back to top

Bulog Ternate Siapkan 3.300 Ton Beras Jelang Ramadhan, Perkuat Intervensi SPHP di Maluku Utara

Bagikan :

TERPOPULER

BPMN Siapkan Kader Masa Depan

BACA JUGA

‎Ternate — Perum Bulog Cabang Ternate memastikan ketersediaan stok beras, gula, dan minyak goreng dalam kondisi aman menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

‎Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan meredam potensi kenaikan harga pada periode permintaan musiman.

‎Kepala Perum Bulog Cabang Ternate Jefry Tanasy mengungkapkan, stok beras yang tersedia di gudang saat ini mencapai 1.745 ton, dengan tambahan pasokan dalam perjalanan sebanyak 1.550 ton. Dengan demikian, total ketersediaan beras diproyeksikan mencapai sekitar 3.200–3.300 ton.

‎“Dengan jumlah tersebut, kami pastikan stok beras aman hingga Ramadhan bahkan sampai Idul Fitri,” ujarnya, Rabu (11/2).

‎Dari sisi komoditas gula, Bulog mencatat stok eksisting 31 ton dan akan menambah 25 ton dalam waktu dekat sesuai pengajuan pengadaan sebelumnya. Sementara itu, minyak goreng tersedia 317.000 liter, dengan tambahan pasokan 76.000 liter yang dijadwalkan masuk pada 14 dan 16 Februari 2026.

‎Manajemen Bulog menilai tambahan pasokan tersebut cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga selama bulan puasa dan Lebaran.

‎Dalam upaya menjaga keterjangkauan harga, Bulog akan memprioritaskan distribusi beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Harga jual di tingkat gudang ditetapkan Rp11.600 per kilogram, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk wilayah zona 3 termasuk Maluku Utara, dipatok Rp13.500 per kilogram.

‎“Kami mendorong penyaluran beras subsidi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat,” kata Jefry.

‎Bulog juga menyediakan beras premium, namun intervensi pasar tetap difokuskan pada beras SPHP sebagai instrumen pengendalian inflasi pangan.

‎Untuk minyak goreng, harga jual di gudang ditetapkan Rp14.500 per liter, dengan kewajiban bagi mitra pengecer menjual sesuai HET Rp15.700 per liter. Bulog mewajibkan mitra menandatangani surat pernyataan bermeterai untuk tidak menjual di atas harga yang telah ditentukan.

‎“Jika ditemukan pelanggaran, kerja sama akan kami hentikan,” tegasnya.

‎Langkah tersebut diambil di tengah harga minyak goreng di pasar yang dilaporkan mencapai Rp18.000–Rp19.000 per liter. Bulog menegaskan komitmennya menjaga harga sesuai ketentuan pemerintah sebagai bagian dari peran stabilisasi pangan nasional.

‎Dengan strategi penguatan stok dan pengetatan distribusi sesuai HET, Bulog Ternate berharap tekanan harga pangan di Maluku Utara selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat terkendali serta tidak membebani daya beli masyarakat.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Bulog Ternate Siapkan 3.300 Ton Beras Jelang Ramadhan, Perkuat Intervensi SPHP di Maluku Utara

Imalut.com

‎Ternate — Perum Bulog Cabang Ternate memastikan ketersediaan stok beras, gula, dan minyak goreng dalam kondisi aman menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

‎Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan meredam potensi kenaikan harga pada periode permintaan musiman.

‎Kepala Perum Bulog Cabang Ternate Jefry Tanasy mengungkapkan, stok beras yang tersedia di gudang saat ini mencapai 1.745 ton, dengan tambahan pasokan dalam perjalanan sebanyak 1.550 ton. Dengan demikian, total ketersediaan beras diproyeksikan mencapai sekitar 3.200–3.300 ton.

‎“Dengan jumlah tersebut, kami pastikan stok beras aman hingga Ramadhan bahkan sampai Idul Fitri,” ujarnya, Rabu (11/2).

‎Dari sisi komoditas gula, Bulog mencatat stok eksisting 31 ton dan akan menambah 25 ton dalam waktu dekat sesuai pengajuan pengadaan sebelumnya. Sementara itu, minyak goreng tersedia 317.000 liter, dengan tambahan pasokan 76.000 liter yang dijadwalkan masuk pada 14 dan 16 Februari 2026.

‎Manajemen Bulog menilai tambahan pasokan tersebut cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga selama bulan puasa dan Lebaran.

‎Dalam upaya menjaga keterjangkauan harga, Bulog akan memprioritaskan distribusi beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Harga jual di tingkat gudang ditetapkan Rp11.600 per kilogram, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk wilayah zona 3 termasuk Maluku Utara, dipatok Rp13.500 per kilogram.

‎“Kami mendorong penyaluran beras subsidi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat,” kata Jefry.

‎Bulog juga menyediakan beras premium, namun intervensi pasar tetap difokuskan pada beras SPHP sebagai instrumen pengendalian inflasi pangan.

‎Untuk minyak goreng, harga jual di gudang ditetapkan Rp14.500 per liter, dengan kewajiban bagi mitra pengecer menjual sesuai HET Rp15.700 per liter. Bulog mewajibkan mitra menandatangani surat pernyataan bermeterai untuk tidak menjual di atas harga yang telah ditentukan.

‎“Jika ditemukan pelanggaran, kerja sama akan kami hentikan,” tegasnya.

‎Langkah tersebut diambil di tengah harga minyak goreng di pasar yang dilaporkan mencapai Rp18.000–Rp19.000 per liter. Bulog menegaskan komitmennya menjaga harga sesuai ketentuan pemerintah sebagai bagian dari peran stabilisasi pangan nasional.

‎Dengan strategi penguatan stok dan pengetatan distribusi sesuai HET, Bulog Ternate berharap tekanan harga pangan di Maluku Utara selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat terkendali serta tidak membebani daya beli masyarakat.

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!