Halsel — Memasuki hari ketujuh, upaya pencarian terhadap satu korban kecelakaan longboat yang tenggelam di perairan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, belum membuahkan hasil. Operasi pencarian dinyatakan berakhir pada Kamis (29/1).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan hari ketujuh merupakan hari terakhir pelaksanaan operasi SAR sesuai rencana operasi (renops) yang mengacu pada SAR Map Prediction. Area pencarian dibagi ke dalam lima sub dan lima sektor.
“Pelaksanaan operasi SAR dimulai pukul 07.30 WIT hingga 18.00 WIT, namun hasilnya masih nihil,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari. Setelah dilakukan briefing bersama tim SAR gabungan dan pihak keluarga korban, disepakati bahwa korban dinyatakan hilang.
“Pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan korban yang dinyatakan hilang,” kata Iwan.
Atas nama pimpinan Kantor SAR Ternate dan seluruh tim SAR gabungan, Iwan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, di antaranya Pos TNI AL Bacan, Kodim 1509/Labuha, Polairud Bacan, Polres Halsel, Brimob Halsel, Polsek Bacan Timur, BPBD Halsel, Dishub Halsel, KPLP Babang, Tim Pencarian Unkhair, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang telah bersama-sama melaksanakan operasi SAR selama tujuh hari,” tutupnya.
Diketahui, kecelakaan longboat di perairan Desa Bibinoi melibatkan 59 penumpang. Sebanyak 57 orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan satu orang dinyatakan hilang, yakni Wildan (50), dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, yang berdomisili di Kota Ternate.



