Ternate – SMP Negeri 6 Kota Ternate, Maluku Utara, mempersiapkan diri untuk mengikuti Program Sekolah Adiwiyata tingkat nasional yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Kepala SMP Negeri 6 Kota Ternate, Astuti Djumati, mengatakan persiapan tersebut merupakan kelanjutan dari keikutsertaan sekolah dalam program Adiwiyata mulai dari tingkat Kota Ternate hingga tingkat provinsi.
Menurut Astuti, SMP Negeri 6 Ternate sebelumnya telah mempersiapkan diri sebagai sekolah Adiwiyata mandiri. Kesiapan tersebut kemudian mendapat kesempatan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat kota.
“Alhamdulillah kami diberikan penghargaan berupa sertifikat. Setelah sekolah Adiwiyata tingkat Kota Ternate selesai, dilanjutkan pada tingkat provinsi. Alhamdulillah, di tahun 2026 ini kami dari SMP Negeri 6 Kota Ternate disiapkan untuk mengikuti sekolah Adiwiyata tingkat nasional,” ujar Astuti saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/9).
Ia menjelaskan, untuk tingkat nasional, proses penilaian direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Berbagai persiapan pun terus dilakukan, termasuk peninjauan langsung oleh tim melalui DLH Provinsi Maluku Utara untuk melihat kesiapan sekolah di lapangan.
Astuti mengatakan, persiapan menuju Adiwiyata nasional telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun, dimulai dari tingkat sekolah, kota, hingga provinsi.
“Kesiapan utama kami itu, kami membentuk tim terlebih dahulu. Setelah itu para tim melaksanakan pekerjaan sesuai dengan pokok kerja (Pokja), seperti Pokja kebersihan lingkungan dan Pokja pemilahan sampah, baik sampah organik maupun nonorganik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam program Adiwiyata di SMP Negeri 6 Ternate. Sampah yang dihasilkan sekolah dipilah dan sebagian diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis melalui berbagai karya dan inovasi siswa maupun sekolah.
“Alhamdulillah, sampah organik itu kami sudah pilah dan membuat jadi sampah yang bernilai ekonomis dalam bentuk pembuatan karya-karya atau inovasi-inovasi,” katanya.
Selain pengelolaan sampah, sekolah juga memiliki Pokja apotek hidup yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Berbagai tanaman yang dikembangkan nantinya diharapkan dapat mendukung lingkungan sekolah yang sehat dan asri.
Untuk tahapan selanjutnya, kata Astuti, pihak sekolah tengah melengkapi berbagai dokumen sebagai bagian dari persyaratan mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat nasional.
“Untuk saat ini, kesiapan sekolah Adiwiyata dilakukan dengan mengirimkan data-data dalam bentuk dokumen-dokumen untuk dikirim melalui link yang ada,” tandasnya.



