Ternate — Ratusan pengurus dan kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara menghadiri Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1447 Hijriah serta pelepasan 11 jemaah haji, di Grand Ballroom Hotel Jati, Ternate, Minggu (5/4).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara, Amar Manaf, serta sejumlah tokoh lintas sektor. Momentum ini menjadi penanda delapan dekade kiprah Muslimat NU dalam pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Maluku Utara, Rosita Alting, menegaskan peringatan Harlah bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi atas peran organisasi dalam menjawab kebutuhan umat.
“Muslimat NU harus memastikan program layanan keumatan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke akar rumput,” ujarnya.
Ia menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku Utara sebagai salah satu isu yang menjadi perhatian serius.
Karena itu, Muslimat NU berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga non-pemerintah untuk menekan kasus kekerasan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Selain itu, organisasi ini juga akan membekali anggotanya dengan pelatihan bantuan hukum (paralegal) agar mampu mendampingi korban secara lebih efektif.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Muslimat NU juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, dalam melindungi anak dari dampak negatif media sosial.
“Peran ibu sangat penting sebagai garda terdepan dalam keluarga. Pengetahuan harus diperkuat agar media sosial tidak berdampak buruk bagi masa depan anak,” tandas Rosita.
Acara ditutup dengan pelepasan 11 jemaah haji yang merupakan kader Muslimat NU. Momen tersebut berlangsung haru, sekaligus menjadi simbol penguatan nilai-nilai keagamaan dalam organisasi.
Rosita juga menyampaikan bahwa ribuan majelis taklim di Maluku Utara kini terus dikembangkan sebagai ruang pendidikan nonformal yang produktif.
Melalui berbagai program, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga dakwah berkelanjutan, Muslimat NU berupaya mendorong anggotanya aktif dalam kegiatan yang memberi nilai bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat.


