Ternate — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Ternate melaporkan progres signifikan pembangunan tujuh unit gudang baru di Provinsi Maluku Utara.
Usulan pembangunan yang diajukan sejak 2025 tersebut kini memasuki tahap akhir administrasi. Hampir seluruh persetujuan hibah lahan dari pemerintah daerah telah diperoleh.
Kepala Bulog Ternate Jafry Tanasy menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurut dia, perolehan tujuh lokasi gudang baru merupakan langkah strategis, karena kondisi geografis Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan yang sebagian masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Alhamdulillah, ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan patut kita syukuri,” ujar Jafry kepada media di ruang kerjanya, Rabu (11/2).
Ia menjelaskan proses administrasi berjalan lancar. Surat persetujuan hibah lahan dari tujuh kabupaten/kota yang diusulkan telah diterima. Adapun penandatanganan nota kesepahaman (MoU) telah rampung di tiga daerah.
“Tiga daerah tersebut yakni Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan,” ungkapnya.
Sementara itu, penandatanganan MoU untuk empat daerah lainnya yaitu Kabupaten Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Pulau Taliabu, dan Halmahera Barat dijadwalkan berlangsung pada Jumat 13 Februari 2026.
Dengan hampir rampungnya proses hibah lahan, Bulog berharap tahapan berikutnya, mulai dari penyusunan desain teknis, lelang konstruksi, hingga pembangunan fisik, dapat segera berjalan.
Jafry menargetkan pembangunan tujuh gudang tersebut dapat direalisasikan pada 2026 dan rampung paling lambat pada 2027.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur gudang baru diharapkan mampu mengatasi kendala penyimpanan dan distribusi bahan pangan di wilayah kepulauan Maluku Utara, yang selama ini kerap terhambat faktor geografis dan kondisi cuaca, terutama saat musim angin barat.



