back to top

Pasca Aksi Kantor Gubernur Malut Sepi Aktivitas Pegawai

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Sofifi — Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut), terlihat sepi dari aktivitas PNS pasca aksi yang digelar puluhan warga Kelurahan Guruaping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), dihalaman Kantor Gubernur Malut Gosale Puncak, Senin kemarin.

Pantauan media ini, Selasa (29/3), pintu lobi utama kantor Gubernur Malut masih dipalang oleh warga Guruaping pada saat menggelar aksi kemarin, selain itu material berupa batu kerikil dan serta sejumlah fasilitas di ruang lobi kantor Gubernur pun masih berhamburan dilantai.

Hal ini membuat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sehari-hari berkantor di gedung Gosale Puncak ini pun, masih merasa tidak aman menjalankan tugas sehingga sebagian besar memilih untuk berdiam diri di rumah, hanya beberapa orang PNS dan Clining servis yang terlihat melakukan aktivitas.

Untuk diketahui aksi demonstrasi warga Kel. Guruaping hingga berimbas pada pemalangan kantor Gubernur tersebut, merupakan buntut dari tidak diselesaikannya pekerjaan ruas jalan oleh Pemerintah Provinsi, dimana pekerjaan jalan tersebut dikerjakan oleh Dinas Perkim Malut, pasca STQ tingkat Nasional di Kota Sofifi pada beberapa waktu lalu.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Pasca Aksi Kantor Gubernur Malut Sepi Aktivitas Pegawai

Imalut.com

Sofifi — Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut), terlihat sepi dari aktivitas PNS pasca aksi yang digelar puluhan warga Kelurahan Guruaping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), dihalaman Kantor Gubernur Malut Gosale Puncak, Senin kemarin.

Pantauan media ini, Selasa (29/3), pintu lobi utama kantor Gubernur Malut masih dipalang oleh warga Guruaping pada saat menggelar aksi kemarin, selain itu material berupa batu kerikil dan serta sejumlah fasilitas di ruang lobi kantor Gubernur pun masih berhamburan dilantai.

Hal ini membuat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sehari-hari berkantor di gedung Gosale Puncak ini pun, masih merasa tidak aman menjalankan tugas sehingga sebagian besar memilih untuk berdiam diri di rumah, hanya beberapa orang PNS dan Clining servis yang terlihat melakukan aktivitas.

Untuk diketahui aksi demonstrasi warga Kel. Guruaping hingga berimbas pada pemalangan kantor Gubernur tersebut, merupakan buntut dari tidak diselesaikannya pekerjaan ruas jalan oleh Pemerintah Provinsi, dimana pekerjaan jalan tersebut dikerjakan oleh Dinas Perkim Malut, pasca STQ tingkat Nasional di Kota Sofifi pada beberapa waktu lalu.

Tim Redaksi

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!