back to top

Kasus HIV di Kota Ternate Turun pada 2025

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate mencatat sebanyak 171 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang tahun 2025.

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 202 kasus baru.

Kepala Dinkes Kota Ternate, dr Fathiyah Suma, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Sepanjang tahun 2025 tercatat 171 kasus baru HIV. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 sebanyak 202 kasus,” ungkap Fathiyah dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Rabu (21/1).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, distribusi kasus HIV di Kota Ternate masih didominasi oleh faktor risiko hubungan seksual berganti-ganti pasangan, baik heteroseksual maupun homoseksual.

Fathiyah menjelaskan, salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pelaksanaan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara rutin. Kegiatan ini menyasar kelompok populasi kunci dan kelompok masyarakat dengan risiko tinggi tertular HIV.

“Kegiatan Mobile VCT rutin dilakukan untuk menjangkau kelompok populasi kunci dan kelompok berisiko tinggi,” jelas Fathiyah.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes bekerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Ternate serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat penggiat HIV, seperti Yayasan Batamang Plus, Yayasan Pelangi Maluku, dan PKBI Sulawesi Utara.

Selain Mobile VCT, Dinkes menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ternate untuk melakukan penjaringan kasus HIV baru melalui kegiatan pemeriksaan darah.

Tak hanya itu, pendampingan terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), termasuk penjangkauan kasus loss to follow up, juga rutin dilakukan di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Sosialisasi juga kami lakukan di tingkat SMA, SMP, serta kelompok masyarakat dengan risiko tinggi,” terangnya.

Untuk memastikan efektivitas pengobatan, Dinkes juga secara rutin melakukan pemeriksaan Viral Load bagi ODHIV yang memenuhi syarat. Sampel darah dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie setiap bulan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata viral load tersupresi, artinya jumlah virus dalam tubuh pasien mengalami penurunan,” kata Fathiyah.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Kasus HIV di Kota Ternate Turun pada 2025

Imalut.com

Ternate — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate mencatat sebanyak 171 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang tahun 2025.

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 202 kasus baru.

Kepala Dinkes Kota Ternate, dr Fathiyah Suma, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Sepanjang tahun 2025 tercatat 171 kasus baru HIV. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 sebanyak 202 kasus,” ungkap Fathiyah dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Rabu (21/1).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, distribusi kasus HIV di Kota Ternate masih didominasi oleh faktor risiko hubungan seksual berganti-ganti pasangan, baik heteroseksual maupun homoseksual.

Fathiyah menjelaskan, salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pelaksanaan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara rutin. Kegiatan ini menyasar kelompok populasi kunci dan kelompok masyarakat dengan risiko tinggi tertular HIV.

“Kegiatan Mobile VCT rutin dilakukan untuk menjangkau kelompok populasi kunci dan kelompok berisiko tinggi,” jelas Fathiyah.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes bekerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Ternate serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat penggiat HIV, seperti Yayasan Batamang Plus, Yayasan Pelangi Maluku, dan PKBI Sulawesi Utara.

Selain Mobile VCT, Dinkes menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ternate untuk melakukan penjaringan kasus HIV baru melalui kegiatan pemeriksaan darah.

Tak hanya itu, pendampingan terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), termasuk penjangkauan kasus loss to follow up, juga rutin dilakukan di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Sosialisasi juga kami lakukan di tingkat SMA, SMP, serta kelompok masyarakat dengan risiko tinggi,” terangnya.

Untuk memastikan efektivitas pengobatan, Dinkes juga secara rutin melakukan pemeriksaan Viral Load bagi ODHIV yang memenuhi syarat. Sampel darah dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie setiap bulan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata viral load tersupresi, artinya jumlah virus dalam tubuh pasien mengalami penurunan,” kata Fathiyah.

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!