Ternate – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengusulkan proposal bantuan melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahap II tahun 2026.
Kepala BPK Maluku Utara, Muhammad Tang, mengatakan antusiasme masyarakat pada pengusulan bantuan tahun ini cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Muhammad saat diwawancarai usai pembukaan kegiatan pembekalan dan penandatanganan Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SP2B) bagi penerima dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan tahap II tahun 2026, yang berlangsung di Muara Mall Kieraha III, Ternate.
“Memang, bantuan tahap II tahun 2026 ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi dalam memasukkan proposal,” ujar Muhammad.
Menurutnya, BPK Maluku Utara tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi pelestarian kebudayaan, tetapi juga berupaya memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat program pemerintah secara langsung.
Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan memiliki sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung berbagai unsur kebudayaan.
Karena itu, Muhammad berharap program bantuan tersebut dapat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong pemajuan dan pelestarian kebudayaan di Maluku Utara.
“Harapan kami, Kementerian Kebudayaan bisa hadir di tengah masyarakat melalui bantuan-bantuan pemerintah seperti ini,” harapnya.



