyatakan berhak mengikuti tahapan pemaparan visi dan program kerja.

Dalam paparan pertama, Sulfi Abdul Haji menyoroti perlunya percepatan budaya tata kelola di FEB Unkhair, terutama pada integrasi administrasi, pengelolaan sumber daya manusia, serta pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia mengusung visi pengembangan budaya kolaborasi dan inovasi berkelanjutan menuju FEB yang unggul dan berdaya saing internasional.

Johan Fahri menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan fakultas dengan visi Rektor Unkhair dalam kerangka Rencana Induk Pengembangan dan rencana strategis universitas.

Ia mendorong penguatan zona integritas, tata kelola BLU, internasionalisasi melalui kelas bilingual, serta pengembangan program pascasarjana untuk meningkatkan reputasi akademik dan pendapatan fakultas.

Prince Charles Heston Runtunuwu mengusung tema Be Smart Together sebagai komitmen membangun FEB yang inovatif dan adaptif melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika. Fokus utamanya mencakup penguatan pendidikan berbasis teknologi, riset terapan, tata kelola yang transparan, serta pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dwi Permatasari menekankan pentingnya hubungan harmonis antar sivitas akademika sebagai fondasi penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia mengidentifikasi persoalan ruang aspirasi, etika akademik, fasilitas literasi, hingga beban administrasi dosen.

Sebagai solusi, ia menawarkan tujuh pilar program strategis, termasuk pembentukan komisi etik dan penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa.

Suwito mengusung agenda transformasi FEB menuju unggul dan berdaya saing global dengan menitikberatkan pada pemenuhan standar akreditasi LAMEMBA, percepatan sertifikasi ISO, integrasi sistem smart campus, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menargetkan mayoritas program studi meraih akreditasi unggul dan peningkatan publikasi ilmiah.

Sementara itu, Muhsin N. Bailusy, dekan petahana, menegaskan visinya menjadikan FEB Unkhair sebagai fakultas bereputasi internasional berbasis kepulauan dan kemajemukan.

Ia menyoroti pentingnya penguatan kerja sama internasional, penjaminan mutu, optimalisasi BLU, serta pengembangan kurikulum berbasis outcome-based education, riset bereputasi, dan prestasi mahasiswa sebagai indikator daya saing fakultas.

Paparan visi dan program kerja ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi kepemimpinan FEB Unkhair periode 2026–2030 sebelum Rektor menetapkan dekan terpilih.*

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!