Ternate — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional IV Ternate memastikan kesiapan penuh dalam mendukung kelancaran distribusi logistik menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan pokok masyarakat di Ternate dan sekitarnya.
General Manager Pelindo Regional IV Ternate, Anwar Pae, mengatakan hampir seluruh pasokan logistik di Kota Ternate bergantung pada distribusi dari luar daerah. Sekitar 95 persen kebutuhan bahan pokok didatangkan dari wilayah lain akibat keterbatasan sumber daya alam dan produksi lokal.
“Kebutuhan logistik di Ternate sekitar 95 persen masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Bahan pokok seperti beras, ayam, dan minyak goreng sebagian besar didatangkan dari Surabaya, Manado, dan Sofifi,” jelas Anwar, Selasa (10/2).
Ia menegaskan, arus distribusi komoditas utama tersebut akan terus dilayani melalui pelabuhan yang dikelola Pelindo, khususnya Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, sebagai simpul utama logistik di wilayah tersebut.
Untuk menjamin kelancaran distribusi menjelang Ramadhan dan Lebaran, Pelindo Regional IV Ternate telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk mengantisipasi peningkatan volume arus barang.
Salah satu fokus utama adalah percepatan proses bongkar muat kapal. Anwar menjelaskan, Pelindo telah melakukan penataan dan transformasi operasional guna mempercepat pelayanan kepelabuhanan.
“Kami melakukan penataan dan transformasi operasional untuk mempercepat kegiatan bongkar muat. Sejumlah kapal, termasuk kapal peti kemas, telah kami optimalkan penanganannya,” katanya.
Dengan optimalisasi tersebut, Pelindo Ternate berupaya menekan waktu tunggu kapal sekaligus memastikan barang kebutuhan pokok dapat segera didistribusikan kepada masyarakat.
“Pelindo Regional IV Ternate berkomitmen menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas pasokan logistik guna mendukung kesejahteraan masyarakat Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate, selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026,” pungkas Anwar.



