back to top

Fadli Wahda: Jaga Keselamatan Kerja di Bulan Suci Ramadan

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Halsel — Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas industri pertambangan dan smelter tetap berjalan seperti biasa.

Namun, ritme dan daya tahan tubuh para pekerja mengalami penyesuaian. Perubahan pola tidur, jam makan, hingga tingkat energi menuntut kewaspadaan ekstra, terutama terhadap risiko kelelahan (fatigue) yang dapat memicu kecelakaan kerja.

Dalam situasi tersebut, komitmen terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi tanggung jawab bersama seluruh insan industri berisiko tinggi.

Hal itu tergambar dari perjalanan Fadli Wahda, yang akrab disapa Akha. Lulusan S1 Teknik Pertambangan ini mengawali karier sebagai petugas keselamatan kerja di Buli, Halmahera Timur, pada 2018. Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur, melainkan kebiasaan membaca kondisi tubuh dan dinamika lapangan.

Sejak bergabung dengan Harita Nickel di Pulau Obi pada Oktober 2019 sebagai Field Safety, Akha terlibat dalam fase konstruksi yang dinamis. Aktivitas alat berat, koordinasi lintas kontraktor, serta tekanan target produksi menjadi tantangan sehari-hari.

Di tengah padatnya aktivitas, ia menekankan pentingnya saling mengingatkan antarpekerja untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri saat kondisi fisik menurun, khususnya selama Ramadan.

“Tidak cukup hanya ceklis. Kita harus memastikan teman-teman tetap fokus dan sadar batas tubuhnya, apalagi saat pola tidur berubah karena puasa,” ujarnya.

Kepercayaan perusahaan datang pada 2021 saat ia diangkat menjadi Foreman. Dalam posisi tersebut, Akha aktif mendorong tim mengatur pola istirahat, menjaga asupan gizi saat sahur dan berbuka, serta berani melapor apabila mengalami penurunan kondisi fisik.

Menurutnya, budaya keselamatan tumbuh dari kepedulian dan komunikasi terbuka, bukan semata instruksi formal.

Sejak September 2025, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Occupational Health & Safety (OHS) Monitoring Supervisor. Peran ini memperluas tanggung jawabnya dalam memastikan kebijakan keselamatan dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah praktis yang mudah dipahami dan diterapkan di lapangan.

Pandangan senada disampaikan Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara, Muchlis Ibrahim. Ia menegaskan, momentum Ramadan seharusnya memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja di wilayah pertambangan.

“Keselamatan kerja di Maluku Utara tidak boleh kendor di bulan suci. Justru ini momentum untuk saling menjaga, agar para karyawan bisa bekerja dengan baik dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta saat Hari Raya Idulfitri,” ujarnya, Selasa (24/2).

Di tengah ibadah puasa, kisah Akha menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan hanya soal aturan dan pengawasan.

Lebih dari itu, keselamatan adalah kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan, mengelola kelelahan, serta memastikan setiap pekerja dapat pulang dengan selamat ke rumah, membawa kebahagiaan bagi keluarga yang menanti.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Fadli Wahda: Jaga Keselamatan Kerja di Bulan Suci Ramadan

Imalut.com

Halsel — Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas industri pertambangan dan smelter tetap berjalan seperti biasa.

Namun, ritme dan daya tahan tubuh para pekerja mengalami penyesuaian. Perubahan pola tidur, jam makan, hingga tingkat energi menuntut kewaspadaan ekstra, terutama terhadap risiko kelelahan (fatigue) yang dapat memicu kecelakaan kerja.

Dalam situasi tersebut, komitmen terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi tanggung jawab bersama seluruh insan industri berisiko tinggi.

Hal itu tergambar dari perjalanan Fadli Wahda, yang akrab disapa Akha. Lulusan S1 Teknik Pertambangan ini mengawali karier sebagai petugas keselamatan kerja di Buli, Halmahera Timur, pada 2018. Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur, melainkan kebiasaan membaca kondisi tubuh dan dinamika lapangan.

Sejak bergabung dengan Harita Nickel di Pulau Obi pada Oktober 2019 sebagai Field Safety, Akha terlibat dalam fase konstruksi yang dinamis. Aktivitas alat berat, koordinasi lintas kontraktor, serta tekanan target produksi menjadi tantangan sehari-hari.

Di tengah padatnya aktivitas, ia menekankan pentingnya saling mengingatkan antarpekerja untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri saat kondisi fisik menurun, khususnya selama Ramadan.

“Tidak cukup hanya ceklis. Kita harus memastikan teman-teman tetap fokus dan sadar batas tubuhnya, apalagi saat pola tidur berubah karena puasa,” ujarnya.

Kepercayaan perusahaan datang pada 2021 saat ia diangkat menjadi Foreman. Dalam posisi tersebut, Akha aktif mendorong tim mengatur pola istirahat, menjaga asupan gizi saat sahur dan berbuka, serta berani melapor apabila mengalami penurunan kondisi fisik.

Menurutnya, budaya keselamatan tumbuh dari kepedulian dan komunikasi terbuka, bukan semata instruksi formal.

Sejak September 2025, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Occupational Health & Safety (OHS) Monitoring Supervisor. Peran ini memperluas tanggung jawabnya dalam memastikan kebijakan keselamatan dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah praktis yang mudah dipahami dan diterapkan di lapangan.

Pandangan senada disampaikan Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara, Muchlis Ibrahim. Ia menegaskan, momentum Ramadan seharusnya memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja di wilayah pertambangan.

“Keselamatan kerja di Maluku Utara tidak boleh kendor di bulan suci. Justru ini momentum untuk saling menjaga, agar para karyawan bisa bekerja dengan baik dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta saat Hari Raya Idulfitri,” ujarnya, Selasa (24/2).

Di tengah ibadah puasa, kisah Akha menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan hanya soal aturan dan pengawasan.

Lebih dari itu, keselamatan adalah kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan, mengelola kelelahan, serta memastikan setiap pekerja dapat pulang dengan selamat ke rumah, membawa kebahagiaan bagi keluarga yang menanti.

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!