back to top

PWM Maluku Utara Dampingi Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah di Kepulauan Sula

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Sula — Wakil Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Utara bersama Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Nonformal (PNF) melakukan kunjungan sekaligus pendampingan penjaminan mutu sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Sula.

Kegiatan tersebut merupakan upaya penguatan mutu sekaligus persiapan operasional sekolah-sekolah Muhammadiyah baru di wilayah tersebut.

Pendampingan dilaksanakan selama tiga hari, 26–28 Desember 2025, dan dipusatkan di SMA Muhammadiyah Falabisahaya. Diikuti oleh kepala sekolah dan dewan guru SMA Muhammadiyah Falabisahaya serta SMK Muhammadiyah Pastabulu.

Wakil Ketua PWM Maluku Utara Bidang Pendidikan, Karman Lanani, yang juga anggota Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjelaskan bahwa penjaminan mutu bertujuan menegaskan identitas sekolah Muhammadiyah sebagai pembeda dengan sekolah lainnya.

“Sekolah Muhammadiyah harus menampilkan ciri khas yang menjadi keunggulan dan karakter utamanya,” ujar Karman, Jumat (9/1).

Ia menyebutkan, terdapat empat ciri pembeda yang wajib dijalankan oleh sekolah Muhammadiyah, yakni mengaktifkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci, Hizbul Wathan (HW), serta menjalankan Kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dengan penguatan empat ciri tersebut, sekolah Muhammadiyah diharapkan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits.

Selain pendampingan mutu, Karman bersama Karim Merua dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kepulauan Sula juga memantauan langsung lahan sekolah Muhammadiyah yang telah memperoleh izin operasional.

Izin tersebut mencakup persetujuan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Kepulauan Sula.

Sebanyak lima Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan yang dikunjungi, yakni SMP Muhammadiyah 1 Kepulauan Sula di Desa Fokalik, SMP Muhammadiyah 2 Desa Soamole, SMA Muhammadiyah Desa Soamole, SMK Muhammadiyah Desa Fokoeuw, dan SMK Muhammadiyah Desa Pastabulu.

Kelima sekolah tersebut telah memiliki kepala sekolah definitif dan tenaga pendidik sesuai bidang keahliannya.

Karman berharap, selain menjalankan fungsi pendidikan, sekolah Muhammadiyah juga mampu mengembangkan lahan sekolah sebagai unit usaha produktif guna menopang kesejahteraan guru.

Menurutnya, potensi lahan sekolah di Kepulauan Sula cukup besar untuk dikembangkan menjadi tambak udang dan ikan, penyediaan air bersih, transportasi laut lokal, hingga agro wisata.

Unit usaha tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana praktik bagi siswa SMA dan SMK.

Melalui kunjungan ini, PWM Maluku Utara mendorong PDM Kepulauan Sula membentuk cabang dan ranting Muhammadiyah di setiap kecamatan dan desa, khususnya di wilayah yang memiliki AUM, guna memperkuat dakwah dan pengelolaan persyarikatan.

Ke depan, PWM Maluku Utara juga akan melaksanakan bimbingan teknis bagi guru sebelum tahun ajaran dimulai, serta pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam pengelolaan AUM pendidikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PWM turut melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Kepala SMA Muhammadiyah Falabisahaya untuk diusulkan sebagai kepala sekolah definitif. Hasilnya telah disampaikan kepada PWM Maluku Utara untuk ditetapkan melalui surat keputusan.*

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

PWM Maluku Utara Dampingi Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah di Kepulauan Sula

Imalut.com

Sula — Wakil Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Utara bersama Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Nonformal (PNF) melakukan kunjungan sekaligus pendampingan penjaminan mutu sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Sula.

Kegiatan tersebut merupakan upaya penguatan mutu sekaligus persiapan operasional sekolah-sekolah Muhammadiyah baru di wilayah tersebut.

Pendampingan dilaksanakan selama tiga hari, 26–28 Desember 2025, dan dipusatkan di SMA Muhammadiyah Falabisahaya. Diikuti oleh kepala sekolah dan dewan guru SMA Muhammadiyah Falabisahaya serta SMK Muhammadiyah Pastabulu.

Wakil Ketua PWM Maluku Utara Bidang Pendidikan, Karman Lanani, yang juga anggota Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjelaskan bahwa penjaminan mutu bertujuan menegaskan identitas sekolah Muhammadiyah sebagai pembeda dengan sekolah lainnya.

“Sekolah Muhammadiyah harus menampilkan ciri khas yang menjadi keunggulan dan karakter utamanya,” ujar Karman, Jumat (9/1).

Ia menyebutkan, terdapat empat ciri pembeda yang wajib dijalankan oleh sekolah Muhammadiyah, yakni mengaktifkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci, Hizbul Wathan (HW), serta menjalankan Kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dengan penguatan empat ciri tersebut, sekolah Muhammadiyah diharapkan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits.

Selain pendampingan mutu, Karman bersama Karim Merua dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kepulauan Sula juga memantauan langsung lahan sekolah Muhammadiyah yang telah memperoleh izin operasional.

Izin tersebut mencakup persetujuan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Kepulauan Sula.

Sebanyak lima Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan yang dikunjungi, yakni SMP Muhammadiyah 1 Kepulauan Sula di Desa Fokalik, SMP Muhammadiyah 2 Desa Soamole, SMA Muhammadiyah Desa Soamole, SMK Muhammadiyah Desa Fokoeuw, dan SMK Muhammadiyah Desa Pastabulu.

Kelima sekolah tersebut telah memiliki kepala sekolah definitif dan tenaga pendidik sesuai bidang keahliannya.

Karman berharap, selain menjalankan fungsi pendidikan, sekolah Muhammadiyah juga mampu mengembangkan lahan sekolah sebagai unit usaha produktif guna menopang kesejahteraan guru.

Menurutnya, potensi lahan sekolah di Kepulauan Sula cukup besar untuk dikembangkan menjadi tambak udang dan ikan, penyediaan air bersih, transportasi laut lokal, hingga agro wisata.

Unit usaha tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana praktik bagi siswa SMA dan SMK.

Melalui kunjungan ini, PWM Maluku Utara mendorong PDM Kepulauan Sula membentuk cabang dan ranting Muhammadiyah di setiap kecamatan dan desa, khususnya di wilayah yang memiliki AUM, guna memperkuat dakwah dan pengelolaan persyarikatan.

Ke depan, PWM Maluku Utara juga akan melaksanakan bimbingan teknis bagi guru sebelum tahun ajaran dimulai, serta pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam pengelolaan AUM pendidikan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PWM turut melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Kepala SMA Muhammadiyah Falabisahaya untuk diusulkan sebagai kepala sekolah definitif. Hasilnya telah disampaikan kepada PWM Maluku Utara untuk ditetapkan melalui surat keputusan.*

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!