Tidore — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Pemkot Tikep) terus menggencarkan promosi sektor pariwisata guna meningkatkan daya tarik serta kunjungan wisatawan.
Upaya tersebut dibarengi dengan penataan destinasi unggulan, khususnya Wisata Maitara, serta revitalisasi sejumlah objek wisata sejarah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tikep, Daud Muhammad, mengatakan promosi pariwisata dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan rehabilitasi fasilitas dan penataan kawasan wisata.
“Wisata Maitara menjadi salah satu fokus utama. Kami melakukan rehabilitasi cottage, penataan kawasan, serta penguatan simpul-simpul wisata agar semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung,” kata Daud, Selasa (10/2).
Selain Maitara, Pemkot Tikep juga melakukan revitalisasi terhadap objek wisata sejarah, seperti Benteng Tahula dan Benteng Tore.
Revitalisasi tersebut didukung anggaran APBN melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan saat ini hasilnya sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.
Menurut Daud, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam menjaga serta mengembangkan situs-situs cagar budaya sebagai bagian dari penguatan wisata sejarah daerah.
Ia menambahkan, keberhasilan promosi pariwisata juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan nilai-nilai sapta pesona, mulai dari kebersihan, keamanan, kenyamanan, hingga sikap ramah terhadap wisatawan.
“Jika lingkungan wisata bersih, tertata, dan masyarakatnya ramah, wisatawan tentu akan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Tikep berharap pengembangan pariwisata dapat diperluas ke berbagai objek lainnya, seperti keraton, museum, jembatan, hingga eks kediaman Gubernur Irian Barat, guna memperkaya destinasi wisata sejarah di daerah tersebut.
“Dengan promosi yang terus digencarkan serta dukungan masyarakat, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Tidore Kepulauan,” tutup Daud.



