back to top

Soal Pernyataan Penarikan SK Mutasi, Kepala MAN I Halsel dan Kasubag TU Kankemenag Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Halsel — Stegman Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Halmahera Selatan (Halsel) Juhari S. Tawary, terkait penarikan SK Mutasi 4 guru di MAN I Halsel pada media ini beberapa hari lalu  dinilai membohongi publik.

Hal ini dikemukakan salah seorang guru yang di mutasi yang enggan disebutkan namanya, saat di konfirmasi pewarta imalut.com via telpon seluler, Jumat (28/1).

“Sampai hari ini kami berempat tidak satu pun dipanggil atau di konfirmasi. Kepala MAN I Halsel pun tidak ada komentar/konfirmasi apa-apa, apalagi Kasubag TU Kankemenag Halsel tidak ada sama sekali. Kami menilai dengan komentar mereka di media itu bohong semua, tara (tidak) sesuai lapangan,” sesalnya.

Ia bahkan menantang dengan mengatakan, sejak kapan Kasubag dan Kepala Madrasah memanggil mereka berempat untuk dimintai keterangan soal mutasi. Menurutnya, hingga hari ini tidak ada sama sekali soal pemanggilan tersebut.

“Jadi bahasa kasarnya dorang (mereka) bafoya (bohong) lagi, sejak kapan pak Kasubag TU dan Kepala MAN I Halsel panggil kami berempat tanya keterangan mutasi, sampai hari ini kan tidak ada, kok bagaimana naikkan berita bohong lagi itu,” terangnya dengan nada yang keras.

Sementara, Abdurahman Hi. Dani sebagai guru yang di Mutasi dari MAN I Halsel juga membantah pernyataan Kasubag pada pemberitaan sebelumnya, bahwa soal pemberitaan itu tidak sesuai dengan realita dilapangan.

“Ya soal pemberitaan kemarin itu saya rasa tidak sesuai dengan realita lapangan, karena kami 4 orang di mutasi tidak di panggil sama sekali untuk menanyakan dan menarik SK kami, baik itu dari Kasubag TU maupun kepala Madrasah,” terangnya.

Abdurahman bilang, SK mutasi miliknya diambil ulang oleh Operator Sekolah MAN I Halsel, Furkan Badri, dengan alasan ada perubahan tunjangan yakni, Sertifikasi dan tukin, dan hingga kini SK Mutasi tersebut belum dikembalikan.

Hingga berita ini di publish, awak media mencoba menghubungi untuk memintai konfirmasi kepada Kepala MAN I Halsel Adhari A. Karim, sayangnya blum direspon, baik melalui telpon seluler maupun WhatsApp.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Soal Pernyataan Penarikan SK Mutasi, Kepala MAN I Halsel dan Kasubag TU Kankemenag Dinilai Lakukan Pembohongan Publik

Imalut.com

Halsel — Stegman Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Halmahera Selatan (Halsel) Juhari S. Tawary, terkait penarikan SK Mutasi 4 guru di MAN I Halsel pada media ini beberapa hari lalu  dinilai membohongi publik.

Hal ini dikemukakan salah seorang guru yang di mutasi yang enggan disebutkan namanya, saat di konfirmasi pewarta imalut.com via telpon seluler, Jumat (28/1).

“Sampai hari ini kami berempat tidak satu pun dipanggil atau di konfirmasi. Kepala MAN I Halsel pun tidak ada komentar/konfirmasi apa-apa, apalagi Kasubag TU Kankemenag Halsel tidak ada sama sekali. Kami menilai dengan komentar mereka di media itu bohong semua, tara (tidak) sesuai lapangan,” sesalnya.

Ia bahkan menantang dengan mengatakan, sejak kapan Kasubag dan Kepala Madrasah memanggil mereka berempat untuk dimintai keterangan soal mutasi. Menurutnya, hingga hari ini tidak ada sama sekali soal pemanggilan tersebut.

“Jadi bahasa kasarnya dorang (mereka) bafoya (bohong) lagi, sejak kapan pak Kasubag TU dan Kepala MAN I Halsel panggil kami berempat tanya keterangan mutasi, sampai hari ini kan tidak ada, kok bagaimana naikkan berita bohong lagi itu,” terangnya dengan nada yang keras.

Sementara, Abdurahman Hi. Dani sebagai guru yang di Mutasi dari MAN I Halsel juga membantah pernyataan Kasubag pada pemberitaan sebelumnya, bahwa soal pemberitaan itu tidak sesuai dengan realita dilapangan.

“Ya soal pemberitaan kemarin itu saya rasa tidak sesuai dengan realita lapangan, karena kami 4 orang di mutasi tidak di panggil sama sekali untuk menanyakan dan menarik SK kami, baik itu dari Kasubag TU maupun kepala Madrasah,” terangnya.

Abdurahman bilang, SK mutasi miliknya diambil ulang oleh Operator Sekolah MAN I Halsel, Furkan Badri, dengan alasan ada perubahan tunjangan yakni, Sertifikasi dan tukin, dan hingga kini SK Mutasi tersebut belum dikembalikan.

Hingga berita ini di publish, awak media mencoba menghubungi untuk memintai konfirmasi kepada Kepala MAN I Halsel Adhari A. Karim, sayangnya blum direspon, baik melalui telpon seluler maupun WhatsApp.

Tim Redaksi

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!