back to top

Tak Berdayakan UMKM Lokal, Ketua DPD APINDO Malut; PT. IWIP Terkesan Ada Tokoh Dalam Tokoh

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Maluku Utara (Malut) sesalkan kebijakan perusahan tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) yang terkesan tidak berdayakan para pengusaha lokal yakni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pasalnya pada managemen PT. IWIP seakan ada tokoh dalam tokoh.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Malut Ir Gajali Abd Muthalib, kepada awak media, Senin (22/05).

“Di PT. Iwip itu terkesan ada tokoh dalam tokoh, mereka masuk ambil sumber daya alam, mereka juga masuk sebagai pemasok,” ungkapnya.

[the_ad id=”3193″]

Menurut Gajali, informasinya bahwa PT. Iwip telah mendorong adanya pemberdayaan UMKM yakni ikan Lila dan jagung, namun kata Dia, hal itu tidak efektif atau berdampak positif terhadap masyarakat.

“Nelayan dan Petani kita kan sudah ada, kenapa itu tidak di garap, kenapa harus ikan Lila. masyarakat kita belum punya pengalaman seperti itu, jadi tidak efektif menciptakan hal baru, malah para UMKM kita tetap miskin,” timpalnya.

“Kenapa kita bersuara, karena ini perintah PP No 1 tahun 2022 tentang keterlibatan pengusaha lokal atau pengusaha kecil UMKM terhadap keberadaan tambang atau investasi besar. Jadi yang kita butuh adalah investasi yang berkeadilan yang memiliki dampak kepada masyarakat luas,” sambungnya.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Tak Berdayakan UMKM Lokal, Ketua DPD APINDO Malut; PT. IWIP Terkesan Ada Tokoh Dalam Tokoh

Imalut.com

Ternate – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Maluku Utara (Malut) sesalkan kebijakan perusahan tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) yang terkesan tidak berdayakan para pengusaha lokal yakni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pasalnya pada managemen PT. IWIP seakan ada tokoh dalam tokoh.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Malut Ir Gajali Abd Muthalib, kepada awak media, Senin (22/05).

“Di PT. Iwip itu terkesan ada tokoh dalam tokoh, mereka masuk ambil sumber daya alam, mereka juga masuk sebagai pemasok,” ungkapnya.

[the_ad id=”3193″]

Menurut Gajali, informasinya bahwa PT. Iwip telah mendorong adanya pemberdayaan UMKM yakni ikan Lila dan jagung, namun kata Dia, hal itu tidak efektif atau berdampak positif terhadap masyarakat.

“Nelayan dan Petani kita kan sudah ada, kenapa itu tidak di garap, kenapa harus ikan Lila. masyarakat kita belum punya pengalaman seperti itu, jadi tidak efektif menciptakan hal baru, malah para UMKM kita tetap miskin,” timpalnya.

“Kenapa kita bersuara, karena ini perintah PP No 1 tahun 2022 tentang keterlibatan pengusaha lokal atau pengusaha kecil UMKM terhadap keberadaan tambang atau investasi besar. Jadi yang kita butuh adalah investasi yang berkeadilan yang memiliki dampak kepada masyarakat luas,” sambungnya.

Tim Redaksi

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!