Halteng — Komandan Korem (Danrem) 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, menegaskan bahwa konflik yang terjadi di wilayah Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), bukan dilatarbelakangi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Penegasan itu disampaikan Enoh saat menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur pemerintah setempat, Sabtu (4/4), sebagai upaya meredam situasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Perlu saya tegaskan bahwa kejadian ini bukan konflik SARA. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan dengan isu yang tidak benar,” ujarnya.
Menurut dia, konflik yang terjadi lebih disebabkan oleh kesalahpahaman serta persoalan sosial yang berkembang di lapangan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang belum terverifikasi yang beredar di media sosial.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga kondusivitas wilayah. Kedepankan komunikasi, musyawarah, dan saling menghargai agar situasi tetap aman dan damai,” tegasnya.
Enoh juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai penyejuk di tengah situasi yang berpotensi memanas.
Mereka diharapkan mampu mencegah meluasnya konflik sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Patani Barat.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap kondusif. Seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai melalui pendekatan kekeluargaan.
Langkah cepat yang dilakukan Korem 152/Baabullah diharapkan dapat mempercepat pemulihan situasi, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.


