back to top

Musda Serentak PAN Maluku Utara, Bahas Strategi Pemilu 2029

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate –- Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI secara serentak di 10 kabupaten/kota. Dengan tema: “PAN Malut bantu rakyat, pangan terdePAN”.

‎Kegiatan ini berlangsung di Hotel Boulevard, Kota Ternate, Minggu (21/12). Dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta kader PAN se-Provinsi Maluku Utara.

‎Ketua DPW PAN Maluku Utara, Kasman Hi Ahmad, mengatakan Musda gabungan dilaksanakan sesuai mekanisme yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dengan sistem formatur.

‎“Musda ini menggunakan sistem formatur. Nama-nama formatur langsung diajukan ke DPP untuk diklarifikasi, kemudian dibawa ke sidang pleno. Seluruh proses Musda di 10 kabupaten/kota dikoordinasikan oleh DPW,” kata Kasman.

‎Menurut Kasman, formatur yang telah ditetapkan bertugas menyusun struktur kepengurusan DPD. Hasilnya kemudian diserahkan ke DPW untuk ditetapkan dan diterbitkan surat keputusan (SK). Mekanisme tersebut, kata dia, dilakukan untuk menjaga stabilitas partai.

‎“Alhamdulillah, Musda berjalan kondusif tanpa ricuh,” ucap Wakil Bupati Halut itu, sembari menambahkan,”Musda ini tidak memilih ketua secara langsung, melainkan melalui sistem formatur.”

‎Kasman menjelaskan, Musda gabungan tak hanya membahas kepengurusan, tetapi dilanjutkan dengan pleno untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan, serta menetapkan rekomendasi strategis menghadapi pemilu mendatang.

‎“Pleno akan membahas program kerja dan rekomendasi penting terkait strategi kemenangan pemilu serta agenda politik lainnya,” tambahnya.

‎Ia juga menyebut PAN Maluku Utara telah menyiapkan diri menghadapi dinamika politik ke depan, termasuk menargetkan satu kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada pemilu mendatang.

‎“Kami targetkan merebut satu kursi DPD RI. Selain itu, dari lima daerah pemilihan DPRD Provinsi Maluku Utara, saat ini PAN memiliki kursi di tiga dapil dan menargetkan mengisi dua dapil yang belum terisi,” ujar Kasman.

‎Dalam Musda kali ini, terjadi pergeseran formatur di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, dan Halmahera Tengah.
‎“Ini bagian dari dinamika organisasi. Para formatur yang diusulkan tetap merupakan kader terbaik dan masih terlibat dalam struktur formatur,” kata dia.

‎Kasman juga menyampaikan PAN Maluku Utara tengah memetakan tokoh-tokoh potensial melalui mekanisme pengembangan talenta politik. Kader dengan talenta tingkat tiga disiapkan untuk tingkat kabupaten/kota, talenta dua untuk tingkat provinsi, dan talenta satu untuk pencalonan DPD RI.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Musda Serentak PAN Maluku Utara, Bahas Strategi Pemilu 2029

Imalut.com

Ternate –- Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI secara serentak di 10 kabupaten/kota. Dengan tema: “PAN Malut bantu rakyat, pangan terdePAN”.

‎Kegiatan ini berlangsung di Hotel Boulevard, Kota Ternate, Minggu (21/12). Dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta kader PAN se-Provinsi Maluku Utara.

‎Ketua DPW PAN Maluku Utara, Kasman Hi Ahmad, mengatakan Musda gabungan dilaksanakan sesuai mekanisme yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dengan sistem formatur.

‎“Musda ini menggunakan sistem formatur. Nama-nama formatur langsung diajukan ke DPP untuk diklarifikasi, kemudian dibawa ke sidang pleno. Seluruh proses Musda di 10 kabupaten/kota dikoordinasikan oleh DPW,” kata Kasman.

‎Menurut Kasman, formatur yang telah ditetapkan bertugas menyusun struktur kepengurusan DPD. Hasilnya kemudian diserahkan ke DPW untuk ditetapkan dan diterbitkan surat keputusan (SK). Mekanisme tersebut, kata dia, dilakukan untuk menjaga stabilitas partai.

‎“Alhamdulillah, Musda berjalan kondusif tanpa ricuh,” ucap Wakil Bupati Halut itu, sembari menambahkan,”Musda ini tidak memilih ketua secara langsung, melainkan melalui sistem formatur.”

‎Kasman menjelaskan, Musda gabungan tak hanya membahas kepengurusan, tetapi dilanjutkan dengan pleno untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan, serta menetapkan rekomendasi strategis menghadapi pemilu mendatang.

‎“Pleno akan membahas program kerja dan rekomendasi penting terkait strategi kemenangan pemilu serta agenda politik lainnya,” tambahnya.

‎Ia juga menyebut PAN Maluku Utara telah menyiapkan diri menghadapi dinamika politik ke depan, termasuk menargetkan satu kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada pemilu mendatang.

‎“Kami targetkan merebut satu kursi DPD RI. Selain itu, dari lima daerah pemilihan DPRD Provinsi Maluku Utara, saat ini PAN memiliki kursi di tiga dapil dan menargetkan mengisi dua dapil yang belum terisi,” ujar Kasman.

‎Dalam Musda kali ini, terjadi pergeseran formatur di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, dan Halmahera Tengah.
‎“Ini bagian dari dinamika organisasi. Para formatur yang diusulkan tetap merupakan kader terbaik dan masih terlibat dalam struktur formatur,” kata dia.

‎Kasman juga menyampaikan PAN Maluku Utara tengah memetakan tokoh-tokoh potensial melalui mekanisme pengembangan talenta politik. Kader dengan talenta tingkat tiga disiapkan untuk tingkat kabupaten/kota, talenta dua untuk tingkat provinsi, dan talenta satu untuk pencalonan DPD RI.

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!