back to top

Warek I Unkhair Dorong Sekolah di Maluku Utara Maksimalkan Kuota SNBP 2026

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate – Pendaftaran akun sekolah dan siswa dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 resmi dimulai. Jalur seleksi pertama yang dibuka adalah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang diperuntukkan bagi siswa eligible sesuai kuota masing-masing sekolah.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun (Unkhair), Dr Hasan Hamid, M.Si, mengajak seluruh sekolah di Maluku Utara untuk memanfaatkan kuota SNBP secara maksimal bagi siswa berprestasi. “Kami berharap sekolah lebih siap, sehingga tidak ada lagi siswa eligible yang tertinggal atau gagal mendaftar,” ujar Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/1/2026).

SNPMB 2026 tetap dilaksanakan melalui tiga jalur utama, yakni SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur Mandiri. Ketentuan ini juga berlaku di Unkhair. Untuk jalur SNBP, kuota penerimaan mahasiswa baru ditetapkan minimal 20 persen bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berstatus Badan Layanan Umum (BLU), Satuan Kerja (Satker), maupun PTN Badan Hukum (PTN BH).

Sementara itu, jalur SNBT memiliki kuota minimal 40 persen untuk PTN BLU dan Satker, serta minimal 30 persen untuk PTN BH. Adapun jalur Mandiri dibatasi maksimal 30 persen bagi PTN BLU dan Satker, serta maksimal 50 persen untuk PTN BH.

Terkait jadwal, registrasi akun sekolah pada sistem SNPMB dibuka pada 5–26 Januari 2026. Sekolah yang telah memiliki akun pada tahun sebelumnya tidak perlu melakukan pendaftaran ulang.

Registrasi akun siswa jalur SNBP berlangsung pada 12 Januari hingga 18 Februari 2026. Sementara itu, pendaftaran akun siswa jalur SNBT dibuka mulai 12 Januari hingga 7 April 2026.
Pada SNPMB 2026, terdapat ketentuan tambahan bagi peserta SNBP, yakni kewajiban memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Kementerian. “Nilai TKA menjadi syarat tambahan selain nilai rapor serta prestasi akademik dan non-akademik,” kata Hasan.

Ia juga mengingatkan sekolah-sekolah di Maluku Utara agar lebih cermat dalam proses pendaftaran akun, guna menghindari terulangnya kasus siswa eligible yang gagal mendaftar seperti pada SNPMB 2025.

Di Universitas Khairun, sejumlah program studi tercatat memiliki tingkat persaingan tinggi, di antaranya Pendidikan Dokter, Teknik Informatika, Teknik Pertambangan, Farmasi, Psikologi, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP.

Adapun kuota siswa eligible ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Sekolah berakreditasi A dapat mengajukan 40 persen siswa terbaik, akreditasi B sebanyak 25 persen, dan akreditasi C sebesar 5 persen. Sekolah yang telah menggunakan sistem e-Rapor juga memperoleh tambahan kuota 5 persen.

Hasan mengimbau sekolah-sekolah di Maluku Utara untuk memanfaatkan fasilitas e-Rapor serta memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat terdaftar dalam sistem SNPMB 2026 agar peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri tidak terlewatkan.*

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Warek I Unkhair Dorong Sekolah di Maluku Utara Maksimalkan Kuota SNBP 2026

Imalut.com

Ternate – Pendaftaran akun sekolah dan siswa dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 resmi dimulai. Jalur seleksi pertama yang dibuka adalah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang diperuntukkan bagi siswa eligible sesuai kuota masing-masing sekolah.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun (Unkhair), Dr Hasan Hamid, M.Si, mengajak seluruh sekolah di Maluku Utara untuk memanfaatkan kuota SNBP secara maksimal bagi siswa berprestasi. “Kami berharap sekolah lebih siap, sehingga tidak ada lagi siswa eligible yang tertinggal atau gagal mendaftar,” ujar Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/1/2026).

SNPMB 2026 tetap dilaksanakan melalui tiga jalur utama, yakni SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur Mandiri. Ketentuan ini juga berlaku di Unkhair. Untuk jalur SNBP, kuota penerimaan mahasiswa baru ditetapkan minimal 20 persen bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berstatus Badan Layanan Umum (BLU), Satuan Kerja (Satker), maupun PTN Badan Hukum (PTN BH).

Sementara itu, jalur SNBT memiliki kuota minimal 40 persen untuk PTN BLU dan Satker, serta minimal 30 persen untuk PTN BH. Adapun jalur Mandiri dibatasi maksimal 30 persen bagi PTN BLU dan Satker, serta maksimal 50 persen untuk PTN BH.

Terkait jadwal, registrasi akun sekolah pada sistem SNPMB dibuka pada 5–26 Januari 2026. Sekolah yang telah memiliki akun pada tahun sebelumnya tidak perlu melakukan pendaftaran ulang.

Registrasi akun siswa jalur SNBP berlangsung pada 12 Januari hingga 18 Februari 2026. Sementara itu, pendaftaran akun siswa jalur SNBT dibuka mulai 12 Januari hingga 7 April 2026.
Pada SNPMB 2026, terdapat ketentuan tambahan bagi peserta SNBP, yakni kewajiban memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Kementerian. “Nilai TKA menjadi syarat tambahan selain nilai rapor serta prestasi akademik dan non-akademik,” kata Hasan.

Ia juga mengingatkan sekolah-sekolah di Maluku Utara agar lebih cermat dalam proses pendaftaran akun, guna menghindari terulangnya kasus siswa eligible yang gagal mendaftar seperti pada SNPMB 2025.

Di Universitas Khairun, sejumlah program studi tercatat memiliki tingkat persaingan tinggi, di antaranya Pendidikan Dokter, Teknik Informatika, Teknik Pertambangan, Farmasi, Psikologi, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP.

Adapun kuota siswa eligible ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah. Sekolah berakreditasi A dapat mengajukan 40 persen siswa terbaik, akreditasi B sebanyak 25 persen, dan akreditasi C sebesar 5 persen. Sekolah yang telah menggunakan sistem e-Rapor juga memperoleh tambahan kuota 5 persen.

Hasan mengimbau sekolah-sekolah di Maluku Utara untuk memanfaatkan fasilitas e-Rapor serta memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat terdaftar dalam sistem SNPMB 2026 agar peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri tidak terlewatkan.*

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!